Jual Milagros disini
Loading...

Menginap Di Bandara Soekarno Hatta

Catatan Asep Haryono

Tidak terasa hampir 3 (tiga) minggu saya sekeluarga mudik di Kulon Progo, Yogyakarta dari tanggal 22 Juni s/d 13 Juli 2016.  Buat sahabat dan rekan rekan bisa membaca catatan perjalanan mudik saya di Kulon Progo Jogjakarta di sini.  Catatan perjalanan yang dimulai dari DAY 01 sampai dengan terakhir bisa dibaca mengklil di halaman catatan mudik lebaran saya itu.

Berhubung jadual kepulangan saya ke Pontianak pukul 05.55 WIB dinihari pada tanggal 15 Juli 2016  , maka mau tidak mau kami harus sudah tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta (SOETTA) malam hari sebelumnya. Hal ini sebagai antisipasi kemacetan di jalan yang mungkin masih ada di "sisa sia" arus mudik lebaran.   

Gagal Booking Airy Hotels
Pernah dengar group Hotel Airy?  Iklannya sudah beredar dimana mana. Iklannya yang memperlihatkan nyaman fasilitas penginapan group AIry dengan bajet yang murah bisa mendapatkan penginapan yang fresh kamarnya, ada fsilitas WIFI, dan bedroom yang empuk.  Siapa yang tidak tergoda dengan iklan seperti itu.  

Saya pun sebenarnya saya sudah mengontak Airy Hostel Group, sebuah jasa penginapan yang memesannya harus daring dan kemudian akan diteruskan dengan hostel yang diinginkan pelanggan.  


Sayang sekali saya diharuskan membooking terlebih dahulu (reservasi) jika ingin dibantu check in menginap di hotel hotel groupnya Airy. Tarifnya Airy Rooms Double- Room only Rp.262.190,- atau Airy Rooms Twin - with breakfast Rp.305.570,-.    Saya ngorbol dengan Airy Hotel dengan menggunakan WA.

"harga yang lumayan terjangkau" gumam saya dalam hati.  Mereka tidak melayani pembayaran langsung di hotel hotel group Airi secara langsung.  Mereka saat ini hanya menerima reservasi via online saja.  Maunya saya sih ingin booking di kawasan sekitar Bandara SOETTA agar lebih dekat.  Ya sudah akhirnya saya tidak jadi mem-booking hotel groupnya Airy.

Saya sekeluarga sampai di Terminal 1 B keberangkatan Sriwijaya Air dengan menumpang Grab Taxi yang dipesankan secara daring (online) dari family saya Achmad Sodikin di Tanggerang.  

Dengan membayar sewa Taxi Grab Online dengan rute Jl Kakap 1 Tanggerang menunju Bandara SOETTA menempuh sekitar 1 jam dengan tarif Rp.56.000,- , kami pun tiba di terminal 1 B keberangkatan Sriwijaya air.   Pesawat kami menggunakan Sriwijaya Air

Jam menunjukkan pukul 21.10 WIB malam itu.  Sedangkan flight pesawat kami pukul 05.45 WIB,  jadi masih tersisa banyak waktu untuk "holiday" di Bandara Soekarno Hatta.   

Karena tiket pesawat saya yang paperless karena memesannya secara daring dari website travel terkenal Traveloka yang tidak perlu di print lagi. Cukup dengan menyebut kode booking yang sudah direkan di android saya kepada counter Sriwjaya Air untuk confirmation, Beres sudah.

"Maaf, gate baru bisa dibuka oleh petugas pada pukul 03.00 WIB dinihari nanti pak" jelas seorang petugas Customer Service Sriwijaya Air di Termnal keberangkatan 1 B.  Padahal tadinya saya berharap bisa check in awal agar bisa ngemper di dalam bandara saja.   Bergabung sama para ngemperers lainnya. Kan kalau ngampingnya bersama orang orang yang mau terbang kan asyik, serasa senasib  selaras serasi seimbang (udah kayak GBHN deh).


Berjumpa Ricky dan Tya
Sudah bukan rahasia lagi setiap kuliner yang tersedia di kawasan Bandara Internasional Soekarno Hatta adalah "harga turis" apa apa mahal   Dan itu benar benar saya alami.  Untuk satu botol minuman dingin merek Fresh tea saja  (wah saya nyebut merek ini harusnya dibayar donk) di bandrol dengan harga Rp.14.000,-.  Naik 100 persen jika beli di luar bandara.  

Namun anehnya jika beli minuman kaleng Fruit Tea Blackcurrant dari dalam ruan tunggu gate B7 di mesin minuman otomatis harganya tetap Rp.5000,-.  Kok bisa beda jauh gitu ya,    


Namanya juga Bandara kelas dunia seperti Soekarno Hatta ini sebenarnya sudah bisa diprediksi kalau harga makanan dan minuman di kawasan ini memang "aduhai" harganya.  Dengan duit yang sudah cekak di dompet, saya pun hanya beli minuman ringan saja, sedangkan anak anak saya sudah ngemie di salah satu cafe yang ada di terminal 1 B.   Keren namanya sih ngeCafe, padahal cuma beli mie rebus doangan hehehe.  Gaya.

Jam menunjukkan pukul 23.20 WIB, tiba tiba datang Ricky Raymon dan Tya menemui saya yang sedang leyeh leyeh di depan Papabunz.  Mereka berdua adalah rekan saya satu group Indonesia waktu mengikuti Youth Engagement Summit (YES) di Kuala Lumpur Malaysia 16-17 November 2009 yang lalu.   Ricky Raymon , yang namanya sering diplesetkan Salmon , ini baru saja menyelesaikan Master-nya di salah satu kampus bergengsi di Italia.  "Bulan September ini berangkat lagi untuk program PhD di London" kata Ricky.

Jadilah obrolan kita semakin seru dihari yang semakin dingin menjelang dini hari di Bandara Soekarno Hatta.  Sambil menikmati fried chicken AW kami bertiga asyik dalam obrolan santai kadang diselingi tawa kocak karean cerita cerita kami semua.  

Akhirnya bisa juga saya makan dengan layak karena ditraktir oleh mereka berdua, Heihiehie.  Mumpung gratis cari yang mahal. Eh nggak dink.  Mereka berdua lah yang berinisiatif untuk ngemil di AW.   Saya sih ikut saja. Karena memang dokat sudah cekak di kantong. Hehehehe.  "Eh foto foto dulu nih buat di group sebelum mulut kita pada celemotan" seru saya.  Mereka berdua terkekeh kekeh mendengarnya.  



KETAWA  : "Wah foto kita menahan ketawa ya kang" kata Ricky di pesan WA nya.   Foto bertiga sebelum kembali ke "pos" saya di depan papabunz. Foto Istimewa
KETAWA  : "Wah foto kita menahan ketawa ya kang" kata Ricky di pesan WA nya.   Foto bertiga sebelum kembali ke "pos" saya di depan papabunz. Foto Istimewa

SIBUK : Yang satu sedang asyik menikmati meals, yang satu lagi sibuk dengan Gadgetnya.  Saya sibuk motoin mereka.  Ya gini hasillnya. Sibuk masing masing.  Foto Asep Haryono
SIBUK : Yang satu sedang asyik menikmati meals, yang satu lagi sibuk dengan Gadgetnya.  Saya sibuk motoin mereka.  Ya gini hasillnya. Sibuk masing masing.  Foto Asep Haryono

SELFIE :  Dengan android milik Tya jadilah foto ini untuk dibagikan di group Seachange.  Keren sekali kami bertiga ya  Katanya sih. Hanya saya aja yang  di foto sambil memamerkan gigi, yang lain senyum
SELFIE :  Dengan android milik Tya jadilah foto ini untuk dibagikan di group Seachange.  Keren sekali kami bertiga ya  Katanya sih. Hanya saya aja yang  di foto sambil memamerkan gigi, yang lain senyum

Ditegur Pengeras Suara
Setelah puas cerita cerita dan ngemil , kami pun membubarkan diri.  Dan sahabat saya, Ricky Raymon dan Tya pun harus kembali.  Saya pun sudah harus kembali ke "barak penampungan" di depan Papabunz.   


Istri dan kedua anak saya yang sudah tertidur pulas di sana saat kami datangi.   Terima kasih buat Ricky Raymon dan Tya yang juga sudah membelikan paket AW buat istri dan kedua anak saya di sana.   Thank you guys.  I really appreciate it. (terima kasih kawan, saya sungguh menghargainya).

Tidak terasa jam menunjukkan ke pukul 01.40 WIB Dinihari.  Suasana Bandara Soekarno Hatta yang masih cukup ramai membuat sebagian orang masih sibuk wara wiri (mondar mandir).   

Istri dan kedua anak saya yang sudah terlelap dibuai mimpi di bangku panjang di depan Papabunz.  Sambil mengisi waktu saya pun membuka laptop dengan Android sebagai modemnya.   Dengan sisa baterai yang masih ada, saya pun ngemper di lantai dengan beralasakan koran bekas yang saya bawa di travel bag saya.

Selagi asyik browsing tiba tiba terdengar suara dari pengeras suara Bandara. "kepada para pengguna dan pengunjung Bandara Soekarno Hatta demi ketertiban pengguna Bandara diminta untuk tidak duduk dilantai" gitu kira kira pengumumannya seperti itu.  

Busyet, tau aja kalau saya sedang lesehan ngenet di lantai.  Apa karena ada CCTV yang memantau saya, atau kebetulan saja. Kok kebetulan pas benar ya.  Saya pun manut (menurut) saja.  Saya beresin laptopnya dan menshut downya karena baterai juga sudah habis.  Pengalaman menginap di Bandara Soekarno Hatta (Asep Haryono)

PAPABUNZ : Inilah "pos" nginap saya selama menunggu keberangkatan ke Pontianak subuh hari.  Ngemper nya di depan Papabunz yang sempat saya ambil fotonya.  Foto Asep Haryono
PAPABUNZ : Inilah "pos" nginap saya selama menunggu keberangkatan ke Pontianak subuh hari.  Ngemper nya di depan Papabunz yang sempat saya ambil fotonya.  Foto Asep Haryono


2 comments:

  1. Replies
    1. @Imerlina Putri : Alhamdulillah. Begitulah ceritanya. Hiheiheiheihiehiee

      Delete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog