Jual Milagros disini


Jaga Anak Anak Kita Saat Di Keramaian

KETEMU : Seorang anak yang diduga lepas dari pengawasan orang tuanya saat berlangsungnya Subuh Akbar di Masjid Raya Mujahidin berhasil dipertemukan kembali dengan orang tuanya. Foto Asep Haryono
KETEMU : Seorang anak yang diduga lepas dari pengawasan orang tuanya saat berlangsungnya Subuh Akbar di Masjid Raya Mujahidin berhasil dipertemukan kembali dengan orang tuanya. Foto Asep Haryono

Ada yang menarik saat berlangsungnya agenda Subuh Akbar Kalbar yang diselenggarakan di Masjid Raya Mujahiddin Pontianak ahad pagi 10 September 2017 lalu yang menghadirkan Syeikh Mohammad Mustafa Abd Shat, Ulama Muda dari Palestina.  Saat acara sudah selesai sekitar pukul 07.30 WIB, hinggar binggar para jamaah yang akan meninggalkan acara Subuh Akbar bersamaan dengan mereka yang ingin berswa foto dengan sang Ustad dari Palestina itu suasana memang ramai. 

Orang kesana kemari.  Dari keramaian itulah terdapat anak yang kehilangan rombonganya. Sang anak berhasil ditemukan oleh pengurus Masjid Raya Mujahiddin dan Alhamdulillah sang anak berhasil dipertemukan kembali dengan orang tuanya. Saya sempat mengambil gambar sang bocah yang akhirnya jumpa dengan orang tuanya itu.  Lihat foto yang saya unggah bersama artikel ini.  Apa hikmah atau pesan yang dapat kita petik dari kisah "anak hilang" ini?.

Saya masih ingat saat itu beberapa pengurus masjid sedang berusaha mengatur para jamaah Masjid Raya Mujahiddin Pontianak yang ingin berswa foto dengan sang Ustad, ditengah keramaian itulah ada anak yang berhasil diamankan oleh para pengurus Masjid Raya Mujahiddin dan langsung diumumkan melalui pengeras suara.  Tidak lama kemudian sang anak berhasil dipertemukan dengan orang tuanya, dan berhasil selamat tanpa kurang sedikitpun.

Sang anak tampak nyaris menangis , dan sang orang tua yang menjemputnya justru terlihat kesal dan terkesan menutup nutupi dengan langsung membawa sang anak keluar dari "kerumunan" orang orang dan bergegas pergi meninggalkan masjid  
 



Tanggung Jawab Orang Tua

Maraknya kasus penculikan anak di bawah umur memang masih merupakan ancaman bagi para orang tua.  Mungkin terlalu jauh cara berpikir kita tentang ini. Baiklah kita coba kerucutkan lagi akar masalahnya menjadi tanggung jawab orang tua dalam mengawasi anak anak mereka saat berada di tengah keramaian kini menjadi sorotan banyak pihak. 

Seperti dalam sebuah papan informasi dari Mapolda Kalbar yang saya lihat beberapa waktu lalu bertuliskan "Kelalaian Anda Celakanya Keluarga".  Konteks baliho ini memang bertema kecelakaan lalu lintas, namun jika kita berpikir jernih ini juga berlaku saat para orang tua mengajak anak anak mereka di keramaian seperti Mall, dan Pasar.

JIka para orang tua membawa anak anak mereka ikut serta di keramaian, seperti mengajaknya shopping (berbelanja), menonton bioskop, berenang di Kolam Renang, Jalan Santai, di pusat permainan anak komedi putar, atau dimana saja dimana ada keramaian atau banyak orang, waspadalah. Tingkatkan keperdulian terhadap keamanan, kenyamanan dan keselematan anak anak anda sendiri tanpa mengurangi keasyikan dan "me time" para orang tua sendiri. 

Salah satu hal yang paling umum dan yang sering dilakukan orang tua saat membawa anak anak mereka di keramaian pasar atau Mall adalah 
Orang Tua Asyik sendiri dengan Gawai  (handphone) dan anak anak pun terlepas pengawasan mereka.  Berbagai kasus kecelakaan yang menimpa sang anak karena orang tuanya malah sibuk sendiri dengan Gadget di tangannya. Mungkin sang mama atau papa asyik berkirim pesan, bersosial media dan terlupa mengawasi anak anak mereka.   Ini yang seharusnya dihindari.  Awasi anak anak anda saat mereka berada dalam keramaian seperti pasar, bioskiop , Mall dan lain sebagainta.

Bagaimana caranya agar bisa mengawasi anak anak kita saat mereka kita ajak mereka dalam keramaian seperti Mall, pasar, Bioskop seperti itu?. 

Ada beberapa kiat praktis namun juga perlu latihan dan kesabaran.  Yakni ajari anak anak kita untuk hafal nama lengkap, nomor Handphone, dan alamat rumah kedua orangtuanya.   Mungkin perlu latihan dan sang anak perlu diberikan pengertian karena bisa akansangat bermanfaat suatu saat nanti.  Ajari anak anak kita untuk bertanya kepada para petugas keamanan setempat seperti Polisi, satpam mall atau aparat keamanan lainnya. Para orang tua tentu tidak berharap anak anak mereka lepas atau tersesat di Mall, dan terpisah dari kedua orang tua yang mengawasinya.  Namun jika (itu) harus terjadi, anak anak sudah terlatih untuk menceritakan kepada petugas keamanan identitas kedua orang tuanya.

Terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah ajari anak anak kita untuk tidak mudah percaya kepada bujuk rayu dari siapa pun yang mendekati mereka dan yang tidak mereka kenali.  Tolak saja jika ada orang yang tidak mereka kenal yang datang untuk membawa mereka pergi.  Hal ini juga tidak kalah pentingnya agar kasus kasus penculikan anak yang sering terjadi belakangan ini bisa dihindari.  (Asep Haryono)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog