Jual Milagros disini
Loading...

Antara Sri Wahyuningsih Dan Rio Haryanto

Catatan Asep Haryono

Bangsa dan seluruh rakyat Indonesia bangga, Indonesia akhirnya mencetak sejarah memperoleh medali pertama untuk Indonesia pada Olimpiade 2016 ini melalui cabang Angat Besi. Adalah lifter Sri Wahyuni berhasil mempersembahkan satu medali perak untuk Indonesia, medali pertama di ajang Olimpiade 2016 di Brazil ini.  


Total angkatan Sri Wahyuni berhasil mengangkat beban 192 kilogram. Medali emas jatuh ke tangan Thailand. Peraih medali emas di kelas ini adalah Sopita Tanasan asal Thailand dengan total angkatan beban 200 kg, lebih berat 8 kilogram dari Sri Wahyuni.  Media cetak dalam dan luar negeri memberitakan keberhasilan Indonesia meraih medali pertama cabang angkat besi di Olimpiade 2016 ini. Seluruh rakyat Indonesia bangga.

Apalagi keberhasilan ini diiikuti oleh Lifter Eko Yuli Irawan yg juga meraih Perak kedya bagi Indonesia di kelas 62 kg.  Dua perak medali Olimpiade 2016 untuk Indonesia.

Dalam Olimpiade 2016 ini terdapat sekitar 11.000 orang atlet dari sekitar 200 lebih negara di seluruh dunia.  Indonesia berada pada urutan ke 81 dalam daftar negara peserta yang mengikuti Olimpiade 2016 di Brazil ini.

PERAK :   Inilah Sri Wahyuni  yang behasil menyumbangkan medali pertama untu Indonesia di Olimpiade 2016 melalui cabang angkat besi. Foto dari BBC Indonesia

Indonesia mengirimkan sekitar 25 duta nya di ajang pentas olah raga bergengsi ini pada nomor nomor  atletik, angkat besi, balao sepeda, bulu tangkis, dayung dan panahan.  Salah satu yang unik adalah Chef de Mission Tim Indonesia di Olimpiade, Raja Sapta Oktohari, yang merupakan putra kedua Oesman Sapta Odang,
konglomerat, ownner OSO Group, juga pemilik Hotel Mahkota di Pontianak. Kalimantan Barat

Bangsa Indonesia Bangga
Bonus menggiurkan sudah menanti masuk ke kocek lifter Sri Wahyuni.  Pemerintah Indonesia melalui KONI dan Menteri Olah Raga Republik Indonesia telah menyetujui bentuk apreasi atau penghargaan untuk atlet Indonesia yang berhasil memperoleh medali di ajang Olimpiade 2016 di Brazil ini.  

Bagi peraih medali emas Olimpiade diganjar 5 Milyar rupiah,  medali perak 2 Milyar rupiah dan medali perunggu mendapat 1 Milyar rupiah.  Itu belum termasuk jaminan masa tua atlet sebesar 15 juta rupiah perbulan.  Belum lagi hadiah dari para sponsor lainnya. Bisa dipastikan lifter Sri Wahyuni sepulang dari Olimpiade 2016 ini kaya raya.   

Tidak masalah memanjakan satu orang, asal seluruh rakyat Indonesia bangga dan bahagia.  Perjuangan para atlet Indonesia di ajang Olimpiade 2016 ini bukan main sengitnya. Lawan lawan yang tangguh. Semuanya kelas dunia.

Para atlet Indonesia berjuang sampai titik darah penghabisan untuk meraih medali sekaligus mengibarkan merah putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di pentas dunia.  Mereka sama dengan para pejuang membela bangsa di medan pertempuran. Para atlet kita adalah "real hero" atau Pahlawan.

Rio Haryanto, pembalap Formula 1 dari Indonesia juga turut berjuang mengharumkan nama bangsa dan negara Indoensia di ajang balap mobil Formula 1 ini.  

Berbeda dengan rekan senegaranya lifter Sri Wahyuni Agustiani yang berhasil memperoleh medali perak Olimpiade 2016 melalui cabang angkat besi sekaligus mengangkat nama Indonesia di pentas dunia, Rio Haryanto justru sedang "berjuang" mempertahankan posisinya untuk bisa tetap bertahan di formula 1.  

Kita tetap mengapresiasi dan menghargai apa pun prestasi Rio di ajang balap formula 1 ini yang juga tidak main main sengitnya.  Kita tidak mungkin membandingkan satu jenis cabang olahraga dengan cabang lainnya. semuanya memilik kompetisi, kompetensi dan tingkat kesulitan yang berbeda satu dengan lainnya.  

Apa sebenarnya permasalahan yang membelit atlet muda nan ganteng ini?. Rio Haryanto belum melunasi sisa hutang harga untuk 1 seat (tempat duduk) di ajang Formula 1 sebesar sekitar 7,5 juta jika tidak mau terdepak (dipecat-red) dari team Manor yang menaunginya.  Pembalap asal Surakarta itu diharuskan mencari sponsor guna melengkapi pembayaran sisa hutangnya.  Kabar ini tentu membuat galau kita semuanya. 

Dari segi ekonomi, memang mahal sekali biaya perjuangan seorang Rio Haryanto di ajang balap formula 1 ini.  Ratusan milyar rupiah jika dikurskan dengan nilai yang sekarang yang harus dibayar.  Berbanding jauh 180 derajat dengan hanya puluhan milyar untuk bonus atlet Indonesia yang berjuang di Olimpiade 2016 ini.  

Perlu dukungan sponsor, pihak swasta dan Pemerintah Indonesia dalam hal ini untuk memikirkan solusi masalah fnansial yang dialami Rio Haryanto saat ini.   Antara Sri Wahyuningsih Dan Rio Haryanto sama sama atlet Indonesia yang berjuang untuk mengharumkan nama bangsa dan negara di pentas dunia. (Dari berbagai Sumber)
 

Referensi.  
  1. "Manor Racing Permudah Rio Haryanto Kumpulkan Dana" - Sindo News - http://sports.sindonews.com/read/1129262/49/manor-racing-permudah-rio-haryanto-kumpulkan-dana-1470485478
  2. "Sri Wahyuni Raih Medali Pertama Untuk Indonesia di Olimpiade 2016" - http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/08/160807_olahraga_olimpiade_sriwahyuni -
  3. "#IndonesiaBisaEmas dan Aktifnya Menpora di Rio de Janeiro" - http://sport.detik.com/sport-lain/d-3270649/indonesiabisaemas-dan-aktifnya-menpora-di-rio-de-janeiro
  4. Foto Sriwahyuni diambil dari - http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/08/160807_olahraga_olimpiade_sriwahyuni

No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog