Jual Milagros disini
Loading...

Tugu Pesawat Tempur Di Supadio

Catatan Asep Haryono


Bagi yang baru pertama kali menginjakkan kaki di kota Pontianak, ibukota propinsi Kalimantan Barat, tentu akan terbiasa melihat bangkai pesawat bekas atau pesawat fake (tiruan) sebagai miniatur seperti yang biasa ditemui di banyak bandar Udara di seluruh Indonesia.  Bahkan beberapa bandara di daerah masih sering memajang rudal balistik atau Missil rekaan atau tiruan di sekitar bandara. Tentu ini akan menjadi wahana yang cukup menarik bagi anak anak yang suka dengan aneka pesawat.

Namun jika sahabat semuanya berkunjung ke Pontianak untuk yang pertama kalinya di bandara Internasional Supadio,  ada sedikit pemandangan berbeda.  Karena monumen pesawat tempur jenis Hawk yang di "pajang" sebagai tugu di depan pintu gerbang Bandara Supadio itu bukanlah pesawat tiruan atau palsu.   Pesawat Jenis Hawk yang dipajang sebagai tugu atau monumen itu adalah benar benar pesawat tempur sungghan yang sudah tidak lagi digunakan.

Pesawat tempur A-4 Skyhawk yang kini membisu sebagai tugu atau monumen di simpang Bandara Supadio itu seolah menyapa para warga yang akan segera berangkat dan atau baru datang melalui Bandara Internasional Supadio.   Berdasarkan cerita dari warga setempat dah informasi dari sumber sumber lainnya menyebutkan memang  itu adalah pesawat aseli alias sungguhan yang dibawa oleh pesawat Hercules A-1321 dari Skadron 31 Lanud Halim Perdanakusuma yang dipiloti Mayor Pnb Sugeng .



Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com

Menurut warga sekitar,  proses pemasangan "bangkai" Pesawat A-4 Skyhawk ini memakan waktu selama10 hari dan merupakan satu satunya Monumen pesawat tempur yang terbuka untuk umum. Artinya siapa saja boleh berkunjung di tempat ini.  

Yang sangat disayangkan akses yang terlalu terbuka sehingga masyarakat bisa dengan mudah menyentuh, menggoyang atau memegang elemen elemen pesawat itu selain untuk sarana foto selfie.  Seharusnya masyarakat tidak menyentuh atau mengotak atik bangunan pesawat itu. Larangan menyentuh seolah tidak dihargai oleh warga setempat atau pengunjung. Ini yang sangat disayangkan

Dengan hadirnya monumen pesawat tempur ini akan memberikan warna tersendiri bagi warga sekitar dan bisa menjadi wahana wisata yang murah meriah bagi warga sekitar terutama anak anak, atau remaja yang gemar berfoto selfie.  Dengan adanya Monumen ini diharapkan akan mendekatkan masyarakat dengan Alat Utama sistim persenjataan (alusista) yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara Republik Indonesia walau hanya dari sebuah monumen saja. (Asep Haryono).

4 comments:

  1. waah ,,, keren ,,, pontianak bnyk juga nih tmpt2 yg menrik perhatian ...hehe

    ReplyDelete
  2. yuk kita bawa terbang. ketahuan nggak ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bentar, saya mau manasin Millenium Falcon saya dulu, abis dicuci barusan.

      Delete
  3. Eh iya ya kok gak pake pagar?! Harusnya monumen kayak gini diperlakukan kayak anak gadis yang cantik, dilihat boleh diraba-raba jangan.

    *Kang Asep jangan melorotin celana lagi!*

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog