Jual Milagros disini


Subuh Akbar Pontianak Spesial Hadirkan Ustad Yusuf Mansur

Catatan Asep Haryono

Setelah sukses menggelar Subuh Akbar Part 2 yang menghadirkan Syeikh Muhammad Jaber 11 Juni lalu, Subuh Akbar Pontianak kembali menggerlar Subuh Akbar Part 3 yang digelar di Masjid Raya Mujahidin Pontianak Ahad 24 Juni 2017.  Subuh Akbar Pontianak kali ini terasa spesial dengan menghadirkan Ustad muda terkemuka Indonesia, pengusaha dan pendakwah Ustad Yusuf Mansur. Ribuan jamaah penuh sesak memadati ruang utama Masjid Raya Mujahidin Pontianak.  Gelaran Subuh Akbar ini seolah juga sekaligus menandai berakhirnya Bulan Suci Ramadhan 1438 Hijriah. Seperti apa keseruan suasana jalannya Subuh Akbar bersama ustad tampan itu berikut catatannya untuk anda.

Tahunya PAYTREN
Hujan gerimis yang turun rintik rintik di Subuh yang dingin menusuk tulang seolah tidak menjadi hambatan ribuan warga Pontianak dan sekitarnya datang berbondong bondong ke Masjid Raya Mujahidin Pontianak untuk mengikuti Subuh Akbar bersama Ustad Yusuf Mansur.  Saya datang di masjid kebanggan Kalimantan Barat itu sekitar pukul 03.45 WIB, dan masih tersisa beberapa menit lagi sebelum masuk waktu Imsak.

Setelah memarkir motor saya di halaman parkir Masjid Raya Mujahidin yang luas itu, saya pun berjalan setapak menaiki anak tangga memasuki lantai 2 yang merupakan ruangan utama yang sudah mulai disesaki oeh Jamaah. Ratusan Jamaah masih terlihat menyantap santap sahur yang memang disediakan secara gratis oleh panitia Itikaf.  

"Iya benar bang, ini makanan sahur disediakan oleh Panitia Masjid Raya Mujahidin Pontianak buat mereka yang ITIKAF 10 hari terakhir di masjid ini, tapi siapa pun yang belum sahur boleh kok" kata Haitami yang saya temui saat itu.  Beliau saya kenal karena pernah sama sama anaknya sekolah yang sama di SDI Al Mukhlisun Pontianak.  Beliau pun menawarkan saya makan sahur yang disediaka panitia tapi saya menolaknya. Saya sudah sahur dari rumah.  Guru sebuah SMA di Pontianak ini tahu ada ustad Yusuf Mansur yang hadir hari itu menjadi penceramah.

Hal yang sedikit berbeda dikemukakan oleh Fio.  Seorang jamaah yang saya temui di ruang utama Masjid Ray Mujahidin. "Saya ikutan ITIKAF di sini bang, namun hanya 6 hari terakhir saja, dan saya tidak tau kalau ada Ustad Yusuf Mansur hari ini menjadi penceramah bada Subuh" kata Fio yang berstatus baru tamat dari Ponpes Assalam di Solo.  Ketika ditanya sejauh mana dia kenal Ustad Yusuf Mansur, jawabannya "Saya taunya sih PayTRen ya, itu aja sih" kata Fio yang ingin melanjutkan sekolahnya di Pontianak.  "Sekalian mudik lah" katanya mengakhiri wawancara singkat kami.

Sudah Ditunggu Selama 5 Tahun
Saat waktu memasuki pukul 04.20 WIB, Sholat Subuh berjamaah pun dimulai. Imam dipimpin langsung oleh Ustad Yusuf Mansur dengan alunan suara yang lembut terdengar oleh telinga saya. Masya Allah.  Ustad Muda itu memiliki suara yang merdu dan jernih.   Tidak lama setelah sholat subuh selesai didirikan, acara gelaran Subuh Akbar pun dimulai.    Ustad Lukmanulhakim, pimpinan Ponpes Modern Ashabul Yamin membuka acara dengan menyampaikan susunan acara secara singkat dan memberikan sepatah dua patah pembukanya.

"Bapak Ibu Abang Kakak, kehadiran Ustad Yusuf Mansur ditengah tengah kita masyarakat Pontianak sudah melewati masa penantian yang cukup panjang, sejak tahun 2012 kita harus menunggu bile beliau bisa datang ditengah tengah kita umat muslim di Pontianak, dan atas izin Allah SWT pula hari ini beliau bisa hadir di tengah tengah kita, dan beliau sendiri yang menentukan tanggal kehaduranya ya hari ini" kata Ustad Lukmanulhakim, pimpinan Ponpes Modern Ashabul Yamin, beliau bertinda sebagai MC di gelaran Subuh Akbar itu.

"Bapak Ibu Abang Kakak yang sudah datang jauh jauh ke Masjid Raya Mujahidin Pontianak untuk bersama sama mendirikan Sholat Subuh berjamaah, gelap gelapan di jalan menuju ke sini Insya Allah di akherat nanti akan diberikan CAHAYA oleh Allah SWT" kata Ustad Lukmanulhakim mebngutip pesan singkat yang dia terima dari Syeikh Ali Jaber di seberang sana.

Ustad Lukmanulhakim pun menegaskan secara singkat visi dan tujuan dari Gerakan Subuh Akbar Pontianak "Gerakan Subuh Akbar ini sudah viral dan bisa menjadi contoh untuk daerah lain, dan Insya Allah Subuh Akbar ini juga akan diselengarakan di Manado, DUBAI di mana saja, Allah Hu Akbar" pekik Ustad.

"Jangan mimpi bisa membangun Pesantren, bangun madrasah, Bangun Sekolah, atau bangun apa saja kalau masih saja belum mau bangun SUBUH, nah mari melalui kesempatan ini bapak ibu Abang Kakak mari kita semarakkan dengan Mulai Bangun Subuh, dan kemajuan dan kejayaaan Umat Islam sesungguhnya berawal dari bangun Subuh" tegas Ustad Lukmanulhakim.

Dibagian akhir sambutan dari Ustad Lukmanulhakim adalah laporan keuangan."Jadi bapak Ibu Abang Kakak, Laporan keuangan kita totalnya berjumlah Rp.50.418.900 dengan pengeluaran yang sudah dikeluarkan untuk keperluan akomodasi, transportasi, konsumsi dan bingkisan berjumlah Rp.22.418.00, jadi saldo akhir adalah berjumlah Rp.28.000.900 terima kasih untuk Bank Kalbar atas pembukaan rekening khusus untuk Subuh Akbar Kalbar ini" kata Ustad Lukmanulhakim.  

Bagi jamaah yang ingin menyumbang untuk kegiatan Subuh Akbar Kalbar ini dipersilahkan untuk mengirimkannya ke nomor rekening Bank Kalbar Subuh Akbar Kalbar 88201332177 atas nama Subuh Akbar Kalbar.  Jangan lupa untuk mengkonfirmasikan kepada panitia SUbuh Akbar Kalbar baik melalui SMS, WA Instagram atau Facebooknya.

Spirit Untuk Membangun Umat
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran yang dibawakan dengan suara yang merdu dan jernih oleh Ustad H Syahbandi AR, Imam Besar Masjid Raya Mujahidin Pontianak.   Kemudian dilanjutkan dengan kata pengantar singkat oleh Bapak Adi Pratama Larisindo ST,  Ketua Harian Gerakan Subuh Akbar Kalimantan Barat.  Beliau memapakan visi dan misi sesungguhnya dari Gerakan Subuh Akbar ini

"Kini umat Islam dihadapkan pada perang besar Ekonomi, dalam hal ini contoh kongkritnya jelas kini sudah semakin sedikit lahan produktif di Indonesia pada umumnya atau di kota Pontianak ini yang dmurni dikuasai oleh umat Muslim, nah apakah kita mau jadi penonton saja?" Tantang beliau kepada Jamaah.

Oleh karena itu, tambah Bapak Adi Pratama,  geraka Subuh Akbar berjamaah ini menjadi tonggak kebangkitan ekonomi kita, dan khususnya untuk Gerakan Subuh Akbar hari ini harusnya menjadi SPIRIT bagi anda anda semuanya, bukan karena siapa yang menjadi pembicaranya, melainkan semangat atau SPIRIT nya itu yang harus diluruskan agar tujuannya tercapai yakni SPIRIT atau semangat untuk mulai mememakumurkan masjid dan itu dimulai dari Subuh. "Nah sudah siapkan kita semuanya menjadi PEJUANG SUBUH?" Pekik Ustad Adi Pratama yang dijawab dengan lafaz Allahu Akbar oleh ribuan jamaah

Yusuf Mansur : Sholat, Doa, Minta, Dapat
Akhirnya sampailah pada acara yang paling ditunggu tunggu oleh Jamaah semuanya.  Ustad Yusuf Mansur pun naik ke atas Podium.  "Pak Susilo Bambang Yudhoyono dan Pak Jokowi pun tunduk sama saya woi, hanya pak Yusuf Kalla saja yang tidak soalnya sepantar (Sama tinggi)" kata sang ustad mengawali ceramahnya Subuh itu yang disambut dengan grrr (tawa) dari ribuan Jamaah yang memadati ruang utama Masjid Raya Mujahidin Pontianak itu.

"Umat Islam itu berproses lah, jangan mau serba instant, Kalem tapi Serius" kata Ustad Yusuf Mansur dengan raut wajah yang serius.  Beliau memberikan kata kunci atau keyword untuk memudahkan kita hamba Allah SWT untuk sellau Membesarkan namaNYA.   "Allah SWT itu Harus kita besarkan namanYA, jadi jika anda mengecilkan namaNYA, maka sudah sepantasnyalah anda akan diKECILkan juga oleh Allah SWT, juga jangan mengecilkan dan meremehkan diri sendiri itu saja kuncinya" tegas sang Ustad.

Ustad Yusuf Mansur pun memberikan kata kunci (keyword) yang dimaksud yakni "Sholat lah, BerDOA lah, Minta lah dan Dapatkan tu" katanya berapi api.   Cara pandang kita dalam membesarkan nama Allah SWT itu yang harus diubah, dan itu harus diucapkan atau diucapkan dengan kalimat membangun dan jangab mengerdilkan diri anda sendiri kata Ustad.

"Sebagai contoh anda bilang ini gedung milik si fulan, sepertinya tidak bisa kita beli, apakah hanya dengan duit kita dapat membeli gedung itu, beli barang kan tidak sellau pake duit, nah cara pandang seperti ini yang harus diubah"
kata Ustad Yusuf Manur.  Semuanya milik Allah ingat itu.  
Lahu maqaaliidus-samaawaati wal ardhi yabsuthurrizqa liman yasyaa-u wayaqdiru innahu bikulli syai-in 'aliimun. "Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rejeki, bagi siapa yang dikehendaki-Nya, dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." – (QS.42:12)
Ustad Yusuf Mansur pun memberikan contoh ada seorang penjual Bubur Ayam yang memiliki sebuah keluarga, dan mereka mengontrak di sebuah toko yang harus dia bayar setiap bulan uang sewanya dengan memotong gaji dari kerjanya sebagai penjual bubur milik sang juragan toko yang akhirnya bisa bukan saja terbebas dari kewajiban dipotong gajinya namun beliau justru mendapat berkah berupa hadiah TOKO itu menjadi miliknya.  "Mengapa ini bisa terjadi" tanya ustad Mansur kepada jamaah.    

Sang Ustad pun memberikan penjelasan bahwa ternyata salah satu pelanggan yang dia berikan bubur ayam gratis setiap jumat ternyata seorang pengusaha kaya, dan dia tau kalau penjual bubur itu bekerja bergantian bersama sang istri di toko itu, dan membayarnya dengan gajinya, dan oleh karenanya dia beli langsung dari sang pemilik toko dan menhadiahkannya kepada sang penjual bubur itu" kata Ustad Yusuf Mansur.  "Oleh karena itu, besarkan nama ALLAH SWT dan ALLAH SWT akan besarkan nama kita, begitupua sebaliknya jika anda mengecilkan DIA, maka sewajarnya anda juga DIA kecilkan" tegas Ustad

"Oleh karena itu jugalah mulai hari ini yang merasa meniadi Mahasiswa silahkan hubungi orang tuanya dan bilang mulai hari ini stop kiriman uangnya dan minta nomor rekening orang tua" kata Pak Ustad sambil senyum.  Gemuruh ruang utama Masjid Raya Mujahidin dengan Grrr.  

Beliau menambahkan bahwa jaringan bisnis yang dia bangun juga sebenarnya dari NOL dari usaha kecil namun kemudian berkembang menjadi aset bisnis dengan Nilai T alias Trilyunan. "Jangan tanggung tanggung, maennya T Trilyun, kalau M Milyar pusing kepala saya" kata Ustad Yusuf Mansur diiringi GRRR lagi dari Ribuan jamaah.   "PayTren yang jaringan saya bangun adalah usaha real saya mencetak pebisnis, dan dari sinilah mulai membangun umat"  kata Ustad Yusuf Mansur setengah berpromosi.

Sebagai penutup dari uraiannya, karena sang Ustad harus ke Bandar udara Internasonal Supadio untuk pulang pada pukul 06.30 WIB , beliau menekankan bahwa kata kunci (keyword) itu tadi bisa digunakan untuk memohonkan bantuan kepada Allah SWT untuk kebaikan apa saja boleh.  "Allah SWT sudah menyederhanakan itu semua untuk kita semua , nah pergunakan kemudahan itu, dan Besarkan Nama Allah SWT dan Allah SWT akan Besarkan anda"  (Asep Haryono)





PENCERAHAN : Ustad Yusuf Mansur saat memberikan tausyiah dan pencerahannya kepada ribuan jamaah yang memadati masjid Raya Mujahidin Pontianak. Foto Asep Haryonok
PENCERAHAN : Ustad Yusuf Mansur saat memberikan tausyiah dan pencerahannya kepada ribuan jamaah yang memadati masjid Raya Mujahidin Pontianak. Foto Asep Haryono

SHOLAT MALAM  : Ribuan Jamaah mulai memadati ruang utama Masjid Raya Mujahidin Pontianak dan banyak yang mendirikan QIyamul Lail sebelum adzan Subuh dikumandangkan . Foto Asep Haryono
SHOLAT MALAM  : Ribuan Jamaah mulai memadati ruang utama Masjid Raya Mujahidin Pontianak dan banyak yang mendirikan QIyamul Lail sebelum adzan Subuh dikumandangkan . Foto Asep Haryono

MC: Ustad Lukmanulhakim, pimpinan Ponpes Modern Ashabul Yamin ini seperti menjadi langganan MC setiap acara Subuh Akbar berjamaah.  Masya Allah . Foto Asep Haryono
MC: Ustad Lukmanulhakim, pimpinan Ponpes Modern Ashabul Yamin ini seperti menjadi langganan MC setiap acara Subuh Akbar berjamaah.  Masya Allah . Foto Asep Haryono

KECEWA : Ustad Yusuf Mansur langsung dibawa keluar oleh Panitia untuk dilarikan ke Bandara untuk kembali pulang.  Panitia tidak mengizinkan jamaah Subuh Akbar untuk sesi foto selfie bersama sang Ustad. Foto Asep Haryono
KECEWA : Ustad Yusuf Mansur langsung dibawa keluar oleh Panitia untuk dilarikan ke Bandara untuk kembali pulang.  Panitia tidak mengizinkan jamaah Subuh Akbar untuk sesi foto selfie bersama sang Ustad. Foto Asep Haryono

SELFIE  : Sudah lazimnya maraknya foto diri (Swafoto) atau Selfie bahkan untuk acara Subuh Akbar sekalipun. Jamaah ini tertangkap kamera berfoto selfie di tengah kerumunan jamaah lain . Foto Asep Haryono
SELFIE  : Sudah lazimnya maraknya foto diri (Swafoto) atau Selfie bahkan untuk acara Subuh Akbar sekalipun. Jamaah ini tertangkap kamera berfoto selfie di tengah kerumunan jamaah lain . Foto Asep Haryono

PERALATAN  : Panitia untuk urusan dokumentasi video dan kamera dan Layar lebar OHP yang kebagian sibuk agar acara subuh Akbar mulus dan lancar . Foto Asep Haryono
PERALATAN  : Panitia untuk urusan dokumentasi video dan kamera dan Layar lebar OHP yang kebagian sibuk agar acara subuh Akbar mulus dan lancar . Foto Asep Haryono

LAUTAN MANUSIA : Ribuan jamaah seperti lautan manusia saat usai menhhadiri Subuh Akbar berjamaah  bersama Ustad Yusuf Mansur Foto Asep Haryono
LAUTAN MANUSIA : Ribuan jamaah seperti lautan manusia saat usai menhhadiri Subuh Akbar berjamaah  bersama Ustad Yusuf Mansur Foto Asep Haryono

DONASI SPONTAN : Seperti lazimya gelaran Subuh Akbar usai, selalu diadakan pengumpulan dana Spontan untuk umat. Foto Asep Haryono
DONASI SPONTAN : Seperti lazimya gelaran Subuh Akbar usai, selalu diadakan pengumpulan dana Spontan untuk umat. Foto Asep Haryono










No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog