Jual Milagros disini

KEMENKO PMK Gelar Diskusi Sosial Media Bersama Pelajar Dan Netizen

Jurnalis Warga - Asep Haryono

Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (KEMENKO PMK) Jakarta baru saja menggelar Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) Melalui Media Sosial Bersama Pelajar dan Netizen di ASTON Pontianak tangga 19 September 2017 lalu.  Ada banyak hal yang positif yang dapat penulis petik dari pertemuan malam itu yang memberikan banyak pencerahan dalam Penggunaan sosial media di kalangan generasi Millennial sekarang ini.  Para pelajar, Lembaga Swadaya Masyarakat, Blogger,  Mahasiswa dan tentunya para Netizen Kalimantan Barat serta  Umum sangat antusias mengikuti diskusi dan tanya jawab ini.  Seperti apa keseruannya berikut catatannya.

Persoalan Mental Bangsa Indonesia
"GNRM menjadi agenda utama dalam membangun dan memperbaiki karakter bangsa Indonesia karena sangat berkaitan erat dengan pembangunan manusia seutuhnya sesuai dengan visi dan Misi yang diamanatkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan program NAWACITA nya serta didukung oleh INPRES nomor 12 tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang terdiri atas Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib dan Gerakan Indonesia Mandiri" 
 Kata Iwan Eka Setiawan, Kabid Humas Kemenko PMK.

Dalam implementasinya, kata Iwan Eka Setiawan, pelaksanaan kampanye GNRM ini tidak selalu vertikal dari Pemerintah kepada masyarakat, melainkan memerlukan kerja sama dan partisipasi horizontal dalam bingkai gotong royong yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas, pemerintah pusat dan daerah untuk terus bekerja sama dan berkoordinasi dalam menyukseskan program Revolusi Mental dalam membentuk karakter bangsa yang berintegritas, ber etos kerja positif dan bergotong royong melalui peran aktif dari berbagai komponen masyarakat termasuk para pelajar dan Netizen Kalimantan Barat

"Sebagai sebuah keniscayaan bahwa anak muda di era teknologi informasi yang semakin massif dan besifat jurasik, dampak positif dan Negatif dari pemanfaatan sosial media  sudah tidak dapat dibendung lagi.  Anak anak muda dengan segala kreatifitas serta masalah yang dihadapinya tidak terlepas dari sumbangsih teknologi yang sudah mewarnai generasinya" tambah Iwan.

"Jika anda bertanya apakah anak anak remaja sekarang sering membaca surat kabar atau Koran?  Saya yakin sebagian besar jawabannya adalah “tidak” atau “jarang”.  Anak anak generasi Milenials sekarang ini memang tidak semua yang tidak perduli akan masalah bangsa saat ini, namun sebagian lagi dari mereka lebih paham Facebook, Twitter, Linkedin, Tumbler, Youtube hingga perangkat komunikasi pandang dengar dengan menggunakan Gawai (baca Gadget).  Boleh percaya boleh saja tidak, dan anda bisa membuktikan sendiri pada anak remaja atau remaja atau pelajar sekolah di lingkungan anda" pungkas Iwan Eka Setiawan.

DISKUSI : Para pemateri Temu Wicara Kampanye Gerakan Nasional Revolusi Mental dengan Pelajar dan Netizen di ASTON Pontianak tanggal 19 September 2017 yang lalu. Foto Asep Haryono
DISKUSI : Para pemateri Temu Wicara Kampanye Gerakan Nasional Revolusi Mental dengan Pelajar dan Netizen di ASTON Pontianak tanggal 19 September 2017 yang lalu. Foto Asep Haryono


Video singkat yang merekam semaraknya sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM)  Kemenko PMK  bersama Para Pelajar dan Netizen di ASTON Pontianak tanggal  19 September 2017 pukul 20.00 WIB sampai 22.00 WIB malam.  Video Recorded by Asep Haryono - Jurnalis Warga


Keynote Speaker
lainnya Dwi Wahyudi, Relawan TIK Kalimantan Barat mengatakan bahwa Undang Undang Teknologi dan Informatika (ITE) yang digadang gadang akan mampu membendung informasi yang menyesatkan, mencegah menyebarnya informasi HOAX, ujarang kebencian dan masih banyak laginya di satu sisi dianggap mumpuni dalam meminimalisir dampak negative dari pemanfaatan sosial media oleh masyarakat, namun disisi yang lain, oleh sebagian masyarakat, justru dianggap memberangus dan atau membungkam kebebasan berpendapat berekspresi.

"Apakah itu HOAX?, padahal tidak semua berita HOAX itu salah, dalam survey terbaru HOAX diklasifikasikan dalam berbagai bentuk yakni berita bohong, berita yang menghasut, berita yang tidak akurat , berita ramalan, serta berita yang menyudutkan" kata Dwi Wahyudi





Kabid Humas RTIK Indonesia Geri Sugiran mengatakan hakiki tujuan dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang diharapkan mampu membina dan memperbaiki karakter bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

"Bagaimana upaya kita untuk melakukan perubahan dalam cara berpikir, cara kerja dan cara hidup sesuai dengan karakter bangsa yang berintegritas, beretos kerja dan bergotong royong untuk mewujudkan tujuan nasional bangsa Indonesia yakni Indonesia yang berdaulat, berdikari dan kaitannya dengan pemanfaatan Sosial Media di masyarakat" tambah Geri Sugiran

Waspada Pada Postingan mu.

Ketiga pemateri dalam Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental malam itu sepakat bahwa masyarakat harus disadarkan bahwa kebebasan berekspresi di sosial media selain merupakan hak asasi warga negara yang dijamin kebeasannya dalam Undang Undang namun di sisi lain media sosial adalah termasuk dalam ranah ruang publik yang tentu saja kita semua terkait dengan peraturan, norma, dan hukum yang berlaku.  Kita tidak boleh mengumpat , menghina, dan menyebarkan kebencian kepada orang lain.

Iwan Setiawan menambahkan dalam Undang Undang 11 Tahun 2008 tentang Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diubah dengan Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 melarang perbuatan Kesusilaan, Perjudian, Penghinaan, dan Pemerasan (Pasal 27),  Berita Bohong dan SARA (Pasal 28), serta Ancaman Kekerasan (Pasal 29).  Ancaman hukuman pidananya pun tidak main main.  Ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun dan atau denda maksimal Rp.750.000.000 (pasal 45).

"Ada banyak cara untuk mendeteksi HOAX salah satunya adalah dengan mencek kebenaran berita itu dengan mencek berita itu dengan media lainnya yang memuat informasi yang sama" kata Iwan Eka Setiawan.

RELAWAN TIK : Penulis berfoto bersama salah satu keynote speaker , Relawan TIK Provinsi Kalbar Dwi Wahyudi yang juga CEO Bloggerborneo yang kondang bagi komunitas blogger Pontianak. Foto Istimewa
RELAWAN TIK : Penulis berfoto bersama salah satu keynote speaker , Relawan TIK Provinsi Kalbar Dwi Wahyudi yang juga CEO Bloggerborneo yang kondang bagi komunitas blogger Pontianak. Foto Istimewa

Bersosial media di internet memang mengasyikan dan bisa menjadi branding diri kepada dunia maya namun demikian ada banyak hal hal yang semestinya diperhatikan agar sosial media selain digunakan sebagai sarana hiburan dan pencitraan diri juga bisa bermanfaat dan berbuah kebaikan baik untuk diri sendiri dan untuk kebaikan masyarakat.   Jika ingin memposting pendapat atau komentar pastikan (komentar atau pesan) itu tidak menjelekkan pihak tertentu sehingga terhindar dari kasus pencemaran nama baik.

"Jika menggunakan sosial media untuk mencari teman baru atau memperluas koneksi untuk memperlancar usaha agar tidak terlalu terbuka dalam mencantumkan identitas diri seutuhnya seperti nomor rekening, KTP, alamat rumah yang berpotensi bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Gunakan jalur private (rahasia) secara langsung kepada yang bersangkutan" pungkas Iwan Setiawan.  (Asep Haryono)






2 comments:

  1. Termasuk saya yang lebih suka membaca timeline media social daripada surat kabar. Lebih asek dan lebih menyenangkan.

    ReplyDelete
  2. Wah, tulisannya cakep banget Kang. Nuhun yak... ;-)

    ReplyDelete

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog