Jual Milagros disini
Loading...

Uang Recehan

Tag : Opini - Asep Haryono | Uang Recehan - Powered by Blogger
Catatan Asep Haryono


Sekilas memang remeh remeh saja. Namun memperlakukan uang "receh" untuk berbelanja makanan kecil misalnya kue rugi juga "bandar".  Sebagai contoh "sarapan" setiap pagi dengan membeli kue kue sebesar Rp.5.000 (Lima Ribu Rupiah) saja. 

Murah meriah memang. Tapi cobalah jika kita berhitung dengan mengalikannya selama 30 (tiga puluh) hari dengan 5 ribu rupiah tadi maka akan didapat angka Rp.150.000,- (Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah) se bulan.   Hanya untuk kue kue saja bisa menghabiskan 150 ribu sebulan.


Maka adalah hal yang wajar saja jika ada orang yang "tidak terima" kembalian belanjaan dalam bentuk Permen.  Jika kembalian belanjaan kurang 100 rupiah saja diganti dengan "bon bon" atau permen, maka berapa banyak keuntungan yang diperoleh peritel itu dari "recehan" seperti ini.  Belum lagi "pemasukan" dari Ongkos Parkir, tentu makin menggemukkan "pundi pundi" pengusaha ritel tersebut.

Contoh yang paling anyar (baru-red)  adalah kebijakan Plastik Berbayar.   Kota Pontianak juga termasuk yang sudah diberlakukan para peritel di sini untuk menerapkan Plastik Berbayar ini.  Sebenarnya ini juga merupakan pilihan.  
Ini adalah uang ya.  Foto Asep Haryono
Ini adalah uang ya.  Foto Asep Haryono

Pernah pada suatu ketika ketika saya berbelanja di salah satu peritel di kawasan Ahmad Yani 2 Supadio,  staf pegawai ritel tersebut menyanyakan apakah mau pake kantong plastik berbayar atau tidak?.  Jika mau pakai  (plastik berbayar) maka "wajib" membayar Rp.200,- dan dimasukkan dalam struk belanjaannya  Walau cuma 200 perak ternyata masih banyak orang yang tidak mau.(Asep Haryono).

2 comments:

  1. Uang receh seperti di gambar akan di perlukan pada hari raya idul fitri karena khusus untuk dibagikan haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Wida Zee : hehe iya. Memang itu foto dokumentasi saat menjelang Lebaran tahun lalu huhihihi.

      Delete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog