Jual Milagros disini

Ronde Jogja Nan Menghangatkan

Catatan Asep Haryono

WEDANG RONDE : Para alumni UGM kumpul dan  temu kangen juga sama Wedang Ronde yang sudah disediakan panitia malam itu. Foto Asep Haryono
WEDANG RONDE : Para alumni UGM kumpul dan  temu kangen juga sama Wedang Ronde yang sudah disediakan panitia malam itu. Foto Asep Haryono

Ada yang menarik saat saya hadir dalam acara Temu Kangen Alumni Universitas Gajah Mada (UGM Jogjakarta atau biasa disingkat dengan KAGAMA cabang Kalimantan Barat baru baru ini di Lantai III Gedung Rektorat Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak tanggal 1 Oktober 2017 kemarin  salah satunya hidangan yang disedikan panitia penyelenggara sajian khas kuliner Yogya, wedang Ronde.

Apa kalian pernah mencicipi salah satu kuliner khas Yogya yang bernama Wedang Ronde ini? Bagi para alumni Yogyakarta yang sekarang berkarya di Pontianak dan Kalbar secara umum pasti kangen sama menu kuliner murah meriah khas Yogya yang bernama Wedang Ronde ini.  Ada banyak terlalu kenangan serta memory yang terlintas dalam benak para alumni UGM yang kini banyak menetap di Kalimantan Barat terhadap kuliner wedang Ronde ini.


Disamping memang cita rasanya yang Ngangenin sama kota Gudeg Yogyakarta, para alumni UGM di Kalbar kumpul malam itu dalam acara Temu Kangen para Alumni UGM di Kalbar dalam wadah KAGAMA KALBAR seolah menjadi perekat antara satu alumni dengan alumni lainnya.  Mereka saling bercengkerama, bersenda gurau, bercerita nostalgia saat mereka banting tulang belajar giat saat menuntut ilmu di kota Gudeg Yogyakarta.

Apa saja yang ada di dalam segelas Wedang Ronde itu?  Kalau dibayangkan agak susah ya karena yang namanya Kuliner mau tidak mau harus dicoba dahulu barulah bisa diberikan komentar dan kesan kesannya.  Saya sudah beberapa kali mencoba Wedang Ronde ini baik saat berlibur di Kota Jogjakarta sebulan lamanya beberapa waktu yang lalu atau menikmati Wedang Ronde di Angkringan Jogja  yang juga banyak ditemui di beberapa sudut di kota Pontianak ini. 




Mirip Sekoteng
Dalam konteks cita rasa memang relatif.  Artinya rasa yang dicoba oleh seseorang bisa jadi berbeda cita rasanya bagi orang lain. Segelas Wedang Ronde kalau saya amati isi (konten) nya mempunyai kemiripan yang amat tinggi dengan Sekoteng Banten atau Sekoteng Jakarta.  Baik Sekoteng dengan Wedang Ronde, antara keduanya memang menggunakan air jahe sebagai sajian utama

Dalam segelas Wedang Ronde ada komponen kacang hijau, suir suiran kecil roti tawar yang dibentuk seukuran dadu dadu kecil, cenil yang berwarna warni atau kolang kaling, sweet condensed milk atau susu kental manis biasanya susu putih dan juga air jahenya. Namun perbedaan yang utama terletak pada bola bola ketannya yang khas dan harus ada dalam setiap sajian Wedang Ronde. Mau disajikan dan di santap saat hujan, di saat malam bahkan siang hari pun segelas Wedang Ronde akan selalu menghadirkan keceriaan dan kehangatan.

Untuk menikmat sensasi nikmat Wedang Ronde, sebaiknya disajikan dalam keadaan panas atau hangat.  Sebenarnya ini juga relatif karena selera orang berbeda beda.  Jadi jika sahabat terbiasa menyajikan Wedang Ronde dalam keadaan tidak panas atau tidak hangat ya silahkan.  Namun sangat jarang saya mendengar orang menikmati segelas Wedang Ronde dalam keadaan dingin atau diberikan es batu.  Ini memang jarang, tapi kembali kepada "pasal pasal" urusan selera.  Mau diapain si Wedang Ronde terserah anda semua. (Asep Haryono)

2 comments:

  1. Semalam baru beli wedang ronde yang ada bola-bolanya plus kacang. Kok ya pas banget, wah ini wedang Ronde bisa mendunia nih.
    Seger-seger, bikin badan anget.

    ReplyDelete
  2. Wahiyaa aku baru ngeh kalau wedang ronde itu mirip-mirip sama sekoteng. Kalau di bogor, sering nemunya yaa sekoteng sih :D
    Duh baca Jogja, jadi kangen ke Jogja hehe

    ReplyDelete

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog