Jual Milagros disini


OPINI : Santunan Kecelakaan Bukan Santunan Aji Mumpung

OPINI Asep Haryono

Musibah terbakarnya Kapal KM Dharma Kencana II mengundang keprihatinan kita semua.  Namun kita semua juga harus bersyukur karena dalam musibah  terbakarnya Kapal KM Dharma Kencana II seluruh penumpang dan awak kapal selamat dan berhasll dievakuasi dari perairan Karimun Jawa ke Pelabuhan Kumai, Minggu (29/10/2017) siang.  Setidaknya total penumpang ada 168 orang terdiri dari 114 penumpang dewasa, 3 anak-anak, 2 bayi dan 48 kru kapal.

Yang menarik dari peristiwa musibah 
terbakarnya Kapal KM Dharma Kencana II adalah desakan dari sebagian penumpang yang menuntut Santunan Kecelakan dari Jasa Raharja.   Beberapa penumpang dengan penuh emosi berdebat dengan petugas dri Jasa Raharja menuntut kejelasan Santunan kecelakaan yang mereka alami.

Baca selengkapnya - Penumpang KM Dharma Kencana II Tuntut Kejelasan Santunan Kecelakaan  
 

Yang menjadi pertanyaan di sini adalah Apa Syarat dan Ketentuan untuk mendapatkan Santunan Kecelakaan dari Jasa Raharja?




Bukan Santunan Aji Mumpung
Kecelakaan adalah kejadian yang diluar perkiraan manusia dan terjadi diluar perencanaan yang menimbulkan luka luka fisik dan bukan karena kelalaian dan kealpaannya sendiri serta dibuktikan dengan surat keterangan dokter dan atau dari pihak kepolisian terkait. 

Dari pengertian sederhana di sini jelas yang dimaksud dengan Kecelakaan adalah terjadinya musibah yang menimbulkan luka luka fisik yang dapat dibuktikan keasliannya.

Dalam Peraturan Menteri Keuangan RI No.15 dan 16 /PMK.10/2017 Tanggal 13 Februari 2017, besaran santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas darat/laut/udara  adalah sebagai berikut untuk korban kecelakaan hingga 
Meninggal Dunia diberikan secara tunai kepada ahli warisnya sebesar Rp.50.000.000,- (Sebelumnya hanya Rp.25.000.000).

Gedung Jasa Raharja Pusat di Jakarta.  Foto dari Internet
Gedung Jasa Raharja Pusat di Jakarta.  Foto dari Internet



Sedangkan untuk  yang mengalamai cacat tetap (maksimal) juga mendapat jumlah santunan yang sama dengan yang meninggal dunia.   Sedangkan untuk biaya 
Perawatan (Maksimal) sebesar Rp.20.000.000,- serta masih banyak lagi santunan kecelakaan yang diberikan oleh Jasa Raharja. 

Yang perlu diperhatikan di sini adalah bahwa Santunan Kecelakaan yang saya sebutkan di atas tidak diberikan secara cash (uang tunai) kepada korban, KECUALI pada korban yang meninggal dunia.  Hal ini dibenarkan oleh 
Kepala Jasa Raharja Cabang Kalbar AM Tawil yang dilansir oleh Tribun Pontianak.  Dia mengatakan bahwa dana santunan yang diberikan TUNAI alias cash hanya kepada korban meninggal dunia melalui ahli warisnya.

Jadi tidak ada Santunan Kecelakaan yang diberikan secara TUNAI alias cash kepada korban kecelakaan (Darat, Laut dan udara) KECUALI korban Meninggal dunia, Santunan Kecelakaan Meninggal Dunia diberikan TUNAI (Cash) sebesar Rp.50.000.000 kepada ahli warisnya. 

Selain itu juga Santunan Kecelakaan juga ada proses vaidasi yang harus dilalui agar bisa diklaim oleh korban mulai dari melengkapi formulir yang telah disediakan dan dilengkapi, ada
 dokumen dan bukti-bukti untuk klaim yang sah dan lengkap dan harus lolos verifikasi kelayakan penerima Santunan kecelakaan.  Santunan Kecelakaan Bukan Santunan Aji Mumpung (Dari Berbagai Sumber)

Referensi  



No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog