Jual Milagros disini

IFTHOR AKBAR MUNZALAN : Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim

BUKA PUASA : Ratusan santri bersama tamu undangan berbuka puasa bersama dengan Saprahan,  Foto Asep Haryono
BUKA PUASA : Ratusan santri bersama tamu undangan berbuka puasa bersama dengan Saprahan,  Foto Asep Haryono


Catatan Asep Haryono

Diriwayatkan dalam Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda "Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya". Dan bahkan
 imam Bukhari menyebut sebagai keutamaan bagi orang yang mentasuh anak yatim.

Alhamdulillah, Kampung Ramadhan Munzalan Serdam juga turut menggembirakan mereka. Baru baru ini
 Kampung Ramadan Munzalan 2 yang berlokasi di Sungai Raya Dalam Pontianak itu sukses menyelenggarakan Ifthor Akbar atau berbuka puasa bersama dengan sekitar 500 Santri dan Penghafal Alquran  di Masjid Kapal Munzalan Serdam , Ahad kemarin (18 Juni 2017). Momen ini juga sekaligus menandai launching secara resmi Yayasan BaitulMaal Munzalan Indonesia oleh Pimpinan Yayasan Ashabul Yamin Ustad Lukmanulhakim. Acaranya menarik karena tidak sekedar buka puasa bersama namun ada serangkan kegiatan lainnya. Seperti apa kemeriahan acara tersebut berikut catatannya.

Adi Pratomo :  Perang Besar Ekonomi dan Waqaf Produktif
Saya datang di Masjid Kapal Munzalan Serdam sekitar pukul 15.00 WIB dan menjelang masuk waktu Shalat Ashar berjamaah , saat ratusan santri Mu'Tashim Billah (Berpegang teguh di jalan Allah-red) pun mulai berdatangan memasuki masjid yang memang berbentuk yang menyerupai Kapal itu.  "Kami datang dengan Oplet Om, ada beberapa buah yang datang membawa kami bersama pimpinan kami Ustad Yusuf dan Ustad Adi" kata Sulaeman, salah satu santri yang berhasil saya temui sore itu.

"Untuk santri laki lakinya sendiri berjumlah 200 dan untuk santri perempuannya berjumlah 150 semuanya campuran ada yang yatim dan ada pula yang sudah piatu" tegasnya Sulaeman. Untuk peserta IFTHOR AKBAR Ini juga dihadiri oleh anak anak yatim/piatu beberapa pesantren dan pondok lainnya di sekitar Pontianak dan wilayah Kubu Raya Kalimantan Barat.  Ketika saya jelaskan kepada Sulamen bahwa saya sendiri juga sudah tidak memiliki Ayah dan Ibu, bocah itu terdiam.  Melihat ini saya langsung mengalihkan pembicarannya kepada acara Buka Bersama sore itu.

Tepat pukul 17.00 WIB acara pun dimulai. Semua santri, dan tamu undangan duduk duduk di tenda tenda yang sudah disediakan oleh panitia penyelenggara IFHTOR AKBAR Munzalan Serdam. Tenda yang beralaskan papan dilapisi oleh kain tebal atau karpet yang lembut memanjang itu cukup untuk menampung banyak peserta.   Pembukaannya dimulai dengan sambutan dari salah satu pimpinan Munzalan Serdam yakni Bapak Adi Pratama dan Bapak Beni Sulastiyo yang menekankan perlunya kegiatan ini dibudayakan.

"Umat Islam sekarang ini dihadapkan pada perang besar yakni Perang Besar Ekonomi, dan umat Islam harus mampu menjawab tantangan itu" tegas Bapak Adi Pratama yang pernah memberikan pencerahan dan bimbingan teknis bertema "hidup tenang tanpa Hutang" di Munzalan tanggal 14 Juni 2017 yang lalu yang juga saya hadiri saat itu Alhamdulillah. Ustad muda itu pun menjelaskan bahwa 92 persen lahan produktif di Indonesia sudah dikuasai oleh 0,8 persen segelintir penduduk indonesia.

Oleh karena itu, tegas Adi Pratama, Umat Islam dharapkan mampu menggiatkan aktifitas syukur kepada Allah SWT melalui serangkaian amalan yang baik seperti yang tercantum dalam Surat At Taubah : 60, banyak ber infaq dan juga Sadaqah.  "Beramal juga boleh dari waqaf profesi umat, misalnya seorang Notaris bisa saja memberikan akta notarisnya kepada umat dengan sedeqah surat notatisnya, dan banyak lagi." 

Oleh karena itu, tambah Adi Pratama , umat Islam perlu menggiatkan kembali gerakan Waqaf Produktif. "Usia boleh terputus, pahala mengalir terus" kata Adi Pratama.  Beliau mencontohkan jaman Usman Bin Affan yang sampai sekarang masih ada rekeningnya atas nama beliau

"Di Jaman Usman Bin Affan beliau mewaqafkan sebidang sumur air yang jernih, yang kemudian oleh umat dikembangkan menjadi kebun qurma yang selanjutnya berkembang berdiri pabrik dan itu bermanfaat untuk umat" tegas Adi Pratama.   Sebagai informasi, Masjid Munzalan Serdam ini sudah lama menggiatkan gerakan Waqaf Produktifnya antara lain Masjid Kapal Munzalan I di AMPERA dan Pusat Lembaga Produktif berbasis Masjid.
PENYERAHAN WAQAF :  Bapak Hamzah menyerahkan secarfa simbolis Mesin Kangen Water kepada Panitia Kampung Ramadhan Munzalan yang diwakli oleh Bapak H. Muhammad Nur Hasan.  Foto Asep Haryono
PENYERAHAN WAQAF :  Bapak Hamzah menyerahkan secara simbolis Mesin Kangen Water kepada Panitia Kampung Ramadhan Munzalan yang diwakli oleh Bapak H. Muhammad Nur Hasan.  Foto Asep Haryono

Pembukaan tersebut ditutup dengan penyerahan secara simbolis Waqaf dari Bapak Hamzah dan Ibu Susiana yang mewaqafkan 1 buah mesin Kangen Water seharga Rp.40.000.000.   "Sudah lama saya ingin mewaqafkan mesin ini agar bisa dimanfaatkan banyak orang, memang kalau dihitung sih saya rugi, namun untuk kemashalatan umat, Insya Allah saya berikan mesin ini agar semua orang bisa menikmati air yang sehat dan berkualitas"  kata Ibu Susiana dalam sambutan lisannya.

Yayasan BaitulMaal Munzalan Indonesia
Ustad Lukmanulhakim, founding father-nya Yayasan Ashabul Yamin menyampaikan kepada peserta Ifthor Akbar mengenai sejarah singkat awal berdiri Gerakan Infaq Beras.  "Bapak Bapak Ibu semuanya, kami di Munzalan melihat sendiri banyak sekali bantuan berbentuk beras yang sampai di tangan para penerima dalam keadaan yang tidak layak dikonsumsi, sudah berulat , oleh karena itu inisiatif datang dan berdirilah gerakan Infaq Beras ini, dan syukur Alhamdulillah sudah lebih dari 37 lembaga/ponpes/sekolah yang sudah menerima infaq beras ini" tegas Ustad Lukmanulhakim.

Bagaimana cara agar bisa berinfaq Beras ini?  Ustad Lukmanulhakim mengatakan "Hanya dengan berinfaq Rp.1000 sehari bapak ibu bisa didoakan oleh ribuan santri, caranya mudah hanya dengan berinfag seribu rupiah sehari atau Rp.25.000 per bulan saja Bapak Ibu sudah bisa menjadi orang tua asih untuk ribuan Santri binaan kami" .

Dan syukur Alhamdulillah , tambah Ustad Lukmanulhakim, atas izin Allah SWT Gerakan ini sudah berjalan sejak tahun 2012 yang lalu dan saat ini sudah ada 37 Panti Asuhan, Pondok Penghafal Al Quran dan Pondok Penghafal Quran Khusus Tuna Netra yang tersebar di kota Pontianak , Kubu Raya dan Singkawang.  "Alhamdulillah kami juga sudah membuka cabang di Bandung, Jogjakarta dan Jabodetabek" (Jakarta Bogor Depok Tanggerang Bekasi-red).

Sedeqah Akbar ke 6 berikutnya Insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2017 juga di Pontianak.  "Kalau pada kegiatan sedeqah akbar tahun sebelumnya menghadirkan 1000 an anak yatim, Insya Allah mohon doa bapak ibu semuanya kita coba hadirkan 5000 orang anak yatim kalau perlu kita adakan yang lebih besar lagi di Stadion Bung Karno, kita sewa kapal ramai ramai kesana Amin . Allah hu Akbar"  pekik Ustad Lukmanulhakim

"Terima kasih buat para panitia Ifhor Akbar yang sudah susah payah menyiapkan acara ini dengan baik, abang kakak yang antar buka puasa, yang beresin karpet , yang pegang kabel semuanya untuk kesuksesan acara ini, kami semuanya hanyalah "tukang pos" saja yang menyalurkan sodaqah dan sumbangan para bapak ibu sekalian kepada yang berhak menerimanya, semoga amal ibu bapak kakak abang para panitia diberi balasan yang indah dari Allah SWT, dan sekali lagi jika kakak abang sudah duluan masuk Syurga, jangan lupakan kami kami ya" kata Ustad Lukmanulhakim penuh keharuan dengan air mata yang hampir jatuh dimatanya.  Saya pun ikut terharu

"Bapak Ibu mulai hari ini juga Ahad 18 Juni 2017 atas izin Allah SWT dengan ini saya luncurkan secara resmi Yayasan BaitulMaal Munzalan Indonesia" kata Ustad Lukmanulhakim.   Yayasan ini kelak akan memberikan beasiswa keoada guru guru Al Quran dan para santri generasi kita mendatang ini yang akan memimpin Provinsi Kalimantan Barat agar mendapatkan beasiswa belajar dan Umrah dan Haji hingga ke Mekkah.  "Allah hu Akbar" pekik Ustad Lukmanul Hakim.   Gemuruh para peserta Ifthor Akbar ini sama sama meniakkan Allahu Akbar.  Saya pun merinding mendengarkan pekikan Allah hu Akbar membahana di forum itu.

Tiga Santri Tuna Netra Sabet Juara

Acara sore itu ditutup dengan penyerahan hadiah dan piala kepada para juara lomba lomba yang diselenggarakan oleh Kampung Ramadhan Munzalan Serdam ini.  Ada banyak hadiah hadiah yang sudah disediakan oleh para sponsor acara tersebut seperti Piala tetap, Quran speaker , Sepeda , Baju Gamis , dan sejumlah uang tunai dengan total jutaan rupiah.

Yang menyedot perhatian para hadirin adalah masuknya tiga besar juara I, II, dan III dari peserta Lomba Tahfiz quran dari kelompok Penyandang Tuna Netra yang kesemuanya merupakan perwakilan dari Lembaga Pendidikan Agama Islam (LPAI) Ar Rahmah.  Juara I diraih oleh Safira Atira dengan hafalan 19 Juz,  Juara II Zainuri Wari dengan Hafalan 6 juz dan juara III Siti Farhatun Nufus dengan hafalan 5 juz.   Sang juara, Safira Atira , yang bahkan baru berusia 15 tahun itu kini sedang dalam penyelesaian menuju juz 20.
TUNA NETRA : Para juara Lomba Tahfiz Quran yang kesemuanya penyandang Tuna Netra berfoto bersama para pengurs Yayasan Ashabul Yamin - Munzalan. Foto Asep Haryono
TUNA NETRA : Para juara Lomba Tahfiz Quran yang kesemuanya penyandang Tuna Netra berfoto bersama para pengurs Yayasan Ashabul Yamin - Munzalan. Foto Asep Haryono

Buka Puasa pun dilakukan dengan cara makan bersama yang dikenal dengan sebutan Makan Saprahan.   Makan Saprahan ini adalah tradisi budaya Melayu Pontianak dimana satu tampah atau wadah yang sudah tersaji makanan dan lauk pauk disediakan untuk lebih dari 4 orang dengan duduk melingkar.  Makanan di letakkan ditengahnya, dan disantap dengan menggunakan tangan atau tidak menggunakan sendok.   Sayang sekali saya tidak dapat mengikuti acara ini karena ada keperluan mendadak ke Bandara Udara Supadio selepas Sholat Magrib berjamaah.

IFTHOR AKBAR
adalah sebuah forum yang menjembatani atau mempertemukan antara para donatur dengan anak asuh dan para orang tua asuh yang dikelola oleh Yayasan Ashabul Yamin - Masjid Kapal Munzalan Serdam sejak beberapa tahun yang lalu. Sebagai salah satu kegiatan dari rangkaian aktifitas dakwah dan sosial Program Infaq Beras Masjid Kapal Munzalan Serdam dan Yayasan Ashabul Yamin dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadhan 1438 Hijriah.

Jika bapak ibu kakak abang ingin bergabung menjadi orang tua asuh dalam Gerakan Infaq Beras yang sudah berlangsung sejak tahun 2012 ini sangat mudah cukup hanya dengan Rp.25.000 per bulan saja Bapak Ibu sudah bisa menjadi orang tua asuh untuk ribuan anak yatim dan Penghafal Al Quran.

Silahkan datang langsung Bapak Ibu semuanya ke di Masjid Kapal MUNZALAN Serdam yang beralamat di Jalan Sungai Raya Dalam, Gang Imaddudin Nomor 4 - Kubu Raya.  Call atau SMS-WA 0812-5490-3375. Transfer kepada Rekening BNI Syariah 6089890495 atas nama Baitulmaal Munzalan Ashabul Yamin dan Rekening Bank Muamalat 6210057008 juga atas nama Baitulmaal Munzalan Ashabul Yamin (Asep Haryono)
 
VIDEO : Ustad Lukmanulhakim, pimpinan Ashabul Yamin Munzalan saat menyampaikan presentasi VIDEO awal mula gerakan infaq Beras ini mulai dijalankan.  Foto Asep Haryono
VIDEO : Ustad Lukmanulhakim, pimpinan Ashabul Yamin Munzalan saat menyampaikan presentasi VIDEO awal mula gerakan infaq Beras ini mulai dijalankan.  Foto Asep Haryono

DOA  BUKA PUASA : Ustad Lukmanulhakim, pimpinan Ashabul Yamin Munzalan dan Bapak Haji Muhammad Nur Hasan.  Foto Asep Haryono
DOA  BUKA PUASA : Ustad Lukmanulhakim, pimpinan Ashabul Yamin Munzalan dan Bapak Haji Muhammad Nur Hasan.  Foto Asep Haryono

MAKAN SAPRAHAN : Ratusan santri bersama tamu undangan berbuka puasa bersama dengan Saprahan.  Makan bersama dalam satu wadah,  Foto Asep Haryono
MAKAN SAPRAHAN : Ratusan santri bersama tamu undangan berbuka puasa bersama dengan Saprahan.  Makan bersama dalam satu wadah,  Foto Asep Haryono


Referensi

No comments:

Bandara Supadio Pontianak Bandara Supadio Pontianak Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog