Jual Milagros disini
Loading...

Dampak Kenaikan Harga

Catatan Asep Haryono


Kalau dari judulnya terasa agak weird (janggal) karena tidak mencerminkan isi artikelnya yang sebenarnya adalah membahas soal wisata kuliner : jajasan pasar.  Tulisan singkat kali ini saya beri judul "Dampak Kenaikan Harga".  Sebelum saya memulai artikel ini kira kira apa yang ada dibenak sahabat semuanya jika mendengar "dampak kenaikan harga"?.   Salah satu kemungkinan jawaban dari pertanyaan sederhana ini adalah harga harga bahan dasar atau pokok kebutuhan rakyat juga akan terkatrol naik.   Anggapan itu juga benar adanya.

Walaupun Pemerintah Republik Indonesia tercinta kita dengan gegap gempita begitu bangganya menurunkan harga bahan Premium Bensin yang turunnya tidak seberapa itu, justru tidak memberikan banyak perubahan harga harga di pasaran terutama yang menyangkut jajanan pasar atau cemilan yang merupakan salah satu kebutuhan dasar saya dan para Food Lover (penggemar pecinta kuliner) ini.   Apakah dengan penurunan BBM ini juga akan  diikuti dengan turunnya harga kebutuhan pokok rakyat lainnya? Belum tentu.

Secara logika sederhana dengan turunnya harga BBM, masyarakat akan berkurang keuntungannya terutama para pedagangers dan penjualers.  Mereka tentu berharap untung, namun di sisi lain masyarakat justru ingin harga harga ikut turuns sehingga daya beli masyarakat menjadi naik.   Jadi enaknya harga naik atau harga turun.   Kalau harga harga turun, masyarakat akan gembira , daya beli meningkat.  Di sisi para pedagangers dan Penjualers justru berharap harga produknya naik jadi bisa memperoleh keuntungan.

Harga Tetap Bentuk Mengecil
Saya secara pribadi menyambut gembira keduanya.  Harga harga Naik juga senang.  Harga harga pada turun juga senang.  Habisnya gimana coba. Mau mihak siapa.  Kalau saya mihak rakyat Banyak tentu saya senang harga harga pada turun. Masyarakt jadi tidak terbebani dengan harga harga naik,  semua bahan kebutuhan dasar pokok rakyat bisa terbeli. Rakyat senang.   Namun hak para Penjualers dan Pedagangers juga harus diperhatiikan.  Mereka jua punya keluarga yang harus dinafkahi dari hasil berjualannya.  Jika jualan mereka laris, mereka bisa untung, dan pulang bawa rezeki.

Namun dampak hebat justru melanda Bakwan dan Siomay.  Dua menu cemilan kesukaan saya itu memang tidak terkatrol harganya dan juga tidak ikut turun walaupun harga BBM sudah turun.   Kedua cemilan jajanan kesukaan saya itu tidak turun harga, dan juga tidak naik,.  Harga tetap sama. Hanya bentuknya saja yang diperkecil.  Satu buah bakwan dengan harga Rp.700,- per satuannya itu kini lebih mungil bentuknya.   Siomay yang harga per porsinya Rp.12.000,- itu juga lebih sedikit konten (isi) nya.  Coba lihat foto di bawah ini :




BERUBAH BENTUK :  Sebelum ada kenaikan/penurunan Harga, 1 piring Siomay ini isinya ada 5 biji siomay.  Sekarang hanya 3 biji saja.  Harga tetap hanya bentuknya saja diperkecil.  Foto Asep Haryono
BERUBAH BENTUK :  Sebelum ada kenaikan/penurunan Harga, 1 piring Siomay ini isinya ada 5 biji siomay.  Sekarang hanya 3 biji saja.  Harga tetap hanya bentuknya saja diperkecil.  Foto Asep Haryono

Satu porsi Siomay yang harganya Rp.12.000,- beberapa bulan sebelum adanya kenaikan harga atau Penurunan Harga BBM,  isinya ada 5 (lima) buah item dalam satu piring.  Saya punya kebiasaan menu Siomay semuanya.  Tidak pakai Telur, Kol, Tahu atau kentang. Ini menyangkut selera saja. Selera memang tidak dapat diperdebatkan.   
.
Nah kini Siomay kesukaan saya itu tetap harganya, namun jumlahnya tidak 5 lagi isinya, melainkan 3.   Harga boleh tetap hanya bentuknya saja diperkecil.  Bakwan dan Siomay yang lebih kecil bentuk atau ukurannya adalah dampak langsung dari kebijakan pemerintah Indonesia.  Saya merana juga dibuatnya.  (Asep Haryono).


12 comments:

  1. happpaaah?? siomay-nya jadi 3 biji doang?
    kalo gitu batal saya ke pontianak

    ReplyDelete
    Replies
    1. @yesterday : Hahahahah yuukkk
      @Wahab Saputra : Klepon Never dies

      Delete
  2. Masih untung cuma dikurangin somaynya...
    Klo dikurangin gak pake sendok...bisa repot...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Wahab Saputra : Hahaha kalau nda pake Sendok, ya pake apa coba

      Delete
  3. Pontianak mahal ya pak.. Eh, tapi bakwan di sini juga itungannya 700, 2000 dapet 3... :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Sulis : Oya di sini relatif harga cukup aduhai.

      Delete
  4. 12 rebu 3 biji, huhuaha untung ak masih di daerah jawa, 5 rebu udh dpt siomay

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Ada memang siomay kelas kaki lima

      Delete
  5. Iya nih kanv kerasa banget dampak kenaikan harga hiks. Tiap hr belanja biasanya 30 rb sehari cukup bwli sayur buah ikan..sekaranv ga cukup

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Kanianingsih : Iya benar sekali. Serba Salah memang. mau Naik apa Turun ya? Dua dua nya ada enak dan dua duanya ada tidak enaknya. Uhuiiiiiiiii

      Delete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog