Jual Milagros disini
Loading...

Pontianak Tertib Berlalu Lintas

Catatan Asep Haryono

Pada tanggal 18 Oktober 2016 tepat pukul 09.10 WIB saya mengendarai motor kesayangan saya melintasi jalan Soekarno Hatta atau Ahmad Yani 2 untuk pergi menjemput anak saya yang bersekolah di salah satu TK yang berlokasi di jalan Parit Haji Husin 2.  Ketika akan melewati sebuah showroom mobil, saya melihat banyak pengendara roda dua yang menepi bergerombol bertumpuk di pinggir jalan.  Saya pikir ada keributan atau kecelakaan.  Saya pun menghentikan motor saya dan ikut menepi mendekati mereka

Usut punya usut rupanya mereka "menunggu" selesainya razia yang sedang berlangsung tidak jauh dari mereka.  Razia gabungan Dispenda dan Kepolisian.   Menurut saya ini fenomena yang menarik.  Para pengendara roda dua yang "bergerombol" itu rupanya banya yang tidak lengkap surat surat kendaraannya jadi "menunggu" sampai operasi razia gabungan itu selesai. 

"Saya sudah 1 tahun pajak motor ini mati , belum sempat memperpanjang, begitu saya lihat di depan ada razia gabungan berhenti dulu di sini sambil menunggu merek selesai baru melanjutkan perjalanan lagi" kata Adi, seorang karyawan swasta yang sempat saya tanyakan mengapa ikut menepiPemuda yang masih berstatus bujangan ini mengaku belum melunasi pajak kendaraannya hingga sekarang.    Ada juga yang tidak bawa SIM , SIM yang sudah habis masa berlakunya atau kadaluarsa, dan masih banyak lagi alasannya.
 


Disiplin Dalam Berkendaraan
Salah satu yang bisa bikin Pontianak bangga adalah kepatuhan warga Pontianak pada khususnya dan seluruh Kalimantan Barat pada umumnya dalam hal mematuhi peraturan lalu lintas baik peraturan keselamatan berkendaraan dan peraturan keselamatan pengendara. Mendengar kata displin lalu lintas, sudah terbayang dalam benak kita masing masing semua hal yang menyangkut keselamatan pengendara dan keselamatan berkendaraan.

Melengkapi surat surat berkendaraan adalah salah satu dari sekian banyak hal disiplin warga Pontianak dalam berlalu lintas. Beberapa hal lain yang saya coba bahas secara singkat dalam tulisan ini adalah menyangkut mental dan kebiasaan warga dalam berkendaraan di jalan raya.   Mematuhi marka jalan raya.


Sudah sering saya melihat sendiri banyak pengendara kendaraan roda dua yang kedapatan "menerobos" lampu merah.  Mereka mungkin sedang dalam kepanikan atau tergesa gesa sehingga tidak sabar menunggu lampu berwarna hijau sebagai tanda kendaraan boleh melaju.

Coba saja anda perhatikan salah satu foto yang berhasil saya abadikan beberapa bulan yang lalu (saya masih menyimpan filenya-red) yang bisa menjadi perhaitan kita bersama.  Silahkan disimak foto di bawah ini :



MELEWATI MARKA :  Pelajar ini melewati batas Marka di lampu merah.  Nomor kendaraan saya samarkan dengan menghargai privacy mereka dan tidak menjadi malu karenanya.  Jangan contoh prilaku tak disiplin ini ya.  Photo Hak Cipta Asep Haryono

Nah jelas di sini adalah sikap pengendara kendaraan roda doa yang tidak disiplin melewati marka jalan raya  dan juga tidak sabar menunggu di belakang garis garis marka jalan tersebut.| Mungkin rekan rekan sudah banyak yang tau apa sih MARKA itu? Sebenarnya banyak penjelasan tentang marka yang bisa bikin pusing kepala, dan njelimet untuk memahaminya, namun demikian penjelasan sikap tidak disiplin yang ditampilkan dalam foto di atas adalah pelanggaran serius terhadap Undang Undang Lalu Lintas yang berlaku di negara Indonesia yang diancam hukuman pidana.

Dalam penjelasan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, pasal 287 (2) juncto Pasal 106 (4) huruf a, b tentang rambu-rambu lalu lintas dan berhenti di belakang garis stop. Pidananya adalah kurungan dua bulan penjara atau denda Rp 500.000.

Beberapa billboard tanda peringatan untuk berhenti di belakang garis marka juga sudah sering kita lihat namun diabaikan begitu saja.  "mungkin tulisannya kurang besar sehingga tidak keliatan sama pengendara atau memang pengendaranya aja yang malas membacanya karena tidak menarik" kata Lusi, pelajar SMA di Pontianak saat ditanya komentarnya.



JANGAN MELANGGAR :  Tidak menerobos lalu lintas sudah terpasang di hampir setiap sudut di kota Pontianak.  Patuhi lalu lintas berhentilah dibelakang marka demi keselamatan anda sendiri. Foto hak cipta Asep Haryono

Beberapa catatan kecil saya di bawah ini bisa menggambarkan betapa sering ceroboh dan teledornya kita dalam disiplin berkendaraan dan menggunakan moda transportasi.
  1. Kelaikan Kendaraan
    Biasanya menjelang mudik saja banyak para pemudik yang berbondong bondong mengecek kendaraannya di bengkel bengkel terdekat. Mereka dengan suka rela memeriksakan kendaraannya pada bengkel. Mengecek dengan cermat aki kendaraan, busi, pergerakan rem tangan. rem kopling, rem depan , rem belakang dan depan.  Saya kira kapan saja kita harus disiplin mengecek kendaraan kita kapan saja kita akan menggunakannya di jalan raya.

    Ini juga berlaku pada kendaraan ataupun moda transportasi umum yang akan kita gunakan seperti bis mudik, bis bertingkat, TAXI, kapal laut, pesawat udara dan juga kereta api. Adalah tanggung jawab para penyelenggara moda transportasi itu untuk melakukan pengecekan ulang kelaikan kendaraannya yang akan digunakan oleh masyarakat.


    Ingatlah selalu masyarakat adalah pengguna kendaraan umum yang disediakan oleh negara dan juga penyelenggara. Nyawa nyawa kita semua berada dalam gerbong kereta, dalam bis, dalam pesawat serta berbagai moda transportasi lainnya yang telah dipercaya sebagai angkutan mudiknya. Nah ujilah kelaikan moda transportasinya sesuai dengan peraturan keselamatan yang sudah baku dan standar. Baik diri kita sendiri sebagai pemakai kendaraan dan juga anda sebagai penyelenggara moda transportasi harus sama sama bekerja mencek kelaikan kendaraan dan moda transportasi yang akan digunakan bersama sama.


  2. Asuransi Kecelakaan
    Pernah menjadi trend diberbagai pemberitaan di tanah air bahwa masyarakat Indonesia memang tidak gandrung asuransi. Anggapan ini tidak salah juga . Bagaimana mau grandrung asuransi untuk makan sehari hari saja susah apalagi harus bayar premi setiap bulan.  Sebuah stigma negatif dan persepsi masyarakat kita terhadap segala jenis dan bentuk asuransi memang mungkin masih bisa dimaklumi.

    Pola pikir masyarakat kita yang terpusat pada perut, menyebabkan anggapan negatif berapapun rupiah yang dikeluarkan harus kembali dalam bentuk barang pada dirinya jika tidak mau uang itu keluar dari kantong sakunya. Pola pikir perut seperti ini memang banyak menimbulkan konsekuensi. Daripada harus membayar premi kecelakaan yang banyak jumlahnya itu mendingan uangnya ditabung atau dibelikan sandang pangan buat makan. Pemikiran seperti ini benar di satu sisi, namun kurang tepat di sisi yang lain.

    Sekarang banyak tersedia berbagai jenis asuransi kecelakaan diri.  Khusus untuk asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident) juga banyak tersedia di mana mana baik itu asuransi jasa raharja, maunpun asuransi jiwa yang diberikan dan di sediakan oleh kalangan swasta seperti perbankan seperti Prudential dan masih banyak lagi lainnya.


    Asuransi kecelakaan ini selain berfungsi sebagai tabungan juga mempunyai fungsi yang menjamin risiko Kematian, Cacat Tetap, Cacat Sementara, Biaya Perawatan dan atau Pengobatan yang secara langsung disebabkan oleh suatu kecelakaan yang dibuktikan oleh keterangan dari dokter dan kepolisian. Sedangkan batasan kecelakaan menurut Polis Standar Asuransi Kecelakaan Diri Indonesia adalah suatu kejadian atau peristiwa yang mengandung unsur kekerasan baik yang bersifat fisik maupun kimia, yang datangnya secara tiba-tiba, tidak dikehendaki atau direncanakan, termasuk keracunan, mati lemas attau tenggelam.


    Jadi mulai dari sekarang memberikan jaminan rasa aman pada diri sebelum berkendaraan atau menggunakan moda transportasi umum lainnya dengan asuransi diri. Tidak kah kita sadari setiap tiket yang kita bayar untuk kendaraan umum maupun moda transportasi lainnya sudah termasuk dana kita untuk asuransi jiwa.


    Nah hal hal semacam ini perlu lebih disosialisasikan lagi kepada masyarakat luas betapa pentingnya memberikan jaminan rasa aman dalam sendiri dengan mengasuransikan diri sendiri pada paket paket asuransi jiwa yang sudah tersedia dimana mana. Pilih paket asuransi jiwa maupun asuransi kecelakaan diri (personal accident) sesuai dengan kemampuan kita masing masing.

    Jangan takut uang anda akan hilang karena dana itu masuk kepada negara dan akan dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk jaminan perlindungan kecelakaan. Ingatlah kecelakaan bisa datang sewaktu waktu, dan asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan akan memberikan jaminan pendanaan jika hal musibah itu datang kepada kita. Mari kita budayakan asuransi

  3. Disiplin Berkendaraan
    Nah ini juga perlu kita garis bawahi sub bahasan ketiga ini jauh lebih luas tidak hanya berlaku pada kendaraan di jalan raya saja tetapi juga pada moda transportasi laut dan juga udara. Coba saja kita lihat dalam kehidupan sehari hari terutama disiplin berkendaraan di jalan raya di kota Pontianak terutama di jalur Ahmad Yani.


    Sudah jelas ada rambu warning (peringatan) bagi kendaraan roda empat (Mobil) untuk menggunakan jalur kiri yang sudah dibatasi oleh traffic corn namun juga masih banyak juga pengendara mobil yang menggunakan jalur kiri tersebut yang memang diperuntukkan untuk kendaraan roda dua.


    Belum lagi batas maksimum kecepatan 40 Km yang sudah ditunjukkan secara jelas dalam rambu lalu lintas tetap saja banyak pengendara kendaraan roda dua dan juga roda empat yang memacu kendaraannya melebihi kecepatan 40 KM.

    Saya sendiri melihat di spedo meter saya yang bertengger di angka 40 KM dan melihat banyak kendaraan yang kecepatannya melebihi kecepatan yang saya gunakan. Mengapa mereka ngebut? Apakah mereka terlambat ke sekolah? Terlambat ke kantor? Makanya bangun pagi oi.

    |
    Selain itu juga banyak kecelakaan yang terjadi karena pengemudinya berkirim SMS ataupun menerima telepon saat mengendarai kendaraan. Bukan main. Hal hal sederhana inilah yang saya katakan tidak disiplin. Mengapa kita tidak pernah bisa disiplin utuk hal hal kecil seperti ini?.  Orang terjatuh itu bukan karena batu yang besar melainkan batu yang kecil.

    Begitu juga dengan moda transportasi udara. Sebagai salah satu yang paling sering menggunakan moda udara saya melihat memang banyak dari kita yang tidak dsiplin dalam menggunakan moda udara. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri banyak yang mengaktifkan telepon genggamnya walaupun pesawat masih di run way dan belum benar benar berhenti.


    Padahal awak pesawat sudah dengan lantang, melalui pengeras suara, agar para penumpang duduk dengan tenang dan tidak menyalakan HP sebelum pesawat benar benar berhenti seperti tidak berarti apa apa. Mengapa kita tidak mematuhi peraturan keselamatan penerbangan walau cuma sebentar saja.
Nah itulah catatan kecil saya, mengenai tema tulisan saya pada hari ini.  Yang namanya musibah bisa terjadi kapan saja. Kecelakaan bisa datang setiap waktu dan datangnya pun tidak pernah memberi tahu.

Namun demikian , terlepas dari takdir itu tadi, kecelakaan betapa pun kecilnya itu, bisa kita hindari dengan meningkatkan rasa keperdulian kita terhadap orang lain dan diri sendiri dengan berdisiplin berkendaraan di jalan raya , mematuhi aturan lalu lintas yang ada, serta disiplin dalam menggunakan moda transportasi umum maupun pribadi lainnya. Selebihnya serahkan semua itu kepada Allah SWT Maha Penguasa Bumi dan Langit ini.

Berdoalah sebelum kaki melangkah menuju tujuan, memohon perlindungan Allah SWT sehingga bisa kembali ke rumah dengan selamat. Ingatlah selalu. Keluarga menanti anda di rumah dengan selamat.  Mari jadikan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas membuat warga kota Pontianak menjadi bangga untuk berlalu lintas di jalan raya. 

Mari kita disiplin mulai dari diri sendiri
Disiplin dari hal yang kecil, dan disiplin mulai dari sekarang




Tulisan ini diikut sertakan dalam lomba Blog yang diselenggarakan oleh Bagian Divisi EVEN Harian Pontianak Post  bekerja sama dengan Pemkot Pontianak dalam Pontianak Oktober Festival 2016 yang berlangsung dari tanggal 1 - 31 Oktober 2016


4 comments:

  1. dia kok ngelanggar zebra crosss yaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Munawir Alfikri : Iya bener banged. Melewati batas Marka. Kalau dalam ketentuan undang undang, ini sudah kena sanksi hukuman sesuai dengan ketentuan yang berlaku

      Delete
  2. Kalau warga sudah mau patuh, baiknya dipermudah urusan SIM mereka. Biar sama sama senaang. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @mutia ohorella : benar sekali. Ini semua tergantung pada pandangan masing masing. Sikap mental yang positif dan kemauan untuk menegakkan kedisiplinan, Makasih sudah mampir ya

      Delete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog