Jual Milagros disini


Selamat HUT 245 Tahun Kota Pontianak

Catatan Asep Haryono

Sebagai ibukota propinsi Kalimantan Barat, kota Pontianak, merayakan hari jadinya yang ke yang ke 245 (Dua Ratus Empat Puluh Lima Tahun) pada tanggal 23 Oktober 2016.  Kota Pontianak terus melakukan banyak pembangunan sarana dan prasarana untuk terus menunjang pembangunannya yang mengarah pada visi menuju kota modern dan sebagai pusat perdagangan yang kini sudah nyaris berada dalam genggaman tangan.

Bapak Sutarmidji SH, M.Hum, wali kota Pontianak melakukan banyak reformasi hukum, menggiatkan peranan ekonomi rakyat, dan mengundang imvestor untuk menanamkan investasinya di kota Pontianak.  Salah satu indikator kemajuan dalam bidang ekonomi misalnya ditandai dengan semakin banyaknya hotel hotel dan pusat perbelanjaan modern sudah berdiri dengan megahnya hampir di setiap sudut ibukota. 

Pembangunan di seluruh daerah pelosok Kalimantan Barat juga tidak kalah pesatnya.  Seiring dengan segudang kemajuan pembangunan , prestasi ekonomi yang diperoleh, tingginya denyut nadi ekonomi masyarakat, dibarengi juga dengan segudang persoalan kian menghadang kota yang dijuluki sebagai kota lintasan bumi khatulistiwa ini. 

Tentu tidak semua masalah tersebut diulas tuntas dalam artikel yang sederhana ini.  Beberapa hal yang merupakan pekerjaan rumah yang harus segera diatasi oleh Bapak Walikota beserta jajarannya akan dicoba disampaikan dalam ulasan singkat kali ini .

PADAT : Kota Pontianak dilihat dari gedung Pontianak Post yang tampak jelas kepadatan penduduknya ditengah gedung tinggi.  Foto dokumentasi Asep Haryono
PADAT : Kota Pontianak dilihat dari gedung Pontianak Post yang tampak jelas kepadatan penduduknya ditengah gedung tinggi.  Foto dokumentasi Asep Haryono

Bangunan Di atas Parit

Dalam sebuah wawancara dengan KompasTV Kalimantan Barat beberapa waktu yang lalu, Wail Kota Pontianak Sutarmidji S.H,M.Hum menyebutkan kota Pontianak memiliki potenso yang sangat besar untuk menjadi salah satu destinasi wisata kuliner dan wisata air di Indonesia. 

Kawasan Sungai Jawi, menurut  sang Walikota, memiliki keunikan tersendiri dan selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya memanfaatkan parit sebagai sarana perdagangan dan perekonomian. Kawasan yang menjadi daya tarik dalam setiap perayaan hari kemerdekaan dengan aneka lomba dan p.  ermainan tradisional khas melayu Pontianak.

"masalah sekarang ini adalah banyak warga Pontianak yang punya tanah namun juga memiliki bangunan di atas parit"
tegas Wali kota.  Beliau menambahkan bahwa Warga Pontianak rumahnya rusak parah akan dibantu dengan standar bantuan Rumah tidak layak huni.  "Jadi mereka punya tanah namun rumahnya di atas parit, jadi bukan ganti rugi bangunannya, tapi membantu mereka senilai dengan rumah tidak layak huni" kata Pak Walikota.

Kini dengan semakin padatnya kota Pontianak di harapkan sudah tidak ada lagi bangunan berdiri di atas parit yang memang tidak diperuntukkannya.  Akan ada konsekuensi hukumnya jika mendirikan bangunan di atas parit


Terbatasnya Ruang Publik

Siapa yang tidak senang dengan banyaknya bangunan megah pusat perbelanjaan dan hotel hotel berbintang bak jamur di musim hujan satu persatu bermunculan di kota Pontianak.

Bahkan perumahan elit yang dikelola dan dibangun oleh pebisnis raksasa CIPUTRA dengan komplek perumahan elitnya Citra Garden Aneka dan Water Boom KUBU RESORT nan megah sudah beridir di kawasan Supadio Kubu Raya sudah mulai berjalan.  Perumahan elit CIPUTRA di Pontianak misalnya, juga bukan murah untuk memesan sebuah rumah di kawasan itu. Dengan harga terendah 1 Milyar bisa dibilang sebagai harga yang bukan main mahalnya untuk orang pada umumnya.

Banyaknya Mall Mall baru dan bangunan bisnis dan roda perekonomian kota Pontianak semakin menggeliat. 

Sedikit sekali ruangan kosong yang bisa dimanfaatkan oleh anggota keluarga serta masyarakat untuk sekedar bersantai dan bercengkrama di ruang terbuka di kota ini.  Semakin sempit saja ruang bermain anak anak di kota ini.   Untuk bermain dengan fasilitas lengkap tentu banyak tersedia di Mall Mall dan pusat perbelanjaan. Namun yang dimaksud untuk ruang untuk umum yang murah serta aman bisa dihitung dengan jari. Taman Alun Alun Kapuas masih menjadi wisata murah meriah sarana bersantai seluruh keluarga saat ini.

Revolusi Mental.
Program yang diusung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sepertinya harus lebih banyak lagi disosialisasikan bagi warga Pontianak pada khususnya, dan seluruh daerah di propinsi Kalimantan Barat pada umumnya.

Hal yang sangat mudah ditemui dalam kehidupan sehari hari di kota ini adalah budaya antri, budaya membuang sampah pada tempatnya, dan keperdulian kepatuhan untuk tertib berlalu lintas.  Ketiga hal yang saya sebut di atas terkesan remeh dan sepele saja namun justru dari hal yang sederhana seperti ini sepertinya kota Pontianak harus banyak belajar dari kota lainnya di Indonesia yang sukses mengemas kotanya menjadi modern namun tetap berkarakter dan memiliki kematangan dalam berperilaku warga yang baik.

Budaya antri misalnya.  Sederhana dan remeh saja.  Namun saya kerap kali mendapatkan banyak warga kota Pontianak tidak atau kurang memiliki rasa keperdulian kepada sesama dalam hal antri seperti ini.   Lampu lalu lintas yang berwarna merah pun terkadang masih terus diterobos. 

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa lampu lalu lintas memiliki makna dan arti.  Lampu berwarna merah itu berarti semua pengendara berhenti, dan boleh melanjutkan kendaraannya jika lampu lalu lintas sudah menyala warna Hijau. Semua orang pada umumnya paham ketentuan ini.

Banyaknya angka pengangguran juga tidak luput dari perhatian kita bersama.  Jumlah lulusan perguruan tinggi setiap tahunnya seringkali tidak diimbangi dengan ketersediaan lowongan pekerjaan.  Tingginya minat bekerja sebagai abdi negara pelayan masyarakat (baca : PNS) kian menambah deret permasalahan kota Pontianak.   Setiap ada penyelenggaraan expo atau Job Fair selalu dibanjiri oleh para pencari kerja usia muda, dan karyawan yang masih ingin mencari alternatif pekerjaan lain yang lebih baik

Masih banyak lagi segudang masalah yang merupakan "pekerjaan rumah" yang harus segera diatasi oleh Bapak Walikota Pontianak beserta jajarannya.  Maraknya kasus kejahatan predator anak anak , kejahatan kerah putih (korupsi) , maraknya mungli dan pungli , dan masih banyak lainnya seakan tidak akan pernah ada habisnya. Inii bisa menjadi warning sekaligus tantangan bagi kita semua. 

Juga dalam hal pelayanan publik seperti PDAM dan PLN yang sering dikeluhkan masyarakat yang menganggap masih jauh panggang dari api, masih jauh dari ekspetasi masyarakat. Seringnya terjadi pemadaman tidak jelas, air bersih PDAM yang kurang lancarm menjadi "lagu wajib" yang terus diperdengarkan setiap harit.  Pekerjaan rumah sudah banyak dan menanti untuk diselesaikan.

Selamat Hari Jadi Kota Pontianak ke 245 tahun pada tanggal 23 Oktober 2016. Walau usianya tidak bisa lagi dibilang muda lagi, namun kota Pontianak terus berbenah diri agar maju sejajar dengan kota kota besar lainnya di Indonesia.  Mari wujudkan kota Pontianak sebagai kota yang bersih, teduh, nyaman serta aman bagi seluruh warganya.  Aaminn (Asep Haryono).

4 comments:

  1. Beuh, itu iklan di sebelah kanan Kang, yg diatas box alexa, sayang banget dimunculin di blog bagus gini

    ReplyDelete
  2. Selamat ulang tahun [pontianak, mari makan kwetiauw nya hahaha

    ReplyDelete
  3. selamat hut kota pontianak......kulinernya enakkk!

    ReplyDelete
  4. selamat ulang tahun untuk kota pontianak .. semoga berjaya selalu

    ReplyDelete

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog