Jual Milagros disini
Loading...

Mengusung Merek Dagang Sendiri

Catatan Asep Haryono


Sekarang sudah tren berniaga atau berdagang dengan mengusung merek dagang sendiri apa pun itu jenis usaha perniagaannya.   Bisnis atau usaha niaga apa pun sah sah saja mengusung merek (brand) nama sendiri.  Sebelum melangkah lebih jauh mari kita coba persamakan persepsinya terlebih dahulu bahwa batasan dari tulisan ini adalah usaha rumahan (dagang) dengan fokus wisata kuliner atau urusan perut.   Setiap orang perlu makan dan makan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia.

Fenomena nama orang yang dijadikan sebagai brand (merek) dagang adalah salah satu cafra untuk lebih mendekatkan usahanya kepada masyarakat.  Sudah banyak brand brand terkenal yang sudah punya nama di jagat kuliner di Indonesia.  Mereka dengan bangga memperkenalkan nama mereka sebagai merek dagang untuk memperlaris usaha atau jualannya.  Tidak perlu harus menjadi artis terkenal atau orang penting agar bisa "menjual" dagangan kita.  Siapa saja boleh memakai nama sendiri untuk usaha.

Nama Sebagai Merek Dagang
Perlu kah nama usaha dagang kita didaftarkan?  Maaf saya tidak membahas persoalan ini karena saya harus memiliki banyak referensi untuk menjawabnya.  Persoalan HAK CIPTA memang hal yang juga seharusnya mendapat perhatian. Hak Cipta sebuah brand tertentu tentu dilindungi oleh undang undang. 

Untuk brand kuliner terkenal di Indonesia sebut saja Ayam Goreng Mbok Berek,  Bakso Tukul Arwana , Rudy Hadisuwarno School, dan masih banyak contoh lagi lainnya.  Mereka yang kebetulan saja adalah public figure atau artis terkenal dan berharap namanya yang sudah terkenal itu bisa lebih "menjual" dagangannya.  

Siapa saja boleh menggunakan nama sendiri untuk dijadikan merek dagang atau perniagaannya.  Seperti yang sudah saya sebutkan di atas
Tidak perlu harus menjadi artis terkenal atau orang penting agar bisa "menjual" dagangan kita.  Siapa saja boleh (memakai nama sendiri untuk usaha)..

PRIBADI : Menggunakan nama sendiri sebagai brand merek dagang.  Mendekatkan diri kepada pelanggan juga sebagai kebanggan pemiliknya.  Foto Asep Haryono
PRIBADI : Menggunakan nama sendiri sebagai brand merek dagang.  Mendekatkan diri kepada pelanggan juga sebagai kebanggan pemiliknya.  Foto Asep Haryono

Sudah tentu nama yang digunakan sedapat mungkin tidak menimbulkan ambigu atau ambivalensi (pemahaman ganda-red).   Atau bahkan yang lebih ekstrem lagi adalah tidak boleh menggunakan nama nama yang mengandung SARA (Suku Agam Ras Antar Golongan), nama nama yang mendeskreditkan pihak lain atau penggunaan nama yang sepertinya keliatan gaya atau keren terbacanya namun jika diberi penerjamahan ke dalam Bahasa Indoensia maknanya tidak santun.

Hal lain yang perlu mendapatkan perhatian mengenai penggunaan nama pribadi untuk merek dagang (perniagaan) adalah jangan sampai mencatut  atau dianggap mencatut merek (brand) terkenal karena bisa dianggap melakukan pelanggaran Hak Cipta yang tentu saja diancam dengan tuntutan pidana dan atau perdata bagi pemilik nama yang merasa namanya di "pakai" oleh pihak lain.   

Namun ini juga bukan tidak mungkin benar benar terjadi karena nama nama beken atau nama orang terkenal dan merupakan Public Figure juga milik orang lain.   Orang biasa bisa saja punya nama yang memiliki kemiripan yang amat tinggi dengan artis atau orang terkenal.  Kalau itu juga dibuktikan dengan nama yang sesuai dengan KTP atau Kelahiran mengapa tidak.  Memangnya tidak boleh?   Suatu kebanggan bagi sang pemiliknya jika namanya sendiri sebagai nama brand produk jualannya.  (Asep Haryono).

19 comments:

  1. lebih berkesan kalau pakai nama sendiri kemudian bisa tenar d masyarakat dan pnya pelanggan..beda kalau nebeng nama orla...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Kang Zeer El-Watsiy : Iya benar sekali. Kalau suadh terkenal banged dan ngetop serta HOKI barulah di PATEN kan di Hak Cipta hiehiehiehe. Terima Kasih sudah hadir

      Delete
  2. pakai merek dagang sendiri kita juga jadi ikut terkenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Risa Restina : Iya benar sekali.

      Delete
  3. ada ya pak bakso tukul arwana hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Diah Indriastuti : Iya benar memang ada

      Delete
  4. kalo disini terkenalnya baso mas solo :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Pengobatan : Oh ya. Wah SOLO ya. Mau mampir juga kapan kapan. Insya Allah

      Delete
  5. Menurutku walau pakai nama sendiri sebaiknya dibuat agak unik. Misalnya cara penulisannya yang berbeda. Hehhe. Salam, mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Rach Alida Bahaweres : Iya bener juga ya. Pemilihan FONT nya juga harus unik Hieie. Salam kembali

      Delete
  6. yang psti produknya jg bagus dan kita pede masarinnya ya kang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Kanianingsih : iya harus itu mbakyu

      Delete
  7. Dan yang terpenting,,,merek dagang kita cukup googleable ya kang...biar mantaps...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Wahab Saputra : Iya benar sekali kang Wahab. Wahahaha Googleable ya, Wah istilah baru itu heieiie. Nambah kosa kata kuh nih

      Delete
  8. bisa ditiru hal positif seperti ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Intan Sudibjo : AMinn semoga artikel ini bermanfaat. Ukeeee

      Delete
  9. Bakso Tukul belum ada di makassar .. tapi ada yang bilang dia punya pom bensin di makassar

    ReplyDelete
  10. Kalau pakai nama sendiri tapi pasang foto artis terkenal, gimana ya Pak?

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog