Jual Milagros disini


BURGER : Cemilan Yang (Tidak) Dianjurkan

Catatan Asep Haryono

Selera memang tidak dapat diperdebatkan begitu kira kira filosofi kuliner yang kerap mengemuka belakangan ini.  Kalau sudah berbicara selera, orang tidak akan berani kotak katik. 

Namun jika kritikannya diarahkan kepada persoalan gizi seimbang dan makanan sehat layak konsumsi maka makanan jenis burger yang saya coba bahas pada kesempatan kali ini menjadi layak untuk didiskusikan kembali.   Siapa saja boleh makan burger.  Siapa yang melarang orang suka Burger? Saya yakin tidak ada yang berani melarang larang/

Burger yang konon ada awal "penciptaannya" identik dengan makanan penuh gaya dari luar Indonesia.  Hidangan roti tungkuo dengan sajian isi berupa daging asap, tomat, mayones (maaf jika salah tulis-red), irisan bawang putih , lapisan lembaran keju , ditambah dengan baluran saos sambal atau saos tomat, sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern. 

Benarkah Burger kini sudah mulai ditinggalkan orang?   Kalau dalam pemantauan saya di Pontianak sendiri para penjual burger pinggir jalan seolah tidak mau kalah sama Burger kelas resto dan mempunyai brand terkenal.  Jangankan Burger, ayam goreng (fried chicken) pinggir jalan juga banyak. 

Saya memang bukan ahli nutrisi apalagi chef.  Sama sekali bukan. Jadi saya tidak akan membahas kandungan gizi atau detail dari sebuah Burger dari sisi nutrisi dan cara penyajian dan kandungan gizinya. 

Yang jelas mengkonsumsi Burger adalah selera seseorang dan selera itu selalu mendapat perlindungan.  Namun sungguhpun demikian, tulisan ini tidak serta merta mendukung atau merekomendasikan (burger) ini untuk dikonsumsi tanpa kendali.   Julukan sebagai Makanan Sampah (junk food) akan selalu melekat pada kuliner ini. Anda mau disebut gaya kalau  yang anda makan itu masuk katagori "makanan sampah"?   

Nama julukannya memang tidak menyenangkan, makanan sampah, tapi rasanya memang enak.  Rata rata burger memiliki sensasi yang berbeda sesuai dengan jenisnya mau burger yang kelas mahal atau "burger" umat alias burger apa adanya seperti  yang tampak dalam foto di dalam tulisan ini.    Salah satu fakta bahwa mengkonsumsi Burger (tidak) dianjurkan adalah kandungan KALORI nya yang besar sekali.  Tubuh manusia memerlukan kalori yang sesuai dengan kebutuhannya jadi jika terdapat Kalori yang berlebihan maka akan berdampak tidak baik untuk kesehatan.

Mengapa sepotong Burger punya kalori yang sangat tinggi? Coba saja amati. Burger misalnya yang sering dilengkapi dengan kentang terkandung sekitar 240 kalori ,  nah belum lagi unsur lainnya.  Sedangkan kebutuhan kalori untuk tubuh untuk pria dan waniti berbeda , 
Sekitar 2.500 kalori untuk pria. dan 2.000 kalori untuk wanita.  Belum lagi kandungan lemak, garam dan gula dalam burger yang sangat berpotensi menimbulkan obesitas atau kegemukan.  Jadi secara umum mengkonumsi Burger memang sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara berlebihan atau setiap hari.  (Asep Haryono)  


BURGER : Ada banyak macam makanan siap saji sejenis burger yang beredar di pasaran yang semuanya menawarkan sensasi yang berbeda.  Foto Asep Haryono
BURGER : Ada banyak macam makanan siap saji sejenis burger yang beredar di pasaran yang semuanya menawarkan sensasi yang berbeda.  Foto Asep Haryono


No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog