Jual Milagros disini
Loading...

DAY 16 : Kue Lebaran Khas Yogya

Catatan Asep Haryono

Berlebaran di kampung halaman bersama keluarga tercinta memang sungguh menyenangkan  Setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh, kita tiba saatnya kaum Muslim di seluruh dunia merayakan hari kemenangan tersebut dengan caranya masing masing.  

Berlebaran di kampong halaman , selain saling bermaafan dan silaturahmi dengan keluarga, sanak saudara dan handai tauan, juga identik dengan sajian kuliner khas lebaran. 

Dusun Kembang, Pundak IV Nanggulan Kulon Progo adalah salah satu kecamatan dalam wilayah adminstrasi Kabupaten Kulon Progo yang menyajikan beragam kue kue khas Idul Fitri dari daerah ini misalnya saja pertama, Geblek dan juga aneka varian kue kue lebarannya yang ngangenin dan selalu mengingatkan pada daerah ini. Saya hanya menceritakan 3 (tiga) makanan khas Jogja saja yakni Geblek, Geplak dan Yangko .  Berikut catatannya :

Pertama adalah Geblek sangat mudah di temui di daerah Nanggulan, Kulon Progo ini.  Beberapa sentra penjuaan Geblek ada di sepanjang jalan dari atau ke arah Nanggukan.  Untuk pembelian Geblek dalam kemasan plastik juga banyak di jual di Pasar Dekso dan Pasar Klenteng, Nanggulan

Jika anda memakan geblek namun setelah digigit ternyata teksturnya terasa alot seperti karet bisa diduga geblek itu "KW" alias second quality.  "Geblek yang berkualitas baik cita rasanya juga khas, ada sensasi bawang putih dan ketelanya, sedangkan geblek yang dijuar bebas di pasaran adalah Geblek yang tidak original" kata Lek Sap family dari istri. 


Geblek yang berkualitas baik kata Lek Sap tidak seperti itu alot, tetap renyah dan berasa gurih "Dan harganya pun terbilang mahal untuk 1 bungkus isi beberapa biji saja bisa mencapai Rp.10.000,-" tegas Lek Sap yang masih bujangan ini

memang agak alot walaupun baru selesai di goreng,  Penganan ini bisa juga di “modifikasi” dengan sambel pecal sehingga mirip Siomay.  Jika diguyur dengan kuah cuka Pempek Palembang, mak sudah sangat mirip menajadi Pempek Plembang begitu seterusnya.

Bagaimana dengan cita rasanya?  Jika ingin mendapatkan Geblek yang becita rasa gurih harus mencari yang aseli, produk yang aseli  Sedangkan Geblek yang kurang greget, tidak spicy alias tidak memiliki rasa gurih , kuat di duga itu tidak aseli. "Jadi Geblek memang bisa dibuat setiap orang, namun tidak setiap orang bisa membuat geblek yang gurih, dan menggunakan bahan dasar yang berkualitas" kata Lek Sap

Kedua , Yangko,  Oleh-oleh khas Jogja  memang terbuat dari tepung ketan.  Penganan khas Jogja yang berasl dari Kotagede yang juga dikenal sebagai syurganya Yangko.  Kalau anda menikmati satu saja Yangko yang berukuran kecil ini akan langsung terasa perbedaannya.  Cita rasanya memang berbeda atau khas sekali.  Bentuknya sederhana, kecil atau mungil. Agak kenyal dan lembut .

Buat yang biasa membuat kue di rumah akan kabar gembira,  Kini penganan khas Kotagede yang bernama Yangko ini juga sudah bisa dibuat di rumah   Dengan search di google dengan keyword (kata kunci) “yangko khas yogya” saja misalnya akan muncul link link yang mengarahkan kita kepada situs situs website yang memberikan informasi lengkap tentang cara membuat Yangko di rumah.  Nah mudah sekali bukan?.

Yangko ini tersedia dalam berbagai varian rasa. Bagaimana dengan harganya?   Dari beberapa tempat penjualan Yangko di Yogya  harga 1 (satu) kotak Yangko dibandrol dengan harga antara 10 ribu hingga 20 ribu rupiah. 

Oleh oleh yang prakis sekali dan nyaman untuk disantap di rumah menemani saat santai anda bersama keluarga.  Khusus untuk warga luar kota Yogya, silahkan mencari sentra sentra penjualan Yangko, Geblek dan Gaplek yang banyak tersebar di beberapa sudut di Yogyakarta.


Yang terakhir ketiga adalah Geplak.  Beda pengucapannya dengan Gaplek. Sebab dua jenis yang berbeda.  Geplak khas Bantul beda dengan Geplak khas Betawi.   Kalau mau liat perbedaannya bisa dilihat dari bahan dasarnya yang berbeda.

Makanan khas Kulon Progo ini juga banyak dicari para pelancong atau wisatawan yang berkunjung ke Kulon Progo pada khususnya atau di seluruh Yogyakarta para khususnya. Sekarang Geplak bukan lagi milik warga Bantul sebagai daerah asal mulanya, dan kini Geplak sudah menjadi icon jajanan khas Yogya.     Sama seperti Yangko, nah Geplak ini juga disajikan dalam berbagai varian rasa.

Bahan dasar dari Geplak adalah Kelapa dan gula.  Dari berbagai literatur disebutkan dalam sejarahnya kedua hasil bumi itu memang banyak dihasilkan oleh Bantul bahkan sejak jaman penjajahan Belanda

Bantul yang memang terletak di daerah Pesisir Selatan yang memang banyak terdapat pohon kelapa dan juga memproduksi buah kelapa.  Dua jenis komoditi inilah yang melimpah ruah sehingga tercipta makanan khas yang bernama Geplak ini. Gimana seru kan?  Yuk ke Yogya  (dari Berbagai Sumber)

YANGKO : Inilah kemasan 1 kotak Yangko yang bisa diperoleh di Yogyakarta  Harga per kotak antara 10 - 20 ribu rupiah.  Murah meria dan enak Foto Asep Haryono
YANGKO : Inilah kemasan 1 kotak Yangko yang bisa diperoleh di Yogyakarta  Harga per kotak antara 10 - 20 ribu rupiah.  Murah meria dan enak Foto Asep Haryono

YANGKO : Kotak kemasan Yangko dibuka dengan hikmat Hehhee.  Nah keliatan kan isinya Selamat menghitung ada berapa isinya dalam 1 kotak Yangko nan nikmat ini. Foto Asep Haryono
YANGKO : Kotak kemasan Yangko dibuka dengan hikmat Hehhee.  Nah keliatan kan isinya Selamat menghitung ada berapa isinya dalam 1 kotak Yangko nan nikmat ini. Foto Asep Haryono

GAPLEK  : Warna wari Gaplek dengan aneka varian rasa.  Silahkan di gigit maka akan terasa sensasi buah kelapa dan gulanya,  Sedaap.  Foto Asep Haryono
GAPLEK  : Warna wari Gaplek dengan aneka varian rasa.  Silahkan di gigit maka akan terasa sensasi buah kelapa dan gulanya,  Sedaap.  Foto Asep Haryono

GEBLEK CURAH : Ada banyak penjual Geblek sepeti dalam foto ini.  Penjual Geblek di Pasar Klenteng Nanggulan.  Geblek yang seperti ini jenisnya second atau KW. Foto Asep Haryono
GEBLEK CURAH : Ada banyak penjual Geblek sepeti dalam foto ini.  Penjual Geblek di Pasar Klenteng Nanggulan.  Geblek yang seperti ini jenisnya second atau KW. Foto Asep Haryono



No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog