Jual Milagros disini
Loading...

Boneka Joget Di Pinggir Jalan

Catatan Asep Haryono

Apa yang ada di benak sahabat semuanya jika mendengar kata "pengamen"?.  Mungkin terbentang dalam benak sahabat, adalab seseorang dengan menggunakan kicrikan dan bernyanyi seadanya untuk mengharap belas kasihan orang.  Atau gambaran seseorang dengan gitar bernyanyi dari satu rumah ke rumah orang?. 

Beberapa pengamen yang saya liat ada yang menggunakan perangkat alat musik yang terbilang cukup sulit dimainkan oleh orang biasa yakni Biola atau harmonika.  Namun that is life (itulah kehidupan).  

Mengamen demi rupiah untuk menyambung hidup di tengah kerasnya himpitan ekonomi sekarang ini . Dalam perjalanan menuju Bandara Soekarno Hatta (SOETTA), taxi yang saya tumpangi melewati salah satu ruas jalan di kawasan Kakap, Perumnas Tanggerang.  Pandangan mata saya tertumbuk pada pengamen jalanan dengan menggunakan boneka goyang kepala yang berukuran tidak biasa. Kepala bonekanya besar sekali.   Saya melihatnya dari balik kaca mobil taxi.

Tanpa Pengeras Suara

"namanya boneka Mampang, karena pertama kali memang terlihat di daerah Mampang kemudian meluas ke tempat lain, dan mereka sebenarnya adalah oengamen jalanan biasanya yang memainkannya anak sekolah" kata Iwan, sang Sopir Taxi online kepada saya.   

Sopir Taxi yang masih memiiki darah keturunan Singkawang (Kalimantan Barat) ini menuuturkan bahwa keberadaan Boneka Joget di Jalanan ini sudah cukup lama.  "Dahulu pernah ada syuting dari salah satu TV Swasta mengenai profil anak anak yang memerankan boneka kepala besar yang bisa berjoget ini" tambah Iwan.   

Rata rata yang memainkan boneka besar kepala ini adalah anak usia sekolah , jarang ada yang berusia dewasa  "rata rata remaja yang masih sekolah" tambah Iwan

Saat lampu lalu lintas menyala merah tanda berhenti, pengamen boneka joget itu pun mulai beraksi. Tidak terdengar musik apa pun dari mereka.  Ada yang berdua, ada yang sendirian.  Untuk yang berdua bisa dibilang kompak.  Satu orang "bertugas" menghibur pengunjung dengan aksi lucu, joget dan goyang goyang kepala, dan satu lagi "mengumpulkan" recehan dari orang yang lalu lalang. 

Lucu Dan Menggemaskan
"ayahh ... takut"  pekik Tazkia, putri kecil saya yang masih berusia 6 tahun dari dalam mobil.   Anak saya mungkin agak terkejut melihat ukuran kepala badut jalanan ini yang berukuran besar melebihi ukuran tangan dan badannya.  Jelas terlihat kalau orang yang ada di balik kepala besar itu adalah anak anak atau mungkin anak sekolah, usia remaja. 


Saya lalu membuka jendela Taxi hingga setengah.  Tangan saya menjulur sedikit keluar dari balik jendela mobil dengan maksud ingin memberi lembarn rupiah kepadanya.   

Pertama dia hanya melewati mobil kami, dan hendak menuju mobil yang ada di depannnya.  Mobil atau Taxi yang kami tumpangi ingin dilewati begitu saja    Namun tiba tiba sang boneka kepala besar itu melihat tangan saya, dan bergegas mendekati.

Tiba tiba "lidah" nya menjulur keluar.  Dengan gerakan cepat seolah "menelan" lembarann rupiah yang saya kibar kibarkan  dari balik jendela mobil.  Boneka joget ini pun "menelannya" dan menggerakan mulutnya seolah olah sedang "mengunyah" lembaran uang kertas yang saya berikan itu tadi.   


Hampir mirip dengan atraksi Barongsai yang lazim di pentaskan saat acara Imlek, sang kepala Naga yang jelas diperankan orang dewasa di dalamnya "melahap" angpau yang diberikan orang kepadanya.  Sungguh unik, lucu dan menggemaskan   Satu hal yang membuat saya khawatir adalah orang yang memainkan boneka kepala besar ini.  Adakah cukup udara yang masuk dan keluar dari kepala Boneka nya yang berukuran besar tersebut?

"Saya malah respek terhadap pengamen dengan menggunakan  Bonek jalanan seperti ini karena mereka ada usaha untuk menghibur orang, selain mereka berharap belas kasihan dari orang lain" tambah Iwan. 


"rata rata mereka memang usia remaja  dan bahkan banyak yang masih sekolah" kata Iwan.  Saya salut dengan kreatifitas dan kegigihan anak anak itu dalam "bekerja" di jalanan.  Saya sudah mencari informasi mengenai mereka di internet namun hasilnya tidak memadai alias sedikit. Apa ada yang bisa menambahkan? (Asep Haryono)

UNIK :  Ada yang menyerupai tokoh IPIN dan UPIN, Marsha atau satwa yang lucu dan unik.  Mereka tetap mengamen.  Foto Asep Haryono
UNIK :  Ada yang menyerupai tokoh IPIN dan UPIN, Marsha atau satwa yang lucu dan unik.  Mereka tetap mengamen.  Foto Asep Haryono

BERJOGET :  Boneka kepala besar ini menggerakkan kepalanya, dan sesekali gerakan badannya sambil mendekati mobil yang  berhenti.  Foto Asep Haryono
BERJOGET :  Boneka kepala besar ini menggerakkan kepalanya, dan sesekali gerakan badannya sambil mendekati mobil yang  berhenti.  Foto Asep Haryono


UANG :  Ada yang bertugas berjoget, dan ada  yang mengumpulkan uangnya  Dari fisik jelas terlihat pengamen boneka ini masih berusia remaja   Foto Asep Haryono
UANG :  Ada yang bertugas berjoget, dan ada  yang mengumpulkan uangnya  Dari fisik jelas terlihat pengamen boneka ini masih berusia remaja   Foto Asep Haryono


3 comments:

  1. sekarang bonekanya pada kumal-kumal Kang
    nggak kayak jaman awal trend dulu

    ReplyDelete
  2. Di kotaku belum ada Kang, mungkin ndak lama lagi akan muncul. Di sini kebanyakan di traffic light ada dua-tiga orang cowo cewe yg nari dg riasan n pakaian pentas ketoprak

    ReplyDelete
  3. Pernah dimunculin di tv itu kaaaang....

    ^,^

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog