Jual Milagros disini
Loading...

Pontianak Kota "Parit"

Catatan Asep Haryono


Kota Pontianak adalah ibukota Propinsi Kalimantan Barat.  Saya pertama kali datang ke propinsi nan gemuk ini pada bulan Agustus 1990 yang silam.  Jadi kira kira saya sudah 26 (Dua Puluh Enam) Tahun , sungguh suatu waktu yang tidak sebentar tentunya. Apakah saya paham mengenai propinsi Kalimantan Barat ini pada umumnya atau kota Pontianak pada khususnya?.  Tentu saja jawabannya tidak.  Saya masih belajar mengenal.

Pontianak adalah kota "parit".  Saya memakai tanda kutip di sini dan bisa dimakna ambivalensi atau bermakna ganda.  Makna yang pertama adalah benar bahwa ada banyak sekali Sungai atau dalam bahasa Pontianak lazim disebut dengan "parit" membelah kota Pontianak dan juga berada di beberapa sudut lainnya.   Pemkot kota Pontianak sendiri sudah lama menjalin kerja sama dengan beberapa kota lainnya di luar negeri dalam bentuk kota kembar (Twin City).  Kota yang dibelah sungai juga ada di beberapa negara termasuk salah satunya adalah Amsterdam.

Kota lainnya yang merupakan kerja sama adalah Kuching (Malaysia). Kota Kuching yang memiliki warter front mempunyai kemiripan dengan kota Pontianak yang juga terdapat sisi kota yang berhadapan dengan Sungai.  Wilayah alun alun kota Pontianak sudah lama diproyekskan menjadi Water Front nya kota Pontianak. Bagi yang sudah pernah ke kota Kuching bisa dapat gambaran seperti apa Water Front itu.   Namun kalau digambarkan kira kira sisi kota yang berhadapan langsung dengan Sungai.   Bagaimana dengan "Parit"?

Makna yang kedua dari "Kota Parit" di sini adalah penamaan jalan atau tempat dibeberapa sudut di kota Pontianak.  Ada banyak lokasi atau tempat di kota Pontianak dengan memakai kata "Parit" di depannya.   Misalnya saja


-Parit semerangkai
-Parit Tambelan
-Parit Wan Bakar Kapur
-Parit H. yusuf
-Parit Mayor
-Parit Pangeran pati
-Parit Bating
-Parit Daeng lasibek
-Parit Haji Yusuf Karim
-Parit Jepon
-Parit Kongsi
-Parit Langgar





PARIT : Salah satu parit di kota Pontianak membelah di tengah kota.  Banyak warga menggantungkan akfititas kesehariannya dengan memanfaatkan parit seperti ini.  Foto Asep Haryoni
PARIT : Salah satu parit di kota Pontianak membelah di tengah kota.  Banyak warga menggantungkan akfititas kesehariannya dengan memanfaatkan parit seperti ini.  Foto Asep Haryoni

Sungai yang terpanjang di Indonesia hanya ada di Pontianak. Sungai Kapuas adalah sungai terpanjang di Indonesia (1.143 Km).  Sungai ini membelah kota Pontianak menjadi beberapa bagian.

Begitu uniknya Sungai Kapuas ini menjadikan kota Pontianak menjadi kota Sungai yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari hari masyarakatnya yang men ggantungkan Sungai untuk beberbagai keperluan mulai dari kegiatan MCK (Mandi Cuci Kakus),  sekaligus untuk jalur transportasi dan perdagangan.  Sungai sudah menjadi sarana bagi warga untuk memasarkan barang kepada konsumen seperti Pasar Terapung (Floating Market).

Sekilas memang mirip kota Venesia (Italia).  Walaupun saya sendiri belum pernah ke kota Venesia, namun dari berbagai referensi banyak menyebutkan adanya rencana jangka panjang Pemkot Pontianak untuk menyulap kota Pontianak ini menjadi seperti di Venesia (Italia) dengan Perahu tradisionalnya untuk berdagang. 

Ancaman PIDANA
|
Apalagi keberadaan Masjid Jamik Sultan Syarif Abdurrahman yang menjorok ke Sungai semakin memberikan nilai kokoh akan keberadaan Sungai bagi masyarakat Kalimantan Barat.   Sungguh suatu kebanggaan saat Puncak penyelenggaran Festival Karnaval Khatulistiwa yang sukses digelar baru baru ini memilih kota Pontianak sebagai puncak penyelenggaraan acaranya
.

"Sayang sekali Sungai atau Parit di kota Pontianak ini kurang terawat, kurang bersih, dan ada banyak sampah di atasnya, beda dengan Sungai sungai di luar negeri yang dirawat dengan baik karena tahu Sungai pun bisa dikembangkan meniadi aset Wisata kota" tegas Bapak Drs B Salman. Pemimpin Redaksi Pontianak Post yang sempat ngobrol dengan saya saya saat icip icip Air Tahu di pelaharan Pasar Flamboyan kota Pontianak. 

Yang biasa membuang sampah sembarangan apalagi sampai tertangkap tangan kedapatan membuang sampaj ke Badan Sungai siap siap saja untuk menanggung resikonya.   Sebagai gambaran saja untuk pelanggaran kedapatan membuan sampah di badan sungai di DKI Jakarta bisa kena denda Rp.20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah).  Sungguh suatu jumlah denda yang sangat besar.  Ini sesuai dengan  UU No 18/2008 tentang Pengelolaan Lingkungan, Perda No 5/1988 tentang Kebersihan Lingkungan Dalam Wilayah DKI, serta Perda No 8/2007 tentang Ketertiban Umum..

Bagaimana dengan Kota Pontianak.  Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 3 Tahun 2004 Tentang Ketertiban Umum.  Pasal  17 (1) Setiap  orang  dilarang  membuang  sampah  atau  menumpuk  sampah  di  jalan,  jalur  hijau, taman,    sungai,  parit  selokan,  saluran  pembuangan  air  dan  tempat-tempat  umum  lainnya, kecuali di tempattempat sampah yang telah ditetapkan oleh Kepala Daerah Pelanggaran terrhadap ketentuan pasal ini Peraturan  Daerah  ini  diancam  pidana    kurungan  paling  lama  6  (  enam  )  bulan  atau  denda paling banyak Rp. 5.000.000(Lima juta rupiah)   (Asep Haryono).


10 comments:

  1. Belum terlambat untuk pihak yang terkait membersihkan, pak. Semoga bisa bersih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Nasirullah Sitam : Iya benar sekali. Sekarang sudah ada UNdang Undangnya yang ketahuan membuang sampah ke Badan Sungai bisa kena hukuman Denda jutaan rupiah atau kurungan Penjara

      Delete
  2. Mungkin salah satu resiko kota yang dilalui banyak sungai adalah masalah sampah. Warga kota yang padat akan berpotensi tercemarnya keindahan oleh limbah rumah tangga dan sampah yang diabawa aliran sungai. Jika masalah ini teratasi, bisa jadi kota "sungai" menjadi aset wisata, ya mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Uda Awak : Sampah memang menjadi isu nasional. Dimana mana disetiap kota di Indonesia, persoalan Sampah akan selalu menjadi PR pemerimtah setempat. Kini warga diminta turut menjaga kebersihan lingknngannya dengan tidak membuang sampah sembarangan termasuk ke badan Sungai. Terima kasih atas kunjungannya Uda Awak di sini. Salam dari Pontianak

      Delete
  3. Saya pernah melihat pasar terapung dari televisi mas Asep. Unik sekali ya, para pedagang dan pembeli sama-sama bertemu di tengah sungai dengan menggunakan perahu kecil dan bertransaksi disana. Saya membayangkan kalau saya berada di perahu itu pasti tidak berani bergerak karena takut tercebur :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Anjar Sundari : Pasar terapung ada dimana mana sih. Di Palembang juga ada, Biasanya kota kota yang ada Sungai Besarnya pada umumnya ada pasar terapung Apalagi di Kalimantan. Memang butuh keseimbangan juga ya pada pedagangnya. Hehehe miring dekat barang dagangan di perahu bisa nyemplung ke Sungai. Hieiee Terima Kasih atas kunjungan mba Anjar Sundari

      Delete
  4. weew paritnya selebar itu yaa,
    padahal bakal cantik banget klo di manage yaa.
    kayak di luar negeri gt

    ReplyDelete
  5. Banyak kali ya suangainya..
    sayang sekali kalau sungainya kotor, jangan sampai seperti kota jakrta yang nggak punya sungai bersih

    ReplyDelete
  6. Kalau bisa pemkot Pontianak memberikan dendamnya ha cuman 5 juta doang, kalau sungai sangsinya di tata, bisa jadi objek pariwisata yang bisa bisa mengalahkan kota yang ada di Italia itu

    ReplyDelete
  7. Mampir yu mas ke blog saya juhariblog(dot)com

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog