Jual Milagros disini

Menakar Kesuksesan Kampanye Gerakan Nasional Revoulsi Mental

ONLINE : Kini setiap orang bisa berbagi informasi ke dunia maya. Waspada postingan mu   Foto Asep Haryono
ONLINE : Kini setiap orang bisa berbagi informasi ke dunia maya. Waspada postingan mu   Foto Asep Haryono


Menakar Kesuksesan Kampanye Gerakan Nasional Revoulsi Mental
Dalam Pemanfaatan Sosial Media Oleh Masyarakat
Oleh Asep Haryono*

Dalam Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) Melalui Media Sosial Bersama Pelajar dan Netizen di Pontianak 18-20 September 2017 lalu memberikan banyak pencerahan dalam Penggunaan sosial media di kalangan generasi Millennial sekarang ini sebagai sebuah keniscayaan bahwa anak muda di era teknologi informasi yang semakin massif dan besifat jurasik  ini sudah tidak dapat dibendung lagi.  Anak anak muda dengan segala kreatifitas serta masalah yang dihadapinya tidak terlepas dari sumbangsih teknologi yang sudah mewarnai generasinya. 

Jika anda bertanya apakah anak anak remaja sekarang sering membaca surat kabar atau Koran?  Saya yakin sebagian besar jawabannya adalah “tidak” atau “jarang”.  Anak anak generasi Milenials sekarang ini memang tidak semua yang tidak perduli akan masalah bangsa saat ini, namun sebagian lagi dari mereka lebih paham Facebook, Twitter, Linkedin, Tumbler, Youtube hingga perangkat komunikasi pandang dengar dengan menggunakan Gawai (baca Gadget).  Boleh percaya boleh saja tidak, dan anda bisa membuktikan sendiri pada anak remaja atau remaja atau pelajar seklah di lingkungan anda.

Sosial Media seperti seperti sudah menjadi Giant Killer atau Pembunuh Raksasa media mainstream seperti majalah, Koran atau surat kabar yang berbasis kertas.  Kini dengan sebuah Gawai di tangan , setiap orang bisa dengan mudahnya berbagi informasi kepada dunia seketika itu juga.  Informasi yang seperti apakah yang dibagikannya kepada dunia terpulang kepada setiap individu yang melakukannya.  Kita tidak mungkin melarang larang seseorang untuk tidak mempublikasikan swafoto (Selfie) dirinya di sosial media.  Tentu saja tidak.


Undang Undang Teknologi dan Informatika (ITE) yang digadang gadang akan mampu membendung informasi yang menyesatkan, mencegah menyebarnya informasi HOAX, ujarang kebencian dan masih banyak laginya di satu sisi dianggap mumpuni dalam meminimalisir dampak negative dari pemanfaatan sosial media oleh masyarakat, namun disisi yang lain, oleh sebagian masyarakat, justru dianggap memberangus dan atau membungkam kebebasan berpendapat berekspresi.


Di sinilah makna hakiki tujuan dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang diharapkan mampu membina dan memperbaiki karakter bangsa Indonesia menjadi lebih baik.  Bagaimana upaya kita untuk melakukan perubahan dalam cara berpikir, cara kerja dan cara hidup sesuai dengan karakter bangsa yang berintegritas, beretos kerja dan bergotong royong untuk mewujudkan tujuan nasional bangsa Indonesia yakni Indonesia yang berdaulat, berdikari dan kaitannya dengan pemanfaatan Sosial Media di masyarakat

Persoalan Mental Bangsa Indonesia  
Secara sederhana yang dimaksud dengan pembangunan karakter bangsa Indonesia yang berintegritas itu artinya adalah karakter kepribadian bangsa yang jujur dan dapat dipercaya.  Karakter yang beretos kerja itu artinya adalah karakter bangsa yang mandiri, pekerja keras dan penuh gagasan atau inovasi.  Sedangkan karakter bangsa yang bergotong royong itu dimaksudkan adalah untuk saling bekerja sama, punya rasa toleransi yang tinggi dan rasa solidaritas.


Kesuksesan kampanye Geakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) dalam pemanfaatan sosial media sangat tergantung akan peran serta masyarakat serta komponen berbaga elemen masyarakat dalam memberikan edukasi kesantunan dalam memanfaatkan sosial media bagi masyarakat sekaligus membantuk karakter bangsa Indonesia yang berintegritas, beretos kerja dan bergotong royong.


Pengguna internet di Indonesia sampai pada tahun 2014 sudah mencapai 82 juta orang (sumber Kominfo) dan menempatkan Indonesia di peringkat ke 4 terbesar di dunia dalam memanfaatkan sosial media setelah Amerika Serikat, Brazil dan India. Dengan hanya bermodalkan sebuah gawai (gadget) berteknologi telepon pintar, kini setiap orang dari segala usia, bisa menjadi apa saja dan siapa saja, dan berbagi informasi ke seluruh dunia.





Persoalan timbul jika konten yang disebarkannya itu melukai hati dan perasaan orang lain yang pada akhirnya berbuntut panjang hingga memasuki ranah hukum. Banyak orang yang karena kebebasan berekspresinya di sosial media dianggap mencemarkan nama baik seseorang dan dilaporkan ke Polisi hingga mendekam di sel tahanan.  Apakah ada aturan baku dalam pemanfaatan sosial media agar bisa dipahami dan dipelajari oleh masyarakat?


Tentu saja ada rambu rambu yang harus dijaga agar jangan ditabrak hingga berpotensi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Justru persoalan Mental masyarakat lah kita yang seharusnya menjadi fokus utama kita dalam upaya kita menyukseskani gerakan nasional revolusi mental ini.


Pesan berantai yang tidak jelas disertai dengan ancaman jika tidak disebarluaskan menjadi isu yang hangat belakangan ini. Dimanakah korelasinya jika tidak diteruskan atau tidak disebarkan informasinya lalu akan berakibat kematian? Sungguh nalar yang tidak dapat menerima.  Namun faktanya sebagian masyarakat dengan mudahnya ikut terbawa emosi hingga menjadi agen penyebar informasi  yang tidak dapat dijamin keakuratan   dan kebenarannya.   Di sinilah tanggung jawab para pelaku sosial media untuk merangkul dan menjelaskannya betapa informasi HOAX semacam itu bisa sangat merugikan banyak orang.


Bangun dari tidur atau akan segera beranjak ke peraduan lalu memposting foto dirinya dan disebar di facebook. Kira kira apa manfaatnya dengan memposting swafoto seperti ini? Haruskah dilarang?  Tentu saja tidak.  Sosial media adalah milik setiap orang, tinggal terpulang kepada mental masing masing individu dalam menggunakan sosial media sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya. Namun dalam pandangan saya justru konten yang berpotensi menimbulkan kegaduhan atau bermuatan SARA, kekerasan dan pornography atau pornoaksi itulah yang harus dijaga jangan sampai terjadi.  Ancaman pidananya pun tidak main main.


Waspada Pada Postingan mu
Masyarakat harus disadarkan bahwa kebebasan berekspresi di sosial media selain merupakan hak asasi warga negara yang dijamin kebeasannya dalam Undang Undang namun di sisi lain media sosial adalah termasuk dalam ranah ruang publik yang tentu saja kita semua terkait dengan peraturan, norma, dan hukum yang berlaku.  Kita tidak boleh mengumpat , menghina, dan menyebarkan kebencian kepada orang lain.


Undang Undang 11 Tahun 2008 tentang Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diubah dengan Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 melarang perbuatan Kesusilaan, Perjudian, Penghinaan, dan Pemerasan (Pasal 27),  Berita Bohong dan SARA (Pasal 28), serta Ancaman Kekerasan (Pasal 29).  Ancaman hukuman pidananya pun tidak main main.  Ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun dan atau denda maksimal Rp.750.000.000 (pasal 45).


Bersosial media di internet memang mengasyikan dan bisa menjadi branding diri kepada dunia maya namun demikian ada banyak hal hal yang semestinya diperhatikan agar sosial media selain digunakan sebagai sarana hiburan dan pencitraan diri juga bisa bermanfaat dan berbuah kebaikan baik untuk diri sendiri dan untuk kebaikan masyarakat.   Jika ingin memposting pendapat atau komentar pastikan (komentar atau pesan) itu tidak menjelekkan pihak tertentu sehingga terhindar dari kasus pencemaran nama baik.


Jika menggunakan sosial media untuk mencari teman baru atau memperluas koneksi untuk memperlancar usaha agar tidak terlalu terbuka dalam mencantumkan identitas diri seutuhnya seperti nomor rekening, KTP, alamat rumah yang berpotensi bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Gunakan jalur private (rahasia) secara langsung kepada yang bersangkutan


Sosial media bisa menaikkan orang setinggi langit dan bisa menenggelamkan orang sedalam lautan. Waspada pada postingan mu. Bijaklah dalam memanfaatkan sosial media dan santunlah dalan bertutur kata.  (Asep Haryono)

Referensi


  • Undang Undang Informasi dan Traksaksi Elektronik - https://id.wikipedia.org/wiki/Undang-undang_Informasi_dan_Transaksi_Elektronik
  • Apa Itu Sosial Media - http://www.unpas.ac.id/apa-itu-sosial-media/
  • Bijak Dalam Menggunakan Sosial Media - https://student.cnnindonesia.com/inspirasi/20160610132329-322-137180/bijak-dalam-menggunakan-media-sosial/
  • Apa Itu Generasi Millennial? - http://www.jurnalcowok.com/2016/04/apa-itu-generasi-millennial.html


*Asep Haryono
Blogger – Internet Marketter
Komplek Duta Bandara Blok C6/14
WA : 08977749155

Blog : www.simplyasep.com



No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog