Jual Milagros disini


OPINI : Mengetuk Hati Nurani Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman First Travel

Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman, Pasutri Pemilik First Travel yang kini sudah diamankan Polisi.  Foto DHIMAS GINANJAR/JAWA POS
Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman, Pasutri Pemilik First Travel yang kini sudah diamankan Polisi.  Foto DHIMAS GINANJAR/JAWA POS

OPINI Asep Haryono

Saya memang bukan Jamaah First Travel yang sudah dicabut izin operasionalnya oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Walau saya belum berangkat Umrah, namun yang namanya urusan tipu menipu saya juga pernah merasakan kepahitannya bagaimana rasanya ditipu orang mentah mentah. Saya pernah ditipu hingga 25 juta rupiah saya sudah galaunya bukan main, sedih bercampur putus asa.

Nah bagaimana dengan nasib 50 ribu lebih jamaah First Travel yang nilainya fantastis ratusan Miliar rupiah digelapkan oleh pasangan suami istri (pasutri) yang bernama 
Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman ini. Saya tidak membahas sisi kriminalnya karena sudah ada pakar yang membahasnya. Saya akan masuk ke dalam sisi nuraninya pemilik First Travel itu. Ya Mengetuk Hati Nurani Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman  

Jika 1 orang Jamaah membayar lunas biaya Umrah Promo First Travel yang saya patok 15 juta rupiah saja (misalnya), nah kemudian dikali dengan 50.000 orang jamaah maka akan didapat akan 750.000.000.000 atau terbilang Tujuh Ratus Miliar Rupiah. Sungguh suatu jumlah yang sangat fantastis angkanya. Apa yang dapat anda lakukan dengan uang sebanyak itu?

Saya saja menghabiskan untuk "foya foya" sebesar Rp.1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) saja sudah kepayahan, nah bagaimana dengan uang jamaah First Travel yang nilainya lebih dari 700 miliar rupiah itu?    

Skema Ponzi?
Jika membahas apa itu Skema Ponzi tentu tidak akan ada habis habisnya. Sahabat bisa mencari sendiri di Google dengan kata kunci (keyword) Skema Ponzi pasti akan muncul puluhan bahkan ratusan artikel yang bertema Skema Ponzi itu.  

|Secara sederhana Skema Ponzi adalah memberikan keuntungan kepada anggotanya dengan mengambil sumber daya atau kekayaaan yang berasl dari calon korban yang lain.  Nah korban lain yang sudah dimanfaatkan atau diambil keuntungannya itu di "biayai" dari  calon korban lain  yang berikutnya, Dan itu terus berputar putar.

Sebagai contoh saya misalnya Umrah (Aamin Ya Rabb) diberangkatkan ke Tanah Suci oleh First Travel namun dananya berasal dari orang yang mendaftar berikutnya misalnya Si Fulan.  

Nah si Fulan yang sudah "disita" uangnya kan merugi, maka di "biayai" oleh si Falun yang mendaftar kemudian, dan begitu seterusnya.  Si A mendapat keuntungan yang diambil dari B.  Dan B  yang sudah diambil uangnya dibayarin dari uangnya si C. Kemudian C yang sudah rugi karena uangnya diambil, dibayarin sama uangnya si D begitu seterusnya. Itulah kira kira pemahaman tentang cara kerja Skema Ponzi



Siapa Yang Bertanggung Jawab
Jamaah First Travel yang mencapai ribuan itu menuntut uangnya dikembalikan secara utuh kepada mereka atau jadi diberangkatkan. Dua opsi yang diajukan oleh para jamaah yang sudah mendaftar dan membayar lunas ongkos Umrahnya dan masih berharao pihak First Travel untuk memenuhi tuntutan jamaah yang sudah mendaftar kepadanya itu.

Dalam pandangan saya sih dua opsi itu masih dalam batas wajar dan sudah dalam jangkauan. Permasalahannya di sini adalah masih adakah Uang Jamaah yang sudah mendaftar pada Firt Travel yang total semuanya sekitar antara 700 Miliar rupiah lebih itu.   Jika sudah hilang atau hilang, tugas dari aparat Kepolisian Republik Indinesia untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan. Mari kita serahkan saja kepada mekanis pengadilan kedua pasangan suami istri itu. 

Kementerian Agama Republik Indonesia sudah secar resmi mencabut izin penyelenggaraan Umrah dan Haji ppihak First Travel.  Pencabutan izin operasioanalnya itu jua tidak bisa sembarangan.  Ada banyak kriteria mengapa sebuah asuransi atau lembaga tidak diizinkan untuk menarik dana dari masyarakat.  Dalam kasus First Travel ini, OJK sendiri sudah menetapkan Suami dan istri pemilik First Travel yaitu Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penipuan dan penggelapan uang.

Tidakkah kita merasa sedih dan prihatin terhadap nasib ribuan calon Jamaah Umrah yang sudah membayar lunas kepada First Travel agar segera diberangkatkan namun juga tidak berangkat berangkat.  Bertahun tahun mereka menabung untuk bisa berangkat Umrah dari hasil memeras keringat , bekerja banting tulang siang dan malam.  Hasil yang diperoleh disisihkan sedikti demi sedikit hingga uangnya terkumpul cukup untuk berangkat Umrah. Namun lenyap begitu saja.  Menangis orang dibuatnya.   Sampai hatikah begitu?

Lantas kalau sudah begini, siapa yang harus bertanggung jawab?.  First Travel yang sudah dicabut izin operasionalnya oleh Kementerian Agama Republik Indonesia memang  Biro Travel Umrah Haji resmi.  Buktinya ya itu tadi, surat izin penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah yang diberikan langsung oleh pihak Kementerian Agama Republik Indonesia.  

Walaupun misalnya pihak Kementrian Agama tidak dapat atau tidak mungkin mengganti kerugiaan Jamaah korban First Travel, namun secara Moril turut bertanggung jawab karena mengeluarkan izin penyelenggaraan Ibadah Umrah kepada First Travel. Maksudnya baik namun disalahgunakan oleh orang lain. Sudahlah jangan ada lagi saling lempar tanggung jawab, jangan saling menyalahkan.  Mari kita bantu para korban First Travel ini saya rasa itu jauh lebih bijaksana

Nah Kementerian Agama Republik Indonesia yang memberi izin dan Kementerian Agama Republik Indonesia pulalah yang mencabut.  Ini kan lucu jadinya.  Dampak memang mungkin sudah dirasakan oleh puluhan bankan ratusan perusahaan atau Biro Ibadah Resmi ini namun pencemaran nama baik sudah terjadi.  Orang bisa tidak lagi percaya terhadap organisasi penyelenggara Umrah dan Haji resmi bahkan yang sudah terkenal sekalipun. (Asep Haryono dari berbagai sumber)

Referensi :

  • Data Terbaru Korban First Travel MEncapai 50 ribu orang - http://www.jawapos.com/read/2017/08/17/151494/data-terbaru-korban-first-travel-mencapai-50-ribu-orang
  • Terungkap uang Jamaaf First Travel Digunakan Untuk Foya Foya - http://www.jawapos.com/read/2017/08/24/153036/terungkap-uang-jamaah-first-travel-digunakan-untuk-foya-foya
  • Mengupas Skema Ponzi Dalam Kasus First Travel - http://bisnis.liputan6.com/read/3065262/mengupas-skema-ponzi-dalam-kasus-first-travela



No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog