Jual Milagros disini

BSFR Kelas II Pontianak Gelar Hari Bhakti Postel Ke 72

Kepala dan staf Balai Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Pontianak berfoto bersama di kantor Balmon Kelas II Pontianak dalam rangka Hari Bakti Postel ke 72 (27/9) pagi. Foto Asep Haryono
Kepala dan staf Balai Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Pontianak berfoto bersama di kantor Balmon Kelas II Pontianak dalam rangka Hari Bakti Postel ke 72 (27/9) pagi. Foto Asep Haryono

Reportase Asep Haryono

Balai Spektrum Frekuensi Radio Klas II Pontianak tadi pagi (27/9) memperingati Hari Bhakti Postel yang ke 72 yang mengambil tema "Kerja Bersama Mewujudkan Masyarakat Digital Indonesia" di halaman kantor Balai Spektrum Frekuensi Radio Klas II di Jalan Supadio Kubu Raya.

"Salah satu keseriusan pemerintah untuk bergerak cepat dalam era digitalisasi adalah ditandatanganinya Peraturan Presiden Nomor 74  Tahun 2017 tentang pentajalan sistem perdagangan nasional berbasis elektronik tahun 2017-2019 pada tanggal 21 Juli 2017 oleh Presiden Joko Widodo, dan pemerintah memandang perlu untuk mendorong percepatan dan pengembangan sistem perdagangan nasional berbasis elektronik, usaha pemula (start up), pengembangan usaha, dan percepatan logistik yang garis besarnya juga telah diserap menjadi roh Paket Kebijaksanaan Ekonomi XIV yang diluncurkan pada bulan November 2016" kata Siti Hapsah Roy Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Kubu Raya membacakan sambutan Menteri Komunikasi Dan Informatika Rudiantara,  

Siti menambahkan bahwa pihaknya hanya sebatas pada pengendalian terhadap seluruh pengguna frekuensi radio untuk diawasi yang berada diwilayah kerjanya di seluruh Kalimantab Barat.

Pemerintah kata Siti hendak menetapkan acuan "visi 2020" yaitu menjadi negara yang terkemuka dalam ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2020 nanti dan Pemerintah menargetkan bisa tercipta 1000 technopreneurs dengan nilai ekonomi digital mencapai 130 milliar dollar AS pada tahun 2020.

"Ada tujuh isu strategis yang menentukan keberhasilan pembangunan ekonomi digital yaitu bagaimana mendanai usaha pemula, perpajakan , perlindungan konsumen , pendidikan dan sumber daya manusia, logistik, infrastruktur telekomunikasi dan keamanan siber" kata Siti.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Siti Hapsah Roy itu juga disebutkan proyek Palapa Ring untuk menopang aspek infrastruktur telekomunikasi, khusus di daerah yang tidak baik secara bisnis atau keuangan oleh operator telekomunikasi, sudah mulai dibangun.  Ini artinya, tambah Siti , Palapa Ring paket Barat direncanakan akan beroperasi akhir kuartal pertama tahun 2018 saat ketiga paket selesai, maka 57 Kabupaten Kota yang selama ini belum terlayani oleh layanan pita lebar, ditambah interkoneksi ke 28 kabupaten kota akan ikut menikmati internet cepat seperti di kota kota lain di tanah air.


"Konsekuensinya akses dan paparan terhadap internet in membutuhkan kesiaoan dan peningkatan tingkat literasi masyarakat di daerah daerah tersebut dan di negeri ini pada umumnya" kata Siti.

Menteri Komunikasi dan Informatika, kata Siti , sudah melihat institusi seperti PT Pos Indonesia pun memiliki peluang besar untuk ikut terlibat dalam hinggar binggar digitalisasi ini, dengan amanat Perpres Nomor 74 Tahun 2017 tersebut maka PT Pos Indonesia didorong untuk melakukan transformasi bisnis menjadi perusahaan yang modern dan berdaya saing tinggi, maka arah PT Pos Indonesia ke depan adalah memasuki bisnis logistik dan menjadi bagian dari sistem perdagangan berbasis elektronik tersebut.





Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Jaringan luas yang sudah dimiliki oleh PT Pos Indonesia, tambah Siti , juga sangat menguntungkan untuk menggelar layanan transaksi keuangan untuk mengimbangi pesatnya kemajuan teknologi finansial, dengan melayani transaksi keuangan, PT Pos Indonesia berkontribusi dalam akselerasi financial inclusion di indonesia.

Munculnya perusahaan aplikasi transportasi tambah Siti sukses menyediakan segala macam layanan bahkan sudah merambah kedunia financial technology (fintech) dan ada juga beberapa toko daring yang berhasil memindahkan jutaan transaksi tradisional masyarakat ke transaksi melalui internet dan aplikasi.


"Kementrian Komunikasi dan Infornatika berusaha keras menumbuhkan seribu technopreneur yang memenuhi kualifikasi untuk diberikan bantuan pendanaan dari pihak lain dan juga mengejar pertumbuhan 8 juta usaha menengah kecil dan mikro ( UMKM) di seluruh Indonesia sampai tahun 2020" kata Siti. Dia berharap UMKM inilah yang akan menopang ekonomi nasional dengan kokoh sehingga karenanya harus segera diperkenalkan dengan ekonomi berbasis digital.
Siti Hapsah Roy, Kepala Balmon Kelas II Pontianak (tengah), Hermanto ,  Kepala Tata Usaha (kiri) dan Imam SS , Kepala seksi Pemulihan Perangkat (Kanan). Foto Asep Haryono

Suasana saat berlangsungnya peringatan Hari Bhakti Postel ke 72 pagi tadi (27/9) di halaman kantor Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Klas II Kubu Raya. Foto Asep Haryono 

"Menurut perhitungan Goigle Analysis jika berhasil menciptakan 1000 start up digital dengan model bisnis yang inovatif, secara potensial akan ada 13 juta lapangan pekerjaan baru tercipta" pungkasnya. (Dari Berbaga Sumber)



No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog