Jual Milagros disini


Insiden Bendera Indonesia Terbalik Di SEAgame 2017 Malaysia

Ciutan Putra Nababan di Twitter yang menjadi trending topic. Gambar dari Internet
Ciutan Putra Nababan di Twitter yang menjadi trending topic. Gambar dari Internet

OPINI Asep Haryono

insiden bendera Indonesia terbalik di SEagame 2017 di Malaysia ini menjadi viral setelah diposting oleh  Menpora Indonesia, Imam Nahrawi, di akun Twitter-nya "".Pembukaan #SEAgame2017 yg bagus tapi tercederai dg keteledoran fatal yg amat menyakitkan. Bendera kita....Merah Putih. Astaghfirullaah."dan mengunggah sebuah foto di salah satu halaman  buku panduan SEA Games 2017 yang terpasang terbalik.  Gambar itu memperlihatkan bendera Indonesia menjadi berwarna putih merah, yang seharusnya merah putih.  "Did you guys really seriously published our flag upside down?!! So much for "serumpun" cuitan dari putra nababan @PutraNababan pada tanggal 19 Agustus 2017 

Bagaimana tidak cuitan tersebut diposting bersama dengan foto yang jelas terlihat Gambar bendera Indonesia terpasang terbalik pada buku pedoman SEAgame 2017 yang saat ini sedang berlangsung di Kuala Lumpur Malaysia hingga tanggal 30 Agustus 2017 mendatang ini menimbulkan kecaman dari banyak pihak di Indonesia, bahkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah memastikan akan mengajukan nota diplomatik yang berisi protes resmi atas insiden tersebut.  Beliau juga menyayangkan insiden terbaliknya bendera Indonesia di buku panduan SEA Games 2017 Malaysia ini seharusnya tidak perlu terjadi.

Indonesia dan Malaysia memang kerap berhadapan dengan masalah masalah yang kadangkala sebetulnya tidak prinsip namun seperti api tersiram bensin yang cepat menyala meledak ledak menyambar ke sana kemari.  Kita memang sering dihadapkan pada kondisi seakan bangsa Indonesia ini "bermusuhan" dengan bangsa Malaysia dan itu seakan akan tidak akan ada habis-habisnya. Begitu cepat reaksi itu tersulut.  Namun jika itu sudah menyangkut harga diri bangsa, siapa pun akan langsung berdiri dan membela kehormatan bangsa dan Negaranya. 

Peristiwa yang memalukan ini 
sempat menjadi trending topic di Twitter dengan tagar #SameOnYouMalaysia  sekaligus memicu Netizen di Indonesia beramai ramai mendiskuskannya dan turut menyuarakan keprihatinan yang mendalam mengapa peristiwa yang seharusya tidak perlu terjadi ini akhirnya terjadi juga. Sudah banyak yang memberikan ulasan, komentar, dan tanggapan mengenai insiden Bendera Merah Putih , bendera kita, terpasang terbalik di dalam buku pedoman penyelenggaraan SEAgame 2017 di Malaysia ini.  

Saya menyambut baik rencana Pemerintah Republik Indonesia akan mengajukan protes terhadap insiden Bendera Indonesia terpasang terbalik pada buku panduan SEAgame 2017 di Malaysia sesuai dengan prosedur protes yang sudah ada jalur protokolernya yakni melalui perwakilan resmi Indonesia di Malaysia.

Secara logika sederhana saja tidak mungkin kesalahan cetak yang fatal seperti ini (apalagi menyangkut simbol sebuah negara) tidak terlihat. Bukankah sebelum naik ke percetakan, ada kontrol atau redaktur yang bertugas mengawasi isi atau konten naskah sebelum dicetak.  Mekanismenya koreksinya jangan mengadopsi jika anda salah mencetak berita dan sudah terlanjur cetak dan beredar, lalu anda membuat pernyataan minta maaf atau ralat.  Ini konteksnya beda.

Sebuah ajang perhelatan akbar olah raga negara negara Asia Tenggara atau SEAGames 2017 jelas akan dihadiri oleh semua negara peserta.  Sekali lagi saya katakan terlalu gegabah untuk menyebut insiden bendera Indonesia  yang terpasang terbalik dalam buku panduan SEAgames 2017 ini memuat unsur kesengajaan.   Kita tidak boleh punya prasangka buruk semacam itu apalagi menuduh.  Dan saya juga tidak mengatakan (hal itu) sebagai upaya pembiaran atau hal disengaja. Sama sekali tidak.  Kalau pun unsur (kesengajaan) itu ada saya yakin ini adalah ulah OKNUM dari warga negara Malaysia, dan bukan merupakan sikap resmi atau kebijaksanaan dari Pemerintah Malaysia.

Sebagai seorang Jurnalis Warga (blogger) yang aseli orang Indonesia tentu saya tidak bisa tinggal diam untuk tidak memberikan tanggapannya terhadap peristiwa yang memalukan bagi bangsa Indonesia ini.  Saya pribadi sangat menyesalkan mengapa peristiwa ini bisa terjadi. DETIK COM pun menuliskan di salah satu halaman beritanya dengan menyebut "..kemegahan pembukaan SEA Games 2017 di Kuala Lumpur ternodai oleh kesalahan panitia penyelenggara perhelatan olahraga se-Asia Tenggara itu sayangnya kesalahan itu berkaitan dengan Indonesia".  Mengapa bisa terjadi?  Saya mencoba menganalisanya sesuai dengan tingkat pemahaman saya


Pertama, kesalahan terletak pada desain grafis saat penyusunan buku panduan penyelenggaraan SEAGame 2017 Malaysia.  Ini jelas human error karena buku panduan itu ada peranan Desain Grafis yang memoles dan memperindah halaman dalam sebuah buku apalagi (buku) itu akan dibagikan kepada para Negara Peserta yang sudah mengirimkan atletnya dalam SEAGame 2017 di Malaysia ini.

Yang menjadi pertanyaan menggelitik dari saya adalah Apakah tenaga atau team Desain Grafis itu tidak tahu warna bendera Negara Indonesia? Benar benar tidak tahu warna bendera Negara Indonesia?  Mungkin terlalu gegagah kalay saya menyebut  ada unsur kesengajaan di dalamnya. Kesalahan bisa terjadi kapan saja siapa saja. Kesalahan itu manusia.

Mempertahankan pendapat yang salah itu seperti setan.  Jadi jika sudah tercetak buku yang membuat gambar Bendera Indonesia terbalik harus di tarik seluruhnya, dan dicetak baru dengan gambar bendera Indonesia yang benar posisinya yakni warna Merah pada bagian atas dan warna putih di bagian bawahnya.

Kedua, momen bulan Agustus.  Bangsa Indonesia baru saja bergembira merayakan HUT Kemerdekaan yang ke 72 tahun pada tanggal 17 Agustus 2017 yang baru lalu.  Sedangkan Malaysia baru akan merayakan HUT Kemerdekaannya pada tanggal 31 Agustus 2017 nanti.

Bangsa Indonesia dan Bangsa Malaysia memiliki bulan yang sama dalam merayakan Hari Kemerdekaannya yakni sama sama terjadi di bulan Agustus.  Analisa saya yang kedua adalah kesalahan terjadi pada bagian percetakan. Perusahaan yang diberi amanat oleh Panita Penyelenggara SEAgame 2017 untuk mencetak buku panduan seharusnya tahu detil dari produk yang akan dicetak.  Perlu ditelaah dan diperiksa dengan  teliti draft terlebih dahulu buku panduan SEAgame 2017 tersebut sebelum dicetak dan diedarkan ke seluruh negara Peserta SEAgame yang sudah mengirimkan atletnya.

Sama seperti dalam ulasan pertama di atas,  apakah
 tenaga atau team printing atau percetakan sudah memeriksa dengan detail buku yang akan naik cetak itu?Apakah mereka tidak tahu warna bendera Negara Indonesia? Benar benar tidak tahu warna bendera Negara Indonesia?  Mungkin terlalu gegabah juga kalau saya menyebut  ada unsur kesengajaan di dalamnya.  Yang jelas analisa saya yang terkuat ada di alasan pertama dan kedua ini.  Dari kedua titik inilah yang sebenarnya paling rawan terjadi kesalahan cetak atau naskah hingga terjadi kesalahan yang memalukan negara lain seperti ini.
Tanggal 17 Agustus 1945 adalah hari kemerdekaan Bangsa Indonesia, sementara 31 Agustus 1957 adalah hari ulang tahun kemerdekaan Bangsa Malaysia.  Dengan kata lain tanggal 17 Agustus 2017 yang lalu Bangsa Indonesia merakayan kemedekaannya yang ke 72 tahun, sedangkan Bangsa Malaysia baru akan merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaannya yang ke 60 tahun pada tanggal 31 Agustus 2017 mendatang.  Ini  berarti usaia kita "lebih tua" dari Malaysia. Dengan kata lain secara usia, kemerdekaan Bangsa Indonesia lebih tua dari kemerdekaan Bangsa Malaysia. Secara sosio cultural, boleh dikata kita "saudara tua" Malaysia. (Asep Haryono dari berbagai Sumber)

Referensi :

  1. Bendera Terbalik di SEA Games, Indonesia Akan Protes Malaysia - https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20170819222534-142-235959/bendera-terbalik-di-sea-games-indonesia-akan-protes-malaysia
  2. Hari ini 31 Agustus 2012 adalah hari Ulang tahun kemerdekaan Malaysia - https://id-id.facebook.com/notes/risa-putratanjung-spartacks/hari-ini-31-agustus-2012-adalah-hari-ulang-tahun-kemerdekaan-malaysia/375996662472894/

   



No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog