Jual Milagros disini
Loading...

Wisata Kuliner Geblek Kulon Progo

Catatan Mudik Asep Haryono
Kulon Progo 22 Juni - 13 Juli 2016
Djogjakarta

Memang tidak termasuk salah satu dari 10 Jajanan Kuliner Jogja terfavorit pilihannya Ketua Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) Vita Datau Mesakh, namun diyakini penganan khas Jogja ini juga banyak penggemarnya termasuk penulis sendiri tentunya.
 

Apa sebenarnya Geblek itu? Mendengarnya saja sudah mirip pengucapan “gebleg” (badung-red), namun huruf e yang dilafalkan “ge..”pada panganan Geblek ini seperti “ge”buk, “gelas”, “ger”hana, “ge”jala , dan masih banyak lagi.  Jadi pengucapan jelas untuk “blek” nya seperti mengucapkan “jeLEK” , “ DeREK’, “NgeTREK” dan lain sebagainya. 

Saya sendiri yang pertama kali mencoba penganan khas Kulon Progo ini sekitar tahun 2010 yang lalu, saat mampir ke Pundak IV dan membelinya di pasar Dekso Nanggulan.  Tekstur dari jajanan pasar khas Kulon Progo ini amat kenyal.  Sekilas saat digigit ada sensasi sedang menikmati Pempek Palembang, namunn ternyata jauhh sekali.  

Teksturnya yang alot memang agak sulit untuk digigit dengan gigi, dan terasa sulit untuk dikunyah   Bahkan untuk Geblek yang baru ditiriskan dari penggorengan, dan masih terasa hangat pun masih terasa teksturnya yang alot dan sukar untuk digigit

Agak berbeda dengan Bakpia Pathok yang juga menjadi cirri khas kota Gudeg Djogjakarta yang dibeli dengan bentuk per kotak, maka untuk membeli penganan Geblek ini boleh membeli dengan “eceran” per kilo.

KHAS : Penganan Geblek khas Kulon Progo yang asyik untuk teman santap sore atau malam ditemani teh  Foto Asep Haryono

Bentuknya yang putih sekilas memang mempunyai kemiripan yang sangat tinggi dengan marsmellow, cemilan yang manis kenyal dan bisa dipanggang di atas baru api.  Geblek, bedanya tidak dipanggang, melainkan digoreng dengan menggunakan minyak.

“Cara menikmati Geblek ini bisa langsung dimakan begitu saja, atau dipadukan dengan sambal kacang, atau sambel botol sesuai selera” kata mas Pri salah seorang pedagang eceran Geblek yang saya temui di pasar Dekso, Kulon Progo.

Ayah dua anak ini menjajakan penganan Geblek khas Kulon Progo bersama dengan aneka penganan takjil khas bulan suci Ramadhan.  Bentuknya memang seperti donat bulat atau bundar dengan lobang ditengahnya

Ketika saya amati sebuah Geblek, memang bentuknya seperti donat ada lobang ditengahnya,  Hanya saja kalau donat bentuk circle (lingkaran-red)  nya jelas, bundar, licin dan teksturnya halus dipermukaan.  Beda dengan Geblek yang bentuknya “memaksa” kan diri agar  mirip donat namun bentuk lingkarannya sungguh berantakan, dan tidak rapih.  (Asep Haryono)

4 comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog