Jual Milagros disini


OPINI : Awas Cyber Crime

Catatan Asep Haryono

Baru baru ini terjadi aksi pembobolan kartu ATM secara masif menimpa beberapa warga Pontianak.  Seperti yang diberitakan oleh harian Pontianak Post edisi hari Selasa 6 Desember 2016 beberapa warga Pontianak melaporkan tindak pencurian uang dalam ATM nya secara misterius.

Salah satu korban kejahatan perbankan itu bernama Jumadi, seorang dosen di Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak.  Secara kebetulan, saya cukup kenal baik dengan DR Jumadi sejak jaman kuliah di era tahun 90 an dahulu. Kami sama sama aktifis Badan Kerohanian Mahasiswa Islam (BKMI) Untan waktu itu.

Jumadi menuturkan kepada harian Pontianak Post bahwa uang dalam rekeningnya terkurang secara misterius hingga total dana yang raib dari rekening ATM nya lebih dari 8 juta rupiah. Hal itu diketahuinya dari SMS Banking yang masuk ke dalam telepon genggamnya sebagai notifikasi (pemberitahuan) adanya aktifitas perbankan atas kartu ATM nya.  

Beliau mengira ada dana transfer masuk ke dalam rekeningnya namun begitu beliau membaca SMS Banking tersebut terkejut bukan kepalang ternyata berisi penarikan dana.
, padahal beliau sama sekali tidak melakukan aktifitas penarikan dana dari ATM. 

WASPADA : Banyak orang yang "mengincar" uang anda saat berselancar di dunia maya. Ingatlah kejahatan siber mengintai kita.  Foto Asep Haryono
WASPADA : Banyak orang yang "mengincar" uang anda saat berselancar di dunia maya. Ingatlah kejahatan siber mengintai kita.  Foto Asep Haryono

Modus Modus Kejahatan Perbankan
Namun setelah dilakukan pendalaman lebih lanjut disertai dengan penyelidikan mendalam yang dilakukan pihak Bank akhirnya dapat dipastikan bahwa kejahatan perbankan ini dilakukan oleh pihak eksternal dan bukan dari rush policy ataupun dari orang internal pihak bank. Dengan kata lain telah terjadi aktifitas fraud atau cyber crime. 

Lazimnya jika kejahatan perbankan dilakukan oleh pihak III atau eksternal, pihak BANK berkewajiban mengganti sepenuhnya dana nasabah dengan mengkreditkan secara langsung ke rekening nasabah yang menjadi korban kejahatan siber perbankan ini.


Beda halnya jika kejahatan perbankan itu murni akibat dari kelalaian atau kesalahan yang dibuat oleh nasabah itu sendiri sehingga berakibat dana dalam rekeningnya berkurang,  pihak BANK tidak dapat disalahkan, dan pihak bank tidak dapat mengganti kerugian materi yang dialami nasabah tersebut. Beberapa aktifitas kejatatan perbankan yang terjadi akibat kelalaian dari Nasabah itu sendiri antara lain  Penipuan lewat telepon , phising , penipuan kartu ATM , Pemalsuan Nomor Call Center , dan Kejahatan kartu kredit

Masih ada satu modus yang old fashion (kuno) namun masih tetap mumpuni untuk mengelabui masyarakat yakni dengan berita kecelakaan.  Si penipu mengabarkan seseorang yang terkena kecelakaan parah hingga harus masuk ke rumah sakit kepada keluarga sang korban.  Keluarga korban yang panik biasanya akan langsung memenuhi permintaan sang penipu termasuk permintaan transfer sejumlah uang agar sang anak segera dirawat intensif. Padahal kenyataannya sang anak atau keluarga yang dikabarkan kecelakaan itu sehat sehat saja di tempat yang lain.

Menang Undian Mobil Palsu
Dulu saat saya masih "ngekos" di kawasan Komplek Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak di era tahun 2003 an, rumah kos saya pernah mendapat kiriman surat dalam amplop tertutup. 

Amplopnya tebal namun tidak tercantum di halaman sampul depan amplopnya kepada siapa surat itu ditujukan. Begitu kami buka bersama sama ternyata berisi pemberitahuan bahwa saya berhasil memenangkan hadiah Mobil dari suatu produk. Hebat sekali.  Saya merasa tidak ikut undian apa apa tiba tiba bisa dapat undian hadiah utama mobil merek tertentu.

Hebatnya di dalam amplop itu juga disertai dengan beberapa lampiran "surat penting" menyertai antara lain Surat Dari Binbansos lengkap dengan nomor surat dan kop lembaga Binbansos , Surat dari Kepolisian, dan beberapa surat lainnya seolah olah surat pemberitahuan pemenang ini asli.

Padahal itu semua fake (palsu) yakni usaha penipuan yang dilakukan oleh pelaku yang menyasar para calon korbannya dengan iming iming hadiah mobil.  Bagi kami jelas tidak mempan tipuan ini, kami sudah tau ini penipuan.  Namun bagaimana dengan mereka yang berada di pelosok pelosok desa dan mendapat penipuan seperti ini. Kemungkinan berhasilnya sangat besar. Orang bisa langsung mengikuti perintah sayang pelaku karena sang korban sudah keburu senang dan gembira mendapat hadiah mobil.

SMS Penipuan Secara Acak

Ada teman saya di Semarang (jawa Tengah), sebut saja bernama kirin (bukan nama sebenarnya-red).  Kirin ini memang sedang bisnis pakaian hingga ke luar kota.  Hari itu dia memang sedang menantikan kabar dari rekannya yang sudah mengirim barang pesanannya dan tinggal proses pembayarannya melalui transfer bank.

Tiba tiba di telepon genggamnya masuk sebuah SMS yang isinya kira kira berbunyi "Kalau sudah fix, uangnya di transfer saja ke rekening xxx-xxxx-xxxx-  Bank xxxxxx ya".   Fatalnya si Kirin ini tidak mencek kembali nomor pengirim SMS itu.  Dia langsung berpikir inilah nomor rekening yang dia tunggu. Dia memang ingin mentransfer atas barang yang sudah diterimanya. Uang pun ditransfer ke nomor rekening sesuai yang tertera di sms tersebut  Ke-esokan harinya harinya barulah dia menghubungi rekan bisnisnya bahwa dana 300 K sudah ditrasnfer ke rekening sahabatnya itu.  

Namun sahabatnya itu tidak merasa menerima kiriman uang dari Kirin. Barulah kirin terduduk lemas sadar bahwa dirinya baru saja kena korban penipuan SMS.  Dari sini kita sadar si penipu mengirim SMS penipuan secara random (acak) ke banyak nomor puluhan hingga mungkin ratusan dan berharap ada yang "kena". Di sinilah "apes" nya rekan saya itu menjadi korban SMS penipuan. 

Begitu juga dengan SMS penipuan yang mengabarkan anda menang UNDIAN produk tertentu berupa mobil atau uang puluhan juta, lalu anda diminta  menghubungi nomor tertentu.  Percayalah itu semua penipuan.  Anda akan diminta menghubungi nomor si pelaku, dan anda akan diminta mengirim sejumlah uang sebagai DP atau biaya administrasi pengiriman hadiah Mobil. Anda yang sudah keburu senang dan gembira dinyatakan menang undian Mobil, bisa langsung mengirim uang sebagai pajak atau administrasi pengambilan hadiah, padahal itu semua penipuan.  Jangan percaya dengan tipu tipu ini

Bahkan jika anda "dituntun" untuk mengecek sendiri nama anda sebagai pemenang Mobil atau uang puluhan juta di "website" mereka, coba perhatikan baik baik address (alamat) URL website itu yang rata rata berdomain gratisan seperti blogspot.  Mana ada website perusahaan kaya menggunakan hosting gratisan seperti blogspot, jelas jelas ini sebuah rekayasa atau upaya penipuan. Bertanyalah kepada aparat penegak hukum, atau orang lain yang lebih paham agar anda terhindar menjadi korban penipuan kejahatan siber. (Asep Haryono)

Referensi :



7 comments:

  1. naah ini yang perlu di waspadai segala macam modus penipuan entah itu telp secara langsung ataupun berupa sms ....iya kan....Kang Asep

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Truk Pos : Iya jelas. Si Penipu akan menggunakan segala cara untuk menipu calon korbannya. Tetap waspada selalu. Kejahatan Siber selalu mengintai kita semua

      Delete
  2. SEkarang penipuan juga makin marak ya Kang lewat MedSos.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Alina Cell : Benar sekali. Penipu sekarang sudah canggih canggih dengan menggunakan Siber

      Delete
  3. mesti waspada, banyak sekali yang jadi korban, sipp kang mengingatkan kita semua

    ReplyDelete
  4. salah satunya saya nih yang hampir jadi korban, hampir sih belum sampai jadi korban beneran,,

    ReplyDelete
  5. undian, sms, telp kecelakaan... saya sudah pernah ngalamin. duh, makin kreatif aja orng berbuat jahat sekarang ini

    ReplyDelete

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog