Jual Milagros disini

Tua Harus Dibuang ?

WAWANCARA :  Suasana saat wawancara calon pewarta online dan Video Journalist di gedung Puskom UNTAN (28/8).  Foto Asep Haryono
WAWANCARA :  Suasana saat wawancara calon pewarta online dan Video Journalist di gedung Puskom UNTAN (28/8).  Foto Asep Haryono

Catatan Asep Haryono

Ketika saya sedang melengkapi bahan tulisan yang akan saya persiapkan untuk kompetiisi menulis  yang diselenggarakan oleh  Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) yang berisi dan berjudul "Prof Dr Thamrin Usman DEA berkarya Untuk Kalimantan Barat " saya menemukan sebuah iklan lowongan pekerjaan sebagai pewarta online yang di internet yang membutuhkan tenaga pewarta online The TanjungpuraTimes kampus Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat.

Saya pun tertarik untuk membaca iklan lowongan pekerjaan tersebut dengan lebih seksama.  Persyaratannya meiputi minimal D3 semua jurusan, memiliki kendaraan pribadi , siap bekerja di bawah tekanan , bisa bekerja sama dalam tim , dan diutamakan yang berpengalaman.  

Saya membaca tidak ada persyaratan batasan usia dalam iklan lowongan tersebut.  Saya merasa semua syarat yang dimuat dalam iklan lowongan pekerjaan tersebut terpenuhi, dan saya pun mencoba mengirimkan lamaran.  Berkas lamaran lengkap, Curriculum Vitae (CV) beserta dokumen yang diperlukan semua sudah dalam satu map, dan saya antarkan langsung sebelum deadline penutupannya pada tanggal 25 Agustus 2017.

Singkat certia, lamaran yang sudah lengkap itu pun saya serahkan kepada bapak yang bertugas di dalam kantor The TanjungpuraTimes tersebut.  Sebagai informasi ruang kantor 
The TanjungpuraTimes berada dalam kampus Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat tepatnya di Gedung Pusat Komputer atau PUSKOM.  

Tidak lama menunggu, saya pun mendapatkan SMS untuk wawancara atau Interview pada tanggal 25 Agustus 2017 pukul 15.00 WIB .   Jam nya waktu Sholat Ashar.   Saya agak bimbang mengingat jam 15.00 WIB adalah menjelang Sholat Ashar, namun akhirnya saya memutuskan interview dahulu baru kemudian Sholat Ashar.  

Ternyata saat saya menunggu untuk dipanggil dalam proses wawancara (interview), saya berjumpa dengan kandidat lainnya.  Saya hanga berkenalan salah satunya saja namanya Bob Muharram, seorang pemuda bertubuh gempal asli budak pontianak yang kuliah di Surabaya, dan Bob ini ternyata berminat melamar sebagai VJ (Video Journalist).  

Saya sempat mengobrol santai dengannya saat menunggu dipanggil proses wawancara.  Dari obrolan singkat saya dengan Bob saya tahu akhirnya Bob punya latar belakang sebagaii video journalist dan pernah bekerja di beberapa TV Swasta di Kalimantan Barat.   Kami pun bertukar nomor HP atau WA untuk komunikasi seterusnya.  Alhamdulillah satu point kemenangan saya hari itu saya mendapat seorang sahabat.  Indahnya silaturahmi
Redaktur T3 bang Muhammad.  Foto Asep Haryono
Redaktur T3 bang Muhammad.  Foto Asep Haryono

Dan wawancara pun usai.  Dalam wawancara tersebut para calon pewarta online dan Video Journalist diberikan pengarahan dan wawasan oleh salah seorang redaktur  Theh  TanjungpuraTimes ini.   Sayang sekali saya lupa namanya, atau lupa menanyakan namanya. Apakah beliau bernama pak Muhammad? Dari pengakuannya beliau salah satu Redaktur dari media online tersebut.  Banyak catatan dan pencerahan yang disampaikan bapak itu yang ternyata "alumni" dari kantor lama saya dulu di Harian Pontianak Post angkatannya almarhumah Mella Danisari dan kenal dengan bang Juni Armanto.  Saat tulisan ini naik online di blog ini saya masih menunggu konfirmasi dari Juni Armanto. 

Dari wawancara tersebut, saya dan tiga calon pewarta online atau VJ ini diminta bertemu dengan Pemimpin Redaksi merangkap Pemimpin Umum Syafarudin Ariansyah pada tanggal tanggal 28 Agustus 2017 hari Senin sekitar pukul 14.00 WIB.  Sayang sekali saat itu hanya saya saja yang datang tepat waktu. Saya tidak tau setelah saya pulang , kawan kawan pada datang.  I 'know.  I am not sure.    Dari pertemuan saya dengan Pemimpin Redaksi The TanjunpuraTimes merangkap Pemimpin Umum Syafarudin Ariansyah saya mendapat kesan bahwa saya sudah berumur yang diragukan kemampuan (fisik) nya dengan calon lainnya yang rata rata berusia muda.  


Belum lagi pengalaman saya 13 tahun di Harian Pontianak Post sebagai staf redaksi dianggap tidak begitu relevan dengan keinginan mereka dalam hal ini The TanjunpuraTimes.

S
aya memang tidak atau bukan wartawan pencari berita atau pewarta, pengalaman dan aplikasi saya adalah staf administrator atau pengelola website selama saya masih bekerja di harian Pontianak Post.  "Saat ini kami memang membutuhkan tenaga pewarta online" kata Pemimpin Redaksi merangkap Pemimpin Umum Syafarudin Ariansyah.  Tetapi saya hobi dan minat menulis sudah sejak tahun 2010 yang lalu.  Atau mungkin tahun 2005.  Sudah tidak ingat lagi.

Saya memang blogger atau penulis blog.  Menulis blog walau dianggap sebagai hobi namunn kaidah kaidah jurnalistik juga terpakai di sini.  Blogger adalah salah satu pilar demokrasi yang keberadaannya sudah diakui.  Menulis blog memiliki kesamaan dengan menulis berita.  Sama mencari liputan sendiri, wawancara sendiri, mengolah berita atau naskah sendiri.

Inilah yang dinamakan Jurnalis Warga atau Citizen Journalism.  Hanya saja blogger tidak memerlukan Redaktur untuk mengedit naskahnya.  Blogger juga merangkap sebagai "pimred" atau "redaktur" nya dan bisa langsung mempublikasikan sendiri diblog. Saya punya blog sendiri beralamat di www.simplyasep.com yang sudah saya miliki sejak tahun 2010.  Blogger ibarat punya kantor atau koran sendiri.  

Saya pernah belasan tahun bekerja di Pontianak Post, saya tau cara kerja wartawan, dan saya paham kode etik Jurnalistik. Hanya saja platform saya sekarang blogger dan "kantor" di Internet.

Saya tidak tau apakah saya diterima bekerja sebagai wartawan online The TanjungpuraTimes yang masih berusia sangat belia ini.  Jika diterima sebagai salah satu pewartanya, saya mengucapkan banyak terima kasih.  Saya sudah lama menginginkan bisa masuk dalam University Circle (lingkaran kampus) terlebih kampus selevel Universitas Tanjunpura Pontianak tempat almamater saya dahulu.  Itu harapan dan keinginan saya.  Ada banyak cita cita yang masih saya kejar jika sudah berada dalam circle ini termasuk mengejar seleksi Beasiswa AMINEF FULLBRIGHT yang digelar bulan Febrari 2018 mendatang nanti.

Namun jika saya ditolak bergabung dalam keluarga besar The Tanjungpuratimes ini juga saya terima dengan segala senang hati.  Saya menghormati apa pun keputusan yang akan diambil oleh 
Pemimpin Redaksi merangkap Pemimpin Umum Syafarudin Ariansyah.  Saya memang kelahiran tahun 1971 yang kalau dihitung secara matematika usia saya saat ini  46 tahun. Saya masih teringat kata kata Drs B Salman, mantan Pemimpin Redaksi Pontianak Post  "Usia di atas 40 an kalau menjadi seorang wartawan sudah tidak produktif lagi dan harus sudah menjadi Sarjana" tukasnya.  Saya memang bukan seorang Sarjana, dan saya sudah tidak muda lagi.  Ini sejarah. Ini fakta dari diri saya apa adanya. (Asep Haryono)



No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog