Jual Milagros disini

Sahabat Ku H.Mustofa TuwuhT Wongsodikromo

H.Mustofa Tuwuh Wongsodikromo sedang beraksi dalam sebuah acara di televisi Swasta baru baru ini.  Foto Facebook H.MustofaTwonngsodikromo
H.Mustofa Tuwuh Wongsodikromo sedang beraksi dalam sebuah acara di televisi Swasta baru baru ini.  Foto Facebook H.MustofaTwonngsodikromo

Assalamualaikum Warrahmatullahi
Wabaroktauh


Catatan Asep Haryono

Bagi sebagian orang mungkin wajahnya kurang familiar, namun bagi saya pribadi sosok H.Mustofa Tuwuh Wongsodikromo adalah contoh yang luar biasa Sahabat, teman seperjuangan, teman kampus, guru dan juga seorang saudara sesama muslim.  Tidak banyak yang saya ketahui dari Bapak yang satu ini. Sebutan Bapak sebenarnya tidak pas kalau dilihat dari usia beliau yang sebenarnya masih muda. "Boros di wajah" kata Bung Ofa suatu saat kepada saya beberapa puluh tahun silam.   Sahabar ku sekalian semuanya di mana saja berada yang membaca tulisan di blog kesayangangan saya ini.  Izinkan saya untuk sekilas saja ingin menyampaikan sedikit cerita di sini. 

Berjuang Dari Bawah Hingga Menjadi Orang Sukses
Saya masih ingat pada tahun 2004, saat itu saya masih aktif di Masjid Al Muhtadin Universitas Tanjungpura Pontianak, walau tidak seaktif dulu saat menjadi salah satu anggota Remaja Masjid nya.  Skip saja yang satu ini.   Nah saat itu saya bekerja di Harian Pontianak Post , saat itu saya masih "jaya" (baca : single) dan ingin mencari tempat kos yang nyaman untuk karyawan seperti saya. Dari sinilah saya bertemu secara intens dengan Mustofa (Saat itu beliau belum Haji, dan masih tercatat sebagai mahasiswa Extension jurusan Bahasa Inggris FKI Untan - kalau tidak salah ya.  Kalau salah mohon saya dikoreksi. Syukron).  

Saya dibantu oleh Mustofa dicarikan tempat kos khusus karyawan yakni di rumah Bapak H.Joko Gutomo Komplek Untan Gang Sekadau Pontianak.  Alhamdulillah berkat jasa Mustofa , kos ini sangat nyaman , bersih dan pemilik (kos) nya Dosen Senior Fakultas Teknik,  Rumahnya besar wow banged. Saya senang   Mustofa saat itu juga menjadi salah satu penyiar di salah satu radio Swasta di Pontianak. Suaranya yang berat dan khas memang ditunjang oleh bakat beliau dibidang Tilawah Al Quran.

Mustofa mempunyai orang tua yang tinggal di kota Mempawah (Kalimantan Barat).  Saya dan rekan Taufik Rahman (Sesama gank kosan di Komplek Untan) pernah ikut beliau mudik ke Mempawah.  Saya  sudah berinteraksi dan bertatap muka dengan Ayah dan Ibunda Mustofa juga adiknya yang perempuan. Hanya saja situasi dan kondisi saat itu tidak kondusif.

Saat itu sedang ramai ramainya konflik 2 etnis tertentu saat itu di Kalimantan Barat.  Situasi begitu mencekam saat itu juga saya rasakan di Mempawah, dirumah kediaman kedua orang tua Mustofa di Mempawah. Saya yang ketar ketir, tapi selalu ditenangkan oleh Keluarga Mustofa.   Saya bisa memahami betapa isu isu yang tidak baik bisa membuat sport jantung.  Itu benar benar sudah saya alami. Alhamdulillah. Aman terkendali, dan kami pun bisa kembali ke Pontianak.  Saat Mustofa on air di radio menjelang tengah malam, saya sering mendengarnya Siaran. Damai rasanya mendengar suara beliau yang tenang, berwibawa.  Yang saya suka setiap kali menjelang tutup siaran, Mustofa menyelipkan doa untuk para pendengarnya agar selalu sehat dan senantiasa patuh kepada Allah SWT.





Mustofa yang saya kenal saat itu (era taun 2004-2005) tercatat sebagai Marketing salah satu perusahaan Asuransi.  Maaf tidak dapat saya sebut nama merek atau perusahaannya.  Nanti dikira promosi donk.  Beliau ke sana kemari sambil kuliah, menjadi penyiar radio di malam harinya, aktif di Masjid Al Muhatdin Untan dan juga bekerja mencari nasabah yang tertarik untuk mendaftar sebagai peserta di Perusahaan Asuransi tempatnya bekerja.  Saya sempat di "prospek" oleh beliau di kamar kosnya, namun saya tidak begitu tertarik untuk menjadi membernya. Hihhieie.   Mustofa juga pernah tertangkap tangan (eaa seperti KPK aja saya) Mustofa juga bekerja di Sebuah Optik toko Kaca Mata di Bilangan Jalan Gajah Mada Pontianak.   Wow. kreatif. Saya salut. 

Saat saya akan melangsungkan pernikahan di Kulon Progo (1 jam dari Jogjakarta), Mustofa pernah menyampaikan keinginannya untuk membaca Al Quran di acara wedding saya tanggal 11 Desember 2005.    Ide itu pun saya sambut baik dan saya mengucapkan terima kasih kepadanya.  Sayangnya ide yang mulia itu akhirnya belum terwujud.  Ada kendala yang saya sendiri tidak dapat mengerti, mungkin Allah SWT belum mengizinkan beliau untuk benar benr bisa hadir di acara wedding saya dan mengaji.   Setidaknya niat baik beliau sudah tercatat oleh Malaikat dan Insya Allah pahala.  Aaminnn.
Sepulang saya dari menikah di Jogja, saya agak sulit menemui Mustofa Lagi   Namun akhirnya berjumpa juga , dan saya dapat kabar kalau beliau menjuarai lomba MTQ  dimana mana.   Berbagai prestasi lainnya yang juga saya dengar saat itu adalah beliau juga menjadi 
Juara 1 MTQ Nasional Mahasiswa yg ke 9 di Pontianak dan Juara MTQ Internasional Mahasiswa 2006. Dan puncaknya adalah  Juara MTQ Internasional 2015 di Makkah. Alhamdulillah. 

Dari sinilah awalnya akhirnya Mustofa sudah tidak bisa saya temui lagi di Pontianak. Tahun demi tahun berlalu akhirnya saya mendapat kabar dari sumber terpecaya kalau Mustofa sudah bekerja di Kedubes Iran Bagian Atase Kebudayaan.   Mustofa di Jakarta dan sudah menikah dan dikaruniai seorang Putra.   Mustofa pernah mewanti wanti saya agar tidak mempublikasikan detail anggota keluarganya dan tempatnya bekerja di Kedubes Iran.  "Mereka (kedubes Iran) selalu merasa curiga" kata Mustofa

Saya tau karena saya mendapat email broadcast dari beliau yang berisi informasi kebudayaan dan berkop Embassy Of The Islamic Republic Of Iran (Kedubes IRAN).   Luar biasa.  Dari sinilah "jam terbang" Mustofa sudah tidak terhitung lagi melejit hingga ke angkasa. Karirnya meningkat tajam dan teman temannya sudah bukan kita kita lagi.  Pejabat negara setingkat Menteri, Duta Duta Besar, Kaum Jetset, serta tokoh Nasional adalah teman sehari sehari Mustofa.   

Beliau sudah juga meniadi salah seorang pengurus Majalah Haji dan Umrah, dan sering diundang tampil membaca Al Quran di berbagai Televisi Swasta Nasional. Video mengaji beliau banyak tersebar di Youtube. Sudah go International.  Gaya mengaji Mustofa yang mengidolakan Qori Internasional H.Muammar Zainal Asiqin benar benar menjadi inspirasi baginya dalam membaca tilawah Al Quran dengan indah.  Sesibuk apa pun sahabar saya ini, Mustofa selalu ingat Hari Ulang Tahun Ayahanda tercintanya. Foto fotonya juga sudah dipublish di halaman facebook pribadinya H.Mustofa Ini yang membuat saya hampir meneteskan air mata saat saya menulis artikel ini. Saya teringat kepada Ayahanda saya yang sudah tiada.

Kini rekan saya, Mustofa, Sudah menjadi seorang Selebriti yang sudah mulai sukar saya temui.  Tidak apa, wajar namanya juga sudah menjadi orang penting.  Kini namanya menjadi Haji Mustofa Tuwuh Wongsodikromo  Apa pun dia sekarang, bahkan dengan segudang aktifitasnya yang luar biasa, saya masih menganggap beliau sebagai sahabat saya, teman seperjuangan saya yang saya yakin tidak akan berubah, dan tetap Mustofa yang dulu saya kenal. Saya bangga menjadi teman dan sahabatnya. (Asep Haryono)   



No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog