Jual Milagros disini


Sutarmidji Ramah Tamah Dengan Peserta Konferensi CILS

Reportase Jurnalis Warga Asep Haryono

Mengenai tema yang diangkat dalam seminar ini adalah isu isu mengenai perbatasan ini sangat berkaitan erat dengan banyak hal berkenaan dengan spesiikasi khususnya dalam kapasitas bagaimana penegakan hukum terutama baik itu dalam kegiatan dalam law, terminology dan hukum internasional dan tentunya pelaksanaan konferensi ini menambah wawasan kita semua mudah mudahan akan memberikan masukan dan memberikan suatu urun rembuk kita kepada pemerintah khususnya pembanbungan di Kalimantan Barat yang berkaitan dengan perbatasan dapat memberikan suatu argumentasi tersendiri yanh berkaitan dengan penanggulan berbagai kejahatan baik dari sisi kejahatan yang bersifat internasional maupun nasional"
WELCOME DINNER : Acara gala diner para peserta konferensi CILS ke 8 Kerja sama FH UI dan FH UNTAN berlangsung sukses Senin malam (2/10/2017). Foto Asep Haryono

Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura hari Senin (2/10/2017) lalu berhasil menyelenggarakan sebuah konferensi Internasional tentang Studi Ilmu Hukum Internasional ke -8 bekerjasama dengan Center for International Law Studies (CILS) Universitas Indonesia yang acara pembukaan kegiatannya diselenggarakan di Gedung Rektorat Universitas Tanjungpura.  Hadir dalam konferensi tersebut antara lain 6 keynote speaker (pembicara) dari Belanda, Switzerland, Jepang dan Selandia Baru (New Zealand).

Se
laku tuan rumah, Universitas Tanjungpura, menghadirkan 
Rektor Universitas Tanjungpura, Prof Dr.H.Thamrin Usman DEA,  Dirjen Direktorat Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Dr Ius Dumoli Agusman, dekan fakultas hukum Universitas Indonesia Dr Topo Santoso, dan ketua Center for International Law Stu dies fakultas hukum Universitas Indonesia Prof Melda Kamel Ariatno SH LLM P.hd.

Acara ramah tamah dan welcome dinner juga sudah sukses di gelar Senin malam (3/10/2017) di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Pontianak yang berlokasi di jalan Abdurrahman Saleh atau lebih dikenal dengan sebutan BLKI itu.  Dalam acara perjamuan makan malam ini Rektor Universitas Tanjungpura tidak dapat hadir, dan diwakili oleh  
Dr Syarif Hasyim Azizurrahman SH. M.Hum.

"Saya menyampaikan salam dan permohonan maaf karena 
Rektor Universitas Tanjungpura  tidak dapat hadir bersama sama di acara welcome dinner ini karena ada kesibukan yang tidak dapat ditinggalkan " kata Syarif di awal sambutannya malam itu. Dia menambahkan bahwa Konferensi internasiona ini merupakan salah satu implementasi dari kerja sama antara Fakultas Hukum Universitas Indonesia  (UI) Jakarta dengan Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak yang sudah dibina beberapa tahun yang lalu.


 Kerja Sama Internasional

"Mengenai tema yang diangkat dalam seminar ini adalah isu isu mengenai perbatasan ini sangat berkaitan erat dengan banyak hal berkenaan dengan spesiikasi khususnya dalam kapasitas bagaimana penegakan hukum terutama baik itu dalam kegiatan dalam law, terminology dan hukum internasional dan tentunya pelaksanaan konferensi ini menambah wawasan kita semua mudah mudahan akan memberikan masukan dan memberikan suatu urun rembuk kita kepada pemerintah khususnya pembanbungan di Kalimantan Barat yang berkaitan dengan perbatasan dapat memberikan suatu argumentasi tersendiri yanh berkaitan dengan penanggulan berbagai kejahatan baik dari sisi kejahatan yang bersifat internasional maupun nasional" kata Dr Syarif.

Sementara itu dalam sambutannya, 
Prof Melda Kamel Ariatno SH LLM P.hd, menyebutkan betapa hukum Internasional bisa menyentuh apa pun yang ada sekarang ini.

“ saya sangat menghargai kehadiran para Aukland, Belanda, Jepang, Amerika, dan beberapa lainnya yang jauh dari Pontianak. Dekan Prof Topo tidak dapat datang karena ada , terima kasih atas fak hukum UI yang sudah lama bekerja sama dengan fakul Hukum Untan" kata Melda.




WALI KOTA PONTIANAK : Hadir wali kota Pontianak Sutarmidji hadir dan memberikan sambutannya dalam konferensi malam itu.  Foto Asep Haryono
WALI KOTA PONTIANAK : Hadir wali kota Pontianak Sutarmidji hadir dan memberikan sambutannya dalam konferensi malam itu.  Foto Asep Haryono


Melda menambahkan bagaimana akademik di Untan berusaha untuk mengembangkan ilmu hukum Internasional di Indonesia. Hukum internasional sering salah dipersepsikan dan bukan uu di langit, dan Hukum Internasional tidak ada yang tidak dapat disentuh, dan bagaimana kita bekerja sama untuk membeirkan pemahaman tentang Hukum Internasional di masyarakat.

Selain itu,tambah Melda, 
Ide walikota agar pembangunan tidak saja dinikmati oleh kota besar saja melainkan juga pembangunan di Indonesia. Tema yang diangkat juga bukan tema yang mendadak Karena permasalahan perbatasan dengan Negara tetangga Malaysia sudah lama dirasakan oleh Kalimntan Barat. Semoga saling pengertian akan tetap berlangsung abad, dan saya harap melalui seminar ini akan menjadi tolok ukur akan implementasinya di masa depan bukan saja dari pemerintah daerah saja melainkan untuk kita semuanya (Asep Haryono)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog