Sukseskan Asian Games 2018

GOJEK - Profesi Menjanjikan Namun Penuh Resiko

Catatan Asep Haryono 

Dalam beberapa hari terakhir ini saya ketagihan pesen makanan melalui GO-FOOD.   GO-FOOD adalah salah satu fitur yang ada dalam GOJEK, moda tranposrtasi berbasis aplikasi yang mudah diperoleh dengan cara mengunduh apps nya melalui Play Store.   Memesan menu makanan bisa melalui Go-Food ini.  Bagi saya sendiri memesan makanan melalui Go-Food hanya kebetulan saja lagi timbul "M" nya alias malas masak.

Untuk mendapatkan aplikasi GOJEK sangatlah mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja.  Dengan hanya menggunakan Android berbasis Internet, silahkan mengunduh applkasinya di Play Store.  Setelah terinstall dengan baik, anda sudah bisa menggunakan banyak fasilitas menarik dari GOJEK antara lain GO-RIDE dan GO-SEND.

Sebenarnya ada banyak fitur fitur keren dalam aplikasi GOJEK ini , namun yang paling sering saya pergunakan hanyalah dua itu tadi yakni GO-RIDE dan GO-SEND. GO-RIDE adalah fitur untuk memesan kendaraan roda empat (mobil) untuk diantarkan ke tujuan yang anda inginkan  Sedangkan GO-SEND adalah fitur yang bisa anda gunakan jika ingin mengirimkan sebuah barang ke alamat yang ada inginkan.   Segitu mudahnya. 

Untuk Go-Ride dan ataupun Go-Send sudah tercetak dalam aplikasi, dan tidak dapat dimanipulasi   Semua tariff ditentukan oleh System dari aplikasi itu yang sudah terintegrasi dengan Baik  Semua tarif sudah tercetak dalam aplikasi, jadi tinggal membayar saja di lapangan .

Condro , Salah seorang driver GOJEK yang berhasil saya wawancara beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa dari sisi penghasilan seorang Driver GOJEK dikenakan kalkulasi 80 : 20.   Artinya besarnya tarif  yang keluar dari system applikasi porsi 80 persennya untuk sang driver, dan 20 persennya disetorkan kepada pihak perusahaan GOJEK.

Jika anda perhatikan, setiap driver GOJEK selalu mengenakan atribut atau seragam khas GOJEK yang banyak warna hijaunya juga helmnya.  Nah menurut Condro, pemakaian atribut atau seragam GOJEK ini "wajib" dipakai saat sang driver menjalankan tugasnya.  "Ada satgas yang juga bergerak mobile ke sana kemari, dan jika ketahuan sang driver tidak mengenakan seragam khusus GOJEK akan didata dan dicatat untuk selanjutnya di proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam manajemen GOJEK" pungkas nya.






Sering kan kita menyaksikan sang driver kemana mana selalu membawa Android atau HP nya, nah itu "senjata" nya.  Fitur aplikasi GOJEK yang ada di HP konsumen beda dengan fitur aplikasi GOJEK yang dimiliki sang driver.  Nah jika ada panggilan dari konsumen untuk mina di antar (GO-RIDE) maka sistem akan memilih driver mana yang terdekat dengan si calon konsumen tersebut.  Nah sang driver yang terpilih oleh sistem aplikasi juga berhak reject atau menolak ORDER tersebut.  Jika kondisinya seperti ini, maka system akan "mengacak" lagi sampai ke driver mana yang mau menerima order tersebut.

Selanjutnya, setelah anda sudah menikmati service yang sudah diberikan driver GOJEK, maka liatlah dalam HP Android anda.   Jika anda membuka kembali aplikasi GOJEK di dalam HP anda, maka akan muncul survey pelanggan yang muncul secara otomatis setiap kali transaksi atau service sudah diberikan. Anda akan diminta memberikan rate (nilai) atas service yang sudah anda terima dari driver GOJEK dengan skala Bintang 1 - 5.  Please rate your service.  Hal ini akan mempengaruhi penilaan perusahaan atas kinerja para drivernya, 


LENGKAP : Inilah fituf fitur yang ada dalam aplikasi GOJEK yang bisa diunduh di Play Store masing masing.  Foto dari HP saya sendiri
LENGKAP : Inilah fituf fitur yang ada dalam aplikasi GOJEK yang bisa diunduh di Play Store masing masing.  Foto dari HP saya sendiri

Resiko Ditipu Calon Pelanggan

Sebenarnya setiap pekerjaan ada resikonya. Tidak ada jenis pekerjaan apa pun di dunia ini yang tidak memiliki peluang kesalahan, dan atau resiko.  Kemungkinan terjadinya malfunction, malpraktek, dan kekeliruan bisa saja terjadi. Kecelakaan kerja adalah hal yang bisa saja terjadi.  Seperti kata orang, bahwa Musibah bisa datang kapan saja dan dimana saja. 

Musibahnya datangnya bisa datang setiap waktu dan datanya pun tidak pernah memberi tahu.  Yang mungkin yang bisa kita lakukan adalah meminimalisir dampak resiko kerugian yang mungkin dapat timbul dari karir atau profesi sebagai driver GOJEK ini. 

Fitur Go-Food, Go-Ride atau Go-Send berpeluang menjadi "bulan bulanan" ataupun "sansak" bagi oknum oknum yang tidak bertanggung jawab.  Mereka, para driver GOJEK, GOFOOD, GOSEND dan GORIDE bisa saja kena tipu calon pelanggan yang akan menggunakan jasa mereka.   Dan menurut catatan , memang pernah ada yang benar benar terjadi.

Misalnya, ada calon pelanggan GOJEK, yang memesan sebuah menu makanan. Dia memesannya lewat aplikasi. Begitu ada kesepakatan dengan pelanggan, maka pelangga diminta menunggu selagi ORDER makanan diantar.  Saya sudah beberapa kali memesan makanan dan diantar ke rumah melalui Go-Food mendapati fakta bahwa mereka terlebih dahulu menalangi dengan uang  mereka. 

Driver membelikan makanan sesuai dengan ORDER yang dia terima dari aplikasi, dan mengantarkannya kepada konsumen, dan proses selanjutnya terjadi Cash On Delivery (COD) lengkap dengan Delivery Fee atau Ongkos kirim. Semuanya aplikasi yang mencetak angka angka.   Jadi dengan demikian jika angka rupiah tercetak di aplikasi, baik si driver sendiri dan si calon pelanggan sudah deal alias sepakat dengan harganya.

Bagaimana jika makanan yang sudah DIORDER oleh calon pelanggan, dan begitu (makanan) mau di antar ke rumah calon pelanggan malah kabur tak tentu rimbanya,  HP si pemesan makanan via GOJEK bisa saja kabur entah kemana,  Androidnya pun dimatikan 

Kalau sudah begini,  bagaimana dengan nasib makanan yang sudah ditalangin oleh sang Driver itu? Haruskah ia makan sendiri makanan yang tidak jadi dipesan oleh pelanggannya karena kabur? Nah pertanyaan pertanyaan ini yang saya sulit juga untuk menjawabnya.  Inilah salah satu resiko yang bisa saja terjadi dan menimpa Driver GOJEK.  Apakah anda punya pendapat lainnya? Silahkan (Asep Haryono)








1 comment:

  1. Memang seperti itu lika-liku jadi driver online. Apalagi sekarang ibarat kata, ojek sama penumpang lebih banyak ojeknya. Sehingga pendapatan sangatlah minim sekali.
    Dan sepertinya juga, pengguna layanan driver online harus lebih dewasa lagi, jangan asal main-main. Harus ada rasa tanggung jawabnya.

    ReplyDelete

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog