Jual Milagros disini

Kenangan Jaman Kuliah Part One - Memilih UNTAN Pontianak

Catatan Asep Haryono

Saya tercatat sebagai salah mahasiswa di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura angkatan 1990/1991.  Seingat saya saat saya masuk pertama kali di semester I jurusan saya waktu iitu adalah PDU atau kepanjangan dari Pendidikan Dunia Usaha – Koperasi. Sebab saat itu saya maunya keterima dahulu baru kemudian pindah jurusan yan saya idam idamkan yakni Program Studi Bahasa Inggris – FPBS Bahasa Inggris.

Alasannya karea saya pernah sekali tidak lulus UMPTN 89 (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri) yang saat itu saya memilih kampus papan atas yang pertama adalah Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung jurusan Bahasa Inggris dan yanh kedua kalau tidak salah adalah IKIP Jakarta dengan jruusan yang sama. Konon strategi saya itu kacau. Jika memilih jurusan pertama adalah masuk kelompok kampus elit, maka jurusan kedua harus setingkat atau beberapa tingkat di bawahnya.


AKTIVIS :  Selain kuliah saya juga aktif di berbagai kegiatan kampus dan diluar kampus seperti di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabanh Pontianak. Dokumentasi tahun 1990an. Foto Istimewa
AKTIVIS :  Selain kuliah saya juga aktif di berbagai kegiatan kampus dan diluar kampus seperti di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabanh Pontianak. Dokumentasi tahun 1990an. Foto Istimewa


Berbekal takut tidak lulus pada UMPTN 90 itula saya menerapkan strategi sekaligus yakni ambil kampus di luar jawa dengan jurusan apa saja yang banyak nerimanya. 

Kampus yang saya pilih waktu itu adalah memang Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak karena beberapa angkatan saya dari SMA Negeri 2 Bekasi banyak yang sudah terdaftar di sana. Jadi kalau keterima kan ada teman.  Seingat saya waktu itu Gubernur Kalbar dipegang oleh Bapak Parjoko Suryokusumo, dan Pontianak amat sering dilanda kebakaran. Itu saja  yang saya rasakan dan ketahui waktu itu.

Sekedar informasi saja setelah saya gagal atau tidak lulus pada UMPTN 1989 – selama setahun full saya belajar kembali soal soal UMPTN dan belajar lagi buka buka buku. Saya belajar tiada kenal lelah. Belajar soa soal yang sudaj diujikan, latihan soal dan juga belajar dari buku buku nyaris selama setahun full.

Predikat “pengangguran” sebenarnya sudah  terasa sangat tidak menyenangkan.  Di bis kota, di rumah sahabat, di pasar di mana saja saya selalu belajar. Itu selama setahun lamanya. Saya disiplinkan diri belajar dengan jadual yang ditempel di dinding.

Alhamdulillah begitu ujian UMPTN 90 tiba, saya ujian di salah satu SMA di Jakarta.  Strategi saya jalankan dan Alhamdulilah lulus. Bahkan kartu Ujian UMPTN 90 saya masih memiliki fotokopinya. Sayang sekali surat kabar yang memuat nama saya ada dalam deretan yang lulus sudah hilang entah kemana.  Khusus lembaran soal MATEMATIKA saya kosongkan semua.

Bayangkan 30  soal saya kosongkan semua, alias tidak diisi sama sekali.  Saya asumsinya jika jawaban benar nilai 4, jawaban salah dikurang 1, tidak dijawab diberi nilai 0.  Jadi jika soal 30 tidak dijawan alias tidak dapat nilai sama sekali.  Yang jelas saya tidak dikurangi nilainya karena tidak ada jawaban yang salah di lembaran soal Matematika itu  (jelas karena tidak diisi sama sekali).

Dan ternyata entah kebetulan strategi ini jitu.  Alhamdullillah saya lulus pada pilihan pertama yakni Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak, sedangkan pilihan kedua adalah kampus UNIMED alias Universitas Negeri Medan di Sumatera Utara.  Saya tidak sempat berpikir atau membayangkan bagaimana jika benar benar lulus di pilihan kedua yakni di Medan.   Padahal saya juga sudah banyak mempelajari kehidupan mahasiswa di Medan sahabat pena saya yang saat itu sudah di kampus Politeknik Medan.

Almarhumah Ibu saya waktu itu sebenarnya tidak begitu gembira mendengar saya lulus dapat di luar jawa (Kalimantan). Namun sahabat sahabat sepermainan saya di komplek Inkopol seperti Sullu Ferdianto (mendapat di kampus UNDIP Semarang), dan Firman Jatnika (mendapat di kampus UNPAD Bandung).  Seingat saya sih saat saya ambil tes UMPTN 1990 dahulu saya tesnya juga di UNPAD Bandung Jl Dipati Ukur dengan Firman Jatnika.  Kami tinggalnya di rumah family di Gg Maleer Bandung (rumah mba Titi, istri dari Mas Toto, kakak kandung saya). (Asep Haryono)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog