Jual Milagros disini
Loading...

DAY 11 : Tradisi Berkirim Kartu Lebaran

Catatan Asep Haryono
Dari Lokasi Mudik di Kulon Progo, Djogjakarta
22 Juni - 13 Juli 2016

Sejak hadirnya Internet, dan semakin mudahnya orang menggunakan berbagai aplikasi dan komunikasi berbasis Internet yang semakin menjamur bak di musim hujan ini, kecenderungan masyarakat lebih prakmatis dalam berkirim kartu lebaran.  

Masyarakat cenderung suka dengan Kartu Lebaran "siap pakai" alias dengan menggunakan situs situs website penyedia greeting cards seprti kartu Lebaran ini.  Ada banyak website Greeting Cards yang menyediakan berbagai kartu ucapan termasuk kartu ucapan Iedul Fitrie

Dahulu saat jaman saya masih duduk di bangku SLTA (era tahun 89-red) sangat senang berkirim kartu lebaran.  Cukup dengan datang ke pasar tradisional atau mungkin ke toko buku Gramedia, sudah banyak tersedia model corak dan warna kartu lebaran sesuai dengan pilihan kita. 

Masyarakat cenderung masih menyukai berkirim kartu lebaran daripada kartu lenaran online.  Gambar dari /www.fimela.com
Masyarakat cenderung masih menyukai berkirim kartu lebaran daripada kartu lenaran online.  Gambar dari /www.fimela.com

Kartu Lebaran Tetap Diminati
Harganya pun terbilang terjangkau dan ekonomis.  Pertanyaan yang menggelitik bagi saya untuk dicari jawabannya adalah “Masih tren kah orang berkirim kartu lebaran ditengah derasnya Internet yang  menyediakan kartu lebaran online?” 
Kartu lebaran bukanlah produk dari PT Pos Indonesia.  Yang saya maksudkan di sini adalah bentuk fisik kartu Lebaran adalah bukan kreasi atau varian produk PT Pos Indonesia.  Namun karena pengiriman (kartu lebaran) itu menggunakan perangko, maka Kartu Lebaran dimasukkan dalam kelompok  layanan Suratpos (Kartu Lebaran, Surat Kilat Khusus, Pos Express), Layanan Paketpos dan Layanan Jasa Keuangan). 


Sebenarnya justru menggunakan kartu lebaran fisik lah yang cenderung lebih mudah digunakan bahkan oleh orang yang awam sekalipun.  Tinggal pilih desain kartu lebaran yang anda sukai, tinggal buka bagian dalamnya.  


Dan hanya pertu kata kata tamahan dan tanda tangan anda saja di kartu itu, Sedangkan kalimat ucapan Iedul Fitrie nya sudah tercetak di dalam kartu.  Anda hanya membubuhkan kalimat tambahan dan mengisi tanggal bulan tahunnya saja.  Mudah sekali bukan   Kartu lebaran masih tetap diminati masyarakat karena ada nilai nilai luhur dan budaya yang tidak akan lekang oleh derasnya kemajuan dan teknologi.

Bisa Disimpan kartu Lebarannya. Kartu lebaran dengan bentuk yang unik dan indah akan menjadi kenangan tersendiri bagi penerimanya,  Bisa disimpan dalam lemari atau di pajang di meja belajar.  Saya pernah mendapatkan kartu lebaran yang dikirim dari sahabat saya di Jepang  Bentuk kartu lebarannya unik karena ada pernak pernik berganbar pohon Sakura dengan bordir di sisi siinya  Berkliauan,,  Saya senang memajang kartu lebaran tersebut karena indah dijadikan hiasan meja.

Bisa dikoleksi Perangkonya   Bagi yang mendapatkan Kartu Lebaran yang dikirim via jasa POS, pastilah akan dibubuhi perangko.   Jika mendapatkan perangko yang unik dan langka akan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi para penggemar atau pecinta Filatelis (Hobi mengoleksi perangko-red).  Kadang begitu bagus kartu lebarannya, dan perangkonya juga unik, saya kadang menyiman kartu tersebut dengan perangko yang masih menempel di kartunya.


Bentuk Penghargaan Pengirimnya.  Nah ini lebih pesonal sifatnya  Menerima kartu lebaran dari seseorang akan menjadi semacam kenangan bagi dirinya,  Walau diri ini tidak berjumpa secara langsung, hadirnya kartu lebaran bisa dianggap sebagai "pelipur rindu". 

Membuka kembali kartu lebarannya akan mengingatkan masa masa kebersamaan dan persahabatan dengannya,  Dari sinilah akan  tercipta rasa saing menghargai baik yang mengirim dan yang menerimanya.  Dari siilah kekuatan budaya semakin kental dari sebuah kartu lebaran.  Terlebih lagi kartu lebaran di kirim kepada orang tua. Yuk berkirim Kartu Lebaran (Asep Haryono)

No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog