Jual Milagros disini

Mengapa Orang Suka Korupsi

OPINI Asep Haryono

Sebab Orang Melakukan Korupsi
Sebagai orang awam tentunya apa yang saya sampaikan di sini adalah sebatas apa yang sudah saya ketahui dan baca mengenai hal itu.  Saya bukan ahli hukum pidana atau perdana, bukan siapa siapa.  Saya hanya blogger saja. Jadi izinkan saya menyampaikan pandangan dan pendapat saya.    Mengapa orang suka sekali melakukan korupsi?

  1. Ingin cepat Kaya.   Orang mau kaya raya adalah sah sah saja. Wajar. Namanya manusia tentu punya sisi manusiawinya yakni ingin sejahtera dan atau kaya raya.  Saya pun begitu.  Saya juga mau kaya.  Banyak yang suka menjadi kaya.   Namun pertanyaannya ada 2.  Pertama, kaya apanya, dan kedua cara mencapai kaya itu seperti apa?  Kaya hati juga bisa dikatakan kaya.  Kaya ilmu.  Nah untuk kaya harta juga ada dan banyak dimana mana.  Tinggal cara mencapai kekayaan itu apakah dengan cara  yang tidak baik atau ada sebab lain.  Dapat warisan dan anda langsung jadi kaya juga sah sah saja.  Setiap orang berhak untuk jadi kaya.
  2. Memperkaya Orang Lain.  Dan ini juga  termasuk salah satu motif para pelaku tindak pidana korupsi. Pelaku melakukan kegiatan korupsi tidak untuk dirinya sendiri, melainkan untuk memperkaya orang lain.  Walaupun sebenarnya substansinya sama yakni meomperkaya diri hanya saja melalui perantaraan orang lain.  Kita tidak pernah tau apakah ada deal deal tertentu.  Bisa saja untuk maksud pencucian uang.  Nama orang dipinjam atau dipakai karean sejatinya untuk sipelaku sendiri.
  3. Bosan Hidup Miskin.  Kemiskinan adalah musuh kita bersama. Sebenarnya setiap orang itu tidak miskin secara fisik.   Banyak yang menganggap justru mental kita yang sebenarnya yang miskin.  Tidak ada orang yang miskin kecuali yang bersangkutan bermental miskin.  Jika bermental kaya, orang itu akan berbuat positif untuk kemajuan dan kebaikannya sendiri. Jadi jika ada orang kaya yang sombong dan kikir, walaupun ini juga  termasuknya haknya untuk sombong, adalah orang yang miskin mentalnya.
  4. Kebiasaan.   Apakah korupsi itu menjadi kebiasaan atau gaya hidup seseroang? perlu ada penelitian terhadapnya.  Namun jika orang sudah biasa melakukan "korupsi" pada hal hal abstrak seperti waktu, bisa berpotensial menjadikannya kepada korupsi benda bahkan uang.  Waktu saja bisa dikorupsi padahal waktu adalah benda yang tidak dapat dipegang apalagi dibelanjakan.  Namun kebiasaan tidak baik ini bisa berpotensi menjadi besar hingga mengarah kepada korupsi uang.
Illustrasi Korupsi. Gambar dari Internet
Illustrasi Korupsi. Gambar dari Internet

Nama Baik Keluarga Dipertaruhkan
Yang lebih diperhatikan di sini buat para calon koruptor agar berpikir dua kali untuk melakukan tindak pidana korupsi , baik korupsi uang perusahaan, korupsi  uang negara sampai korupsi uang orang tua.  Apa pun labelnya, korupsi adalah perbuatan yang tidak baik dan terancam hukuman pidana penjara dan juga perdata.    Dahulu koruptor bisa mengembalikan kerugian negara yang dikorupsinya bebas. Kini tidak bisa.  Uang negara dikembalikan, dan pelaku tetap diproses hukum,

Anak anak tentu akan menjadi korban bully.  Mereka tentu akan malu disekolahnya menjadi bahan ejeken dan bully karena orang tuanta tersangkut perkara korupsi dan wajahnya muncul di surat kabar dan televisi.  Bangga? Tentu saja tidak. Sayangnya muncul bak selebriti itu bukan karena prestasi namun karena korupsi. 

Siapa pun pasti akan malu memiliki anggota kelurga yang tersankut korupsi menjadi viral se Indonesia.   Ujung ujungnya sang anak enggan bersekolah karena di ejek teman temannya. Anak anak bisa saja pindah sekolah. Sebenarnya tidak ada hubungannya. Yang korupsi bapaknya, anaknya tidak. Tidak bisa "dosa" bapaknya yang korupsi "turun" ke anak anaknya yang tidak tau apa apa. Tidak ada "dosa" turunan atau diwariskan kepada anak cucu.    Hanya saja nama buruk keluarga menjadi taruhannya jika anda korupsi dan ditahan KPK.

Belum lagi bayangan di penjara bertahu tahun karena korupsi. Susana dinginya sel tahanan yang tidk seberapa besar itu dihuni oleh lebih dari satu orang, bukanlah bagaikan "neraka" dunia yang harus dirasakan oleh para koruptor yang sudah mendapat keputusan hukum yang tetap dan dijebloskan kedalam tahanan penjara.   Semua diperlakukan sama, tanpa pandang bulu. Mulai dari pejabat hingga ke daerah, jika sudah berada di dalam tahanan semua diperlakukan sama.   Jadi pikir pikir dahulu sebelum anda punya niat untuk korupsi. (Asep Haryono)



1 comment:

  1. Tidak hanya karena ada niat dari pelakunya tapi juga karena adanya kesempatan :D

    ReplyDelete

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog