Jual Milagros disini
Loading...

Day 04 : Berbelanja Souvenir di Malioboro

Catatan Asep Haryono
Akhirnya sampailah kami sekeluarga untuk berbelanja Souvenir di Malioboro.  Sebenarnya Malioboro sudah bukan yang pertama kami kunjungi.  Dalam beberapa tahun terakhir ini, Malioboro  memang menjadi salah satu daya magnet yang luar biasa bagi para wisatawan baik yang datang dari dalam negeri sendiri, maupun yang datang dari luar negeri. 

Kami sekeluarga menuju Malioboro dari rumah kami di Pundak IV, Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo pada pukul 08.10 WIB dengan menumpang bis umum yang berukuran kecil menuju areal sekitar terminal Sentolo, kemudian lanjut dengan bis kota ukuran sedang (entah apa namanya) dan langsung diturunkan di areal sekitar K.H Ahmad Dahlan.   Ini kalau tidak salah.  Mohon saya dikoreksi kalau salah okeee.  Dari sinilah kami menumpang lagi becak.  

Berhubung ada 4 (empat) orang : saya sendiri (penulos), istri tercinta, dan kedua anak saya , Abbie (7 thn) dan adiknya Tazkia Putri (5 thn) jadi kami harus menyewa 2 (dua) becak.   


Saya dan Tazkia menumpang becak yang dikayuh dengan tenaga manusia (becak konvensional), dan bundanya serta Abbie menumpang becak dengan tenaga pendorong mesin (becak bermotor-red).  Dengan tarif yang relatif terjangkau, sampailah kam semua di persimpangan Bank BNI kawasan Malioboro.  Here we comes..

Memburu Kaos DAGADU
Ada banyak aneka souvenir yang menawan  yang bisa diperoleh di Maliboro mulai dari aneka cindera mata dalam bentuk miniatur Tugu Djogja, aneka gantungan kunci dengan segala bentuk dan harganya, alat alat rumah tangga, dan yang salah satu yang diburu para wisatawan dalam dan luar negeri adalah keychain (gantungan kunci) dan atau aneka Kaos Dagadu.   Khusus yang yang aseli atau original bisa juga diperoleh di Mall Mailoboro lantai basement (latar bawah).


Saya mencari kaos Dagadu pesanan rekan saya dulu di Pontianak Post , Nay Ashri, yang secara khusus order (memesan) kaos kaos Dagadu yang menjadi kesukaannya.  No problem (tidak ada masalah).   


Nay Ashri menginginkan baju kaos yang bermotif khas Djogjakarta dengan 4 (empat) pilihan warna fave nya yakni Merah Marun (Merah cabe0, Biru Dongker , Hitam dan Putih.   Bukan hal yang sulit untuk mencari kaos Original Dagadu di Malioboro.  Nyaris banyak warga Djogja yang paham, dan mereka pasti akan dengan senang hati memberi informasi yang benar dan tepat bagi wisatawan yang mau mencari kaos Ori Dagadu.

Atas saran dari kawan kawan Angkring, saya sekeluarga pun meluncur ke Mall Malioboro yang memang berada tidak jauh dari hotel kami menginap, Merbabum di kawasan wisata Sosrowijayan.  Hanya berjalan kaki beberapa menit saja sampailah kita ke salah satu Mall terbesar di Djogjakarta itu.  Saat kami memasuki Mall Malioboro saya tidak langsung mendapatkan tempat penjualan Kaos Ori Dagadu.

"Oh ada mas, silahkan jalan saja lurus ke depan nanti ada tangga berjalan yang berada di bawahnya dan di sana ada jual Dagadu Ori mas" kata mba yang stand by di meja Information (informasi).    Alhamdulillah, kami pun menemukannya.  Langsung saja memilih 2 (dua) buah T-Shirt pesanan rekan saya itu, dan langsung membayarnya di tempat yang sudah disediakan.   


Saya mendapatkan 2 (dua) kaos Ori Dagadu yang berwarna Hitam dan Putih.   Setelah memilih corak yang sesuai, maka saya diberi kartu kecil bertuliskan angka 2.  Saya yakin ini nomor antrian untuk membayar di cashier (kasir).  Benar saja saya pun berjalan agak bergeser ke kiri dari etalase, dan mendapatkan kasir    Satu kaos Ori Dagadu dibandrol dengan harga Rp.80.000,- (Delapan Puluh Ribu Rupiah),  Jadi total yang harus dibayar di kasir berjumlah Rp.160.000,-

"Bagaimana kalau mas ambil kaos lagi 3 buah jadi totalnya Rp.400.000,- mas dan berhak mendapakan potongan harga (discount) sebesar 15 persen" bujuk mba di bagian kasir dengan senyum nya yang manis.   

Ahaai saya kalau dikasih senyum manis gitu suka gerogi deh.  Kalau dikasih uang malah nda gerogi hahahahhaa.   "Sampun mba.  Sudah cukup hanya perlu dua saja kok" tolak saya secara halus.  Saat itu mamang ada gelaran Discount (potongan) harga.  Untuk pembelian T-Shirt minimal Rp.400.000,- akan mendapatkan potongan harga sebesar 15 persen.   Tawaran yang lumayan di saat THR belum turun.

Buka Puasa di Masjid Kauman
Masih ada 2 (dua) kaos Dagadu lagi yang dipesan oleh rekan Nay Ashri, wartawan Pontianak Post.   2 Kaos Dagadu lainnya ada di kawasan pinggiran di sepanjang Malioboro.   


Berderet deret para penjual souvenir di kawasan pinggiran Malioboro mulai daaneka miniatur Tugu, Sendak sendal, gantungan kunci, kaos kaos Dagadu kelas 2 (semacam KW nya-red) dan masih banyak lagi.  Nah dua kaos terakhir pesanan Nay Ashri ini dari kawasan ini.

Tinggal dua warna lagi yang belum ada yakni Biru Dongker, dan Merah Cabe.  Tidak sulit juga mendapat kaos kaos "semi" Ori Dagadu di kawasan sepanjang Malioboro ini   

Saya pun sigap "berburu" kaos kaos pesanan kawann saya itu sekeluar dari Mall Malioboro yang arahnya menuju hotel kami menginap di areal kawasan wisata Sosrowijayan.     Alhamdulillah dapat.    Satu buah kaos "semi" ori Dagadu ini dibandrol dengan harga Rp.35.000 (ada bordirnya-red).   Khusus yang ini tidak disertai nota (bon). 

Entah memang penjualnya tidak menyertakan Bon (nota), atau mereka sengaja tidak mengadakan nota karena dipikirnya transaksinya fast (cepat).  Jadi memerlukan banyak "waktu" menulis nota pembelian  Beda dengan membeli kaos ORI Dagadu kelas Mall seperti di Mall Malioboro yang terprint secara komputer nota pembeliannya.   


Sedangkan untuk wrap (pembungkus) masing masing sudah memilikinya.  Baik di kelas Mall maupun kelas pinggiran Malioboro, semuanya memiliki kantong wadah berbahan kertas.   Sungguh sebuah pengalaman berbelanja Kaos Dagadu yang sederhana, mudah, murah meriah,dan sekaligus menyenangkan.

Oh ya terakhir saya lupa menceritakan bagaimana dengan buka puasanya? Apakah buka puasanya juga di Malioboro.   Beberapa jam sebelum berkumandangnya adzan Magrib tanda waktu berbuka puasa untuk kawasan Mailoboro dan Sekitarnya, kami sudah turun dari Merbabu Hotel di kawasan wisata Sosrowijayan, menumpang andong menuju Masjid Kauman.  


Tarif andongnya sekitar Rp.50.000,-.   Sayang sekali saat kami tiba di Masjid Kauman sudah mendekati adzan Magrib, kami tidak medapatkan nasi bungkus sebagaimana jamaah lainnya yang sudah terlebih dahulu datang sebelum kami.

"Maaf mas, nasine sudah habis, datangnya terlambat sih" kata mba yang sempat saya tanyakan kenapa kami sekeluarga tidak mendapatkan nasi gratis.  Rupanya hari itu Masjid Kauman membagi Takjil berbuka puasa free aias gratis buat para Jamaahnya yang ingin berbuka puasa di Masjid Kauman.  

Menunya teh manis hangat, dan satu buah nasi bungkus.    Karena datang terlambat, kami hanya diberi "pengganti" nasi berupa roti isi nanas dan coklat dan beberapa bungkus korma keci.  Saya melihat plastik pembungkus kormanya yang ada label "telkomsel".  Waw ada sponsor dari Telkomsel rupanya ya.  

Menu yang saya liat dari nasi bungkus gratis untuk Jamaah berbuka puasa di Masjid Kauman beruoa nasi hangat, satu potong kecil ayam gorengm suiran sayur,  "Oh gratis mas, setiap hari  ada pembagian nasi bungkus" kata salah seorang jamaah yang saya tanyakan.   


Siang nanti jam 12.00 WIB saya sekeluarga check out, dan melanjutkan perjalanan ke Wates untuk memesan Bis Eifisiensi untuk kembali ke Jakarta sekitar tanggal 12 Juli 2016 mendatang  Sengaja di awal takut kehabisan atau harga semakin naik lagi.  Menrut plan kami sekeluarga kembali ke Pontianak pada tangga 14 Juli 2016 mendatang berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta.  To be continued. Bersambung (Asep Haryono)



TATO :  Sekelompok turis sedang ditato di kawasam Malioboro.  Saya minta izin untuk memfoto aktifitas ini, dan izin sudah diberikan  Thank you.  Foto Asep Haryomo
TATO :  Sekelompok turis sedang ditato di kawasam Malioboro.  Saya minta izin untuk memfoto aktifitas ini, dan izin sudah diberikan  Thank you.  Foto Asep Haryomo

MAL MALIOHORO :  Salah satu mall terbesar di Jogjakarta ini banyak menyediakan aneka barang kesukaan pengunjung.  Kaos ori dagadu ada di bagian basementnya. Foto Asep Haryono
MAL MALIOHORO :  Salah satu mall terbesar di Jogjakarta ini banyak menyediakan aneka barang kesukaan pengunjung.  Kaos ori dagadu ada di bagian basementnya. Foto Asep Haryono

BECAK BERMOTOR :  Salah satu moda yang terkenal di Malioboro.  Andong Bermotor. Dengan tarif yang terjangkau mengantar anda ke Malioboro.c Foto Asep Haryono
BECAK BERMOTOR :  Salah satu moda yang terkenal di Malioboro.  Andong Bermotor. Dengan tarif yang terjangkau mengantar anda ke Malioboro.c Foto Asep Haryono

MALIOBORO :   Berbagai souevinir murah meriah ada di sepanjang Malioboro ini muali dari sendal, aneka kaos anak anak, gantungan kunci dan banyak lagi. Foto Asep Haryono
MALIOBORO :   Berbagai souevinir murah meriah ada di sepanjang Malioboro ini muali dari sendal, aneka kaos anak anak, gantungan kunci dan banyak lagi. Foto Asep Haryono

DAGADU ORI :   Berbagai  model kaos Dagadu ORI bisa diperoleh di Mall Maliboro di bagian bawah ya,  Harga per itemnya 80 ribu rupiah. Dijamis puas. Foto Asep Haryono
DAGADU ORI :   Berbagai  model kaos Dagadu ORI bisa diperoleh di Mall Maliboro di bagian bawah ya,  Harga per itemnya 80 ribu rupiah. Dijamis puas. Foto Asep Haryono

DAGADU ORI :   Berbagai  model kaos Dagadu ORI bisa diperoleh di Mall Maliboro di bagian bawah ya,  Harga per itemnya 80 ribu rupiah. Dijamis puas. Foto Asep Haryono

ANDONG :   Salah satu ciri khas Malioboro adalah Andong.  Siap mengantar anda ke berbagai tujuan sesuai dengan jangkauannya.  Misalnya ke Masjid Kauman bisa kena  tarif 50 ribu rupiah. Foto Asep Haryono

BUKA PUASA :  Jamaah Masjid Kauman sedang bersantap buka puasa bersama.  Ada pembagian takjil gratis di sini. Nasi bungkus dan teh juga kue kue.  Datang awal ya. Foto Asep Haryono
BUKA PUASA :  Jamaah Masjid Kauman sedang bersantap buka puasa bersama.  Ada pembagian takjil gratis di sini. Nasi bungkus dan teh juga kue kue.  Datang awal ya. Foto Asep Haryono

MEGAH :  Para pengunjung Mall Malioboro membludak malam itu (25/6). Aula bagian tengahnya penuh aneka jualan baju baju.  Foto Asep Haryono
MEGAH :  Para pengunjung Mall Malioboro membludak malam itu (25/6). Aula bagian tengahnya penuh aneka jualan baju baju.  Foto Asep Haryono

NASI KUCING :  Lelah berputar putar, menikmati nasi kucing dahulu di kawasan Sosrowijayan. Murah meriah dan nyaman.  Foto Asep Haryono
NASI KUCING :  Lelah berputar putar, menikmati nasi kucing dahulu di kawasan Sosrowijayan. Murah meriah dan nyaman.  Foto Asep Haryono

ISENG : Sebenarnya tak nyaman juga penulis ikut mejeng dalam artikel yang ditulisnya.  Cuma takut dibilang HOAX, hahaha.  Ya udah pasang aja. Ini loh saya benaran ada di sini, Malioboro. Hehhee.  Foto Asep Haryono
ISENG : Sebenarnya tak nyaman juga penulis ikut mejeng dalam artikel yang ditulisnya.  Cuma takut dibilang HOAX, hahaha.  Ya udah pasang aja. Ini loh saya benaran ada di sini, Malioboro. Hehhee.  Foto Asep Haryono

No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog