Jual Milagros disini
Loading...

Kami Tidak Takut

Catatan Asep Haryono


Sepasukan khusus Brimob dan Polisi bersenjata lengkap merangsek masuk dari sisi kiri dan kanan serta tengah Starbuck Coffee Jakarta.  Mereka sneak out (Menyelinap) mengendap ngendap hendak menyergap pelaku Teroris.   Terjadi baku tembak antara Pasukan Brimob dibantu dengan Polisi berpakaian sipil dengan pelaku terduga teroris. Korban berjatuhan di sana sini.  Ini bukan bak adegan film yang biasa kita liat di film film Amerika.  This is not a drill , this is for real (Ini bukan latihan, ini sungguhan).  Adegan itu bukan adegan dalam film.  Itu benar benar sungguhan terjadi.

Polisi Republik Indonesia, TNI dan Brimob yang memang sudah sering mengadakan latihan (Drill) menyergap pelaku Teroris di Mall mall yang latihannya sering dipublikasikan di berbagai televisi swasta benar benar terbukti sangat bermanfaat.   Kejadian serangan Teroris yang kemudian dikenal dengan serangan Bom Thamrin (bukan Serangan Bom Sarinah-red) sudah dapat dibaca dengan cepat oleh Polisi.   Kurang dari 4 (empat) jam semua pelaku terduga teroris dapat dilumpuhkan.  

Bahasa "dilumpuhkan" adalah kosa kata yang dipakai aparat kemanan Republik Indonesia mempunyai makna yang sebenarnya yakni ditembak sampai mati.   Koran Kompas edisi hari Sabtu 16 Januari 2016 sudah banyak mengulas dari berbagai aspek dari banyak pakar sehubungan dengan serangan Bom Thamrin tersebut.  Kompas menyebut serangan Bom Thamrin menggunakan Paris Style (bergaya Paris) dimana pelaku teroris selain melakukan serangan Suicide Attack (Serangan Bunuh Diri) juga melakukan aksi perlawanan senjata atau serangan bersenjata.



TOLAK TEROR:  Sejumlah orang menggelar aksi menolak teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (15/1) seperti dalam foto ini dengan berpakaian ala Dart Vader.   Foto diambil dari REUTERS
TOLAK TEROR:  Sejumlah orang menggelar aksi menolak teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (15/1) seperti dalam foto ini dengan berpakaian ala Dart Vader.   Foto diambil dari REUTERS

Presiden Republik Indonesia , Joko Widodo , menegaskan sudah memerintahkan aparat keamanan Indonesia untuk segera menangkap dan mengadili pelaku terduga teroris itu. Presuden menegaskan agar seluruh rakyat Indomesia untuk tidak takut terhadap serangan teroris seperti ini, dan tetap beraktifitas seperti semula.  

Penegasan Jokowi yang di publish media dalam negeri dan luar negeri itu sontak mendapat dukungan dari Netizen.  Komunitas Netizen langsung bereaksi cepat dengan turun memberikan dukungan dan menyuarakan keberanian untuk bersatu melawan teroris dengan hastag #wearenotafraid #PrayForJakarta dan masih banyak lagi lainnya.  Mari kita bersama sama bersatu melawan Terorisme.  Kita tidak takut  (Asep Haryono).

23 comments:

  1. hehe...orang indonesia kok dilawan..g tahu mereka, kalau orang indonesia sudah biasa menghadapi teroris..bahkan ndak ada yg mengalahkan orang ndonesia..makanan sehari2nya ja mengerikan...bayangkan, orang semarang sukanya makan GANJEL REL..orang palembang sukanya makan "kapal selam"...orang bali suka makan "sayur paku"...anak2 SD pada suka makan "molen"...orang jawa selalu menikmati makan "beton".ngopinya ja pakai "gula pasir".malah ada yang suka pake "gulo batu"..anak2 SMA habis pulang sekolah sukanya makan "bakso granat"..bahkan mercon jadikan oseng2..ada juga yang suka sama "sambel setan", "Rawon setan", "Mie Setan", kabeh jatahe setan dipangan nganti setane bingung, arap mangan nganggo opo..camilannya "kuping gajah" sama "balung kuwuk".... wess, pokoknya horra wedi..indonesia itu pemimpinnya dunia, ndak takut sama siapapun..apalagi teroris.. "teror mata sapi" aja dimakan.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. pertamax... diambil dulu..salam ngopi pakai gulo batu.. :D

      Delete
    2. @Kang Zeer El-Watsiy : Hahahahhaa

      Delete
    3. Setujuhhh ... dengan Kang Zeer ... Ha..ha..ha.. Orang Indonesia memang top. Pas saya di Semarang saya suka makan Ganjel Rel.... Nyamikan waktu istirahat siang di kantor juga Tahu Mercon .. :D

      Delete
    4. udah pasti setuju banget

      Delete
    5. kayaknya perlu juga dilihat kang asep
      https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1678356739086824&set=a.1418268245095676.1073741828.100007375423916&type=3

      Delete
    6. Orang Kalimantan Selatan aza GAMBUT di Sate (SATE GAMBUT)

      Delete
  2. Kami tidak takut, Indonesia bersatu ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Titis Ayuningsih : AMin. Mari kita bersatu melawan aksi aksi seperti ini

      Delete
  3. Yang beginian yang bikin teroris tobat ngebom di Indonesia..ada teroris aja mereka foto selfi..hiii..ya kan Kang.

    ReplyDelete
  4. Sedikit miris kalo liat warga yang nonton pas tragedi. Takutnya mereka kena tembak salah sasaran.

    ReplyDelete
  5. Mereka komplotan pentereor bom tidak lain adalah golongan2 pemburu syurga...hanya di iming imingi syurga mereka rela meledakkan diri....sungguh kesesatan yg bodoh

    ReplyDelete
  6. Lihat aksi mereka berasa lihat syuting film Hollywood kali ya. Ngeri bayanginnya

    ReplyDelete
  7. Aku cuman takut kalo jomblo :-(

    ReplyDelete
  8. aku ga takut sih, soalnya jauh, cuma ya tetep ngeri. hehehe

    ReplyDelete
  9. La yang ngehits malah foto2 polisi ganteng dan tas yang dipakai polisi jadi viral banget.
    :)
    Indonesia bersatu, Damailah Negeriku

    ReplyDelete
  10. Kematian itu bs dtg kapanpun dan dimanapun y kang kan Allah pemilik kita yg plg berhak kalo udab waktunya kita jg gabisa mengelak tinggal siap2 bekal pulang aja

    ReplyDelete
  11. Saya juga tidak takut Kang

    ReplyDelete
  12. Yes, kami tidak takut

    ReplyDelete
  13. nekad, karena yang jualan kaset tinggal di sarinah doang

    ReplyDelete
  14. saya yg tinggal jauh dari jakarta saja takur, ngeri liat kejadian kemarin. tp ya alhamdulillah kalo warga indo bisa ngasih respon positif. tapii tetep saja ngeri :)

    ReplyDelete
  15. Ngeriii, suami kerja di jkt...rakyat yg jd korban nih klo uda bginiiiii

    ReplyDelete
  16. btw abang2 pakek kostum itu bukannya yang ditilang kemaren y bang,heheh

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog