Jual Milagros disini
Loading...

Prinsip Keteladanan

Anda harus tampil dengan penuh keyakinan dengan suara yang jelas akan memberi teladan yang baik pada pendengarnya   Foto Asep Haryono
Anda harus tampil dengan penuh keyakinan dengan suara yang jelas akan memberi teladan yang baik pada pendengarnya   Foto Asep Haryono

Memberi contoh kebaikan kepada orang lain adalah hal  yang mungkin bagi sebagian orang adalah hal yang biasa   Sebagian orang mengatakan bahwa member contoh dengan menggunakan diri sendiri sebagai role model jauh lebih terasa manfaatnya daripada member contoh dengan hanya mengandalkan lisan atau komunikasi verbal saja.
Orang perlu contoh hdup dan itulah yang akan kita coba untuk paparkan di sini , seberapa pentingkah contoh hidup berupa keteladanan itu bagi orang lain. Hal yang paling mudah dijadikan contoh dalam kajian kita mengenai prinsip keteladanan ini adalah berbisnis. Jenis apa pun bentuk usaha bisnis kita itu bisa ditularkan kepada orang lain agar orang lain mengikuti gerak langkah kita. 
Metoda pemasaran dengan sistim MLM atau Multilevel Marketing walau banyak yang mencibir system ini namun dampak positif nya juga tidak kalah mengagumkan.  Orang perlu keteladanan. Orang perlu contoh yang kongkrit untuk bisa ditiru gerak langkah ide bisnis kita.

Orang akan relatif lebih percaya jika kita sudah memberikan contoh yang baik dan benar dalam hal berbisnis.   Kita harus sukses terlebih dahulu baru kemudian orang akan percaya anda.  Jika anda sama kondisi-nya dengan orang yang anda prospek bisa jadi akan lain ceritanya.

Orang menyebut prinsip keteladanan ini jauh lebih efektif daripada sekedar perintah. Seperti yang sudah saya sebut pada paragraf di atas orang lebih memerlukan contoh yang real dari sekedar mendengarkan perintah lalu melaksanakannya. 

Prinsip keteladanan ini harus tepat dalam penerapannya agar hasil yang kita harapkan benar benar sesua dengan yang kita inginkan. Orang mengikuti jejak sukses kita.  Oleh karena itulah dupliakasi kesuksesan anda haruslah dengan benar. 
R Bruce McAfee dan Betty J Ricks dalam buku nya “Leadership By Example : Do as I do” telah memberikan gambaran jelas mengenai prinsip keteladanan ini.   Mereka membagi prinsip keteladanan itu dalam beberapa hal disebutkan antara lain

•  Taat pada aturan
Untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam memberikan contoh yang baik bagi rekan rekan anda atau mungkin pegawai anda adalah kemauan anda sendiri sebagai model yang terlebih dahulu mematuhi peraturan.  Walaupun anda misalnya sebagai BOS di perusahaan, dan peraturan dibuat oleh anda untuk dipahat karyawan, 

sebaiknya anda juga sebagai target dari peraturan itu. Dalam arti anda juga melaksanakan peraturan yang anda buat sendiri selain dipatuhi oleh para karyawan.   Jika bawahan anda melihat anda melaksanakan peraturan yang dibuat, otomatis para pegawai anda akan ikut karena anda adalah pemimpin yang disiplin


•  Pencapaian Target Kerja
Seperti yang sudah dibahas di bagian atas bahwa rekan rekan anda , pegawai anda atau bahkan calon mitra anda akan mengikuti jejak anda jika anda sudah terlebih dahulu menjadi contoh sukses terlebih dahulu    Jika kondisi orang yang akan anda ajak untuk sukses sama dengan kondisi anda sekarang ini darimana anda percaya. 

Misalnya anda mampu menjual 40.000 produk dalam 1 hari dengan gemilang maka rekan atau pegawai anda akan terpicu semangatnya untuk menduplikasi kesuksesan anda.  Jadi jika ada beban yang akan dicapai, maka anda harus terlebih dahulu berprestasi agar bisa dicontoh oleh rekan atau pegawai anda

•  Memiliki Sikap Positif
“apa itu MLM ya” itu kata rekan saya ketika saya tawarkan keja sama bisnis.  Belum juga dimulai orang sudah mencibir dan memberikan efek atau kesan negative. Padahal saya belum sempat menjelaskan apa apa orang sudah pada ngeri dan kabur.  Sikap sikap negative seperti ini sudah lama beredar di kalangan kita. 

Menumbuhkan semangat dan keyakinan akan sebuah proses keberhasilan adalah keniscayaan yang harus dilalui dan dinikmati prosesnya.  Jika anda memulai sebuah usaha, maka awali dengan sikap optimis dan penuh keyakinan bahwa anda akan mampu berhasil.  Kesan positif inilah yang akan berdampak pada citra yang baik dan positif bagi orang lain.  Jangan bersikap skeptis dan pesimis karena akan menimbulkan preseden yang kurang baik


•  Penampilan Fisik Yang Prima

Sekilas penampilan fisik identik dengan rupa yang menawan , cantik atau tampan. Padahal yang dimaksud dengan penampilan fisik ini tidak selalu identik dengan paras atau wajah seseorang melainkan pada cara berpakaian orang itu dalam kesehariannya. 
Bahan bagus, dan berharga mahal namun penempatan dan pemakaiannya tidak tepat member kesan anda menjadi “korban mode”.   Memakai busana atau kemeja yang tidak sesuai dengan lingkungannya akan membuat anda menjadi asing dan MPO alias menarik perhatian orang   Penampilan segar, rapih, bersih menjadi idaman bagi setiap orang yangv ingin mendapatkan citra yang positf bagi lingkungannya.  Orang senang melihat anda berpenampilan rapih dan didukung dengan attitude yang juga baik
•  Komunikasi Interpersonal
Saya sendiri melihat memang ada perbedaan tipe orang yang biasa berhadapan dengan orang banyak dengan tipe introvert.   Mereka yang sudah terbiasa di depan umum memiliki kemampuan public speaking yang mumpuni juga.  

Dengan dukungan suara yang berwibawa, tidak terlalu cepat, intonasi yang pas dan didukung dengan cara penyampaiannya baik akan memberikan dampak yang luar biasa bagi orang yang mendengarnya.  Anda akan menjadi contoh teladan yang baik bagaimana cara menyampaikan gagasan dengan bahasa yang sederhana, mudah dipahami dibantu dengan bahasa tubuh yang sesuai.  Cara bicara anda adalah cerminan dari semangat anda dalam memimpin orang lain.  Sesuaikan dengan lingkungan anda. (Diambil dari berbagai Sumber)




No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog