Jual Milagros disini
Loading...

Selamat HUT 244 Kota Pontianak

Assalamualaikum Warrahmatullahi
Wabarokatuh


Kota Pontianak, ibukota propinsi Kalimantan Barat , pada tanggal 23 Oktober 2015 genap usianya yang ke 244 (Dua Ratus Empat Puluh Empat Tahun).   Kota yang semakin pesat pembangunannya yang mengarah pada visi menuju kota modern dan sebagai pusat perdagangan dan komersial kini sudah nyaris berada dalam genggaman tangan. 

Sejak dipimpin oleh Bapak Sutarmidji SH, M.Hum, kota Pontianak sudah melesat jauh berkembang dengan pesatnya.  Salah satu indikator kemajuan dalam bidang ekonomi misalnya ditandai dengan semakin banyaknya hotel hotel dan pusat perbelanjaan modern sudah berdiri dengan megahnya. 

Pembangunan di seluruh daerah pelosok Kalimantan Barat juga tidak kalah pesatnya.  Seiring dengan segudang kemajuan pembangunan , prestasi ekonomi yang diperoleh, tingginya denyut nadi ekonomi masyarat, segudang persoalan kian menghadang kota yang dijuluki sebagai kota lintasan bumi khatulistiwa ini.  Tentu tidak semua masalah tersebut diulas tuntas dalam artikel yang sederhana ini.  Beberapa hal yang merupakan pekerjaan rumah yang harus segera diatasi oleh Bapak Walikota beserta jajarannya akan dicoba disampaikan dalam ulasan singkat kali ini . Berikut catatannya.

Terbatasnya Ruang Publik
Siapa yang tidak senang dengan banyaknya bangunan megah pusat perbelanjaan dan hote hotel berbintang bak jamur di musim hujan satu persatu bermunculan di kota Pontianak. Bahkan perumagan elit yang dikelola dan dibangun oleh pebisnis raksasa CIPUTRA dengan komplek perumahan elitnya Citra Garden Aneka di kawasan Supadio Kubu Raya sudah mulai berjalan.  Bukan murah untuk memesan sebuah rumah di kawasan itu. Dengan harga terendah 1 Milyar bisa dibilang sebagai harga yang bukan main mahalnya untuk orang seperti saya misalnya.


Banyaknya Mall Mall baru dan bangunan bisnis memang menambah denyut kota Pontianak semakin menggeliat.  Nyaris masyarakat tidak lagi merasa nyaman tinggal dilingkungannya sendiri.  Sedikit sekali ruangan kosong yang bisa dimanfaatkan oleh anggota keluarga serta masyarakat untuk sekedar bersantai dan bercengkrama di ruang terbuka di kota ini.  Semakin sempit saja ruang bermain anak anak di kota ini.   Untuk bermain dengan fasilitas lengkap tentu banyak tersedia di Mall Mall dan pusat perbelanjaan. Namun yang dimaksud untuk ruang untuk umum yang murah serta aman bisa dihitung dengan jari.
RUANG PUBLIK : Di usianya yang ke 244 tahun kota Pontianak perlu lebih banyak lagi menyediakan ruang untuk publik ruang untuk masyarakat. Foto Asep Haryono
RUANG PUBLIK : Di usianya yang ke 244 tahun kota Pontianak perlu lebih banyak lagi menyediakan ruang untuk publik ruang untuk masyarakat. Foto Asep Haryono

BARU: Bandara Internasional Supadio sudah dipermodern dan diperluas.  Ini adalah salah satu pencapaian yang luar biasa kota Pontianak di usianya yang ke 244 tahun kota ini. Foto Asep Haryono
BARU: Bandara Internasional Supadio sudah dipermodern dan diperluas.  Ini adalah salah satu pencapaian yang luar biasa kota Pontianak di usianya yang ke 244 tahun kota ini. Foto Asep Haryono

Revolusi Mental. Program yang diusung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sepertinya harus lebih banyak lagi disosialisasikan bagi warga Pontianak pada khususnya, dan seluruh daerah di propinsi Kalimantan Barat pada umumnya.  Hal yang sangat mudah ditemui dalam kehidupan sehari hari di kota ini adalah budaya antri, budaya membuang sampah pada tempatnya, dan keperdulian kepatuhan dan tertib berlalu lintas.  Ketiga hal yang saya sebut di atas terkesan remeh dan sepele saja namun justru dari hal yang sederhana seperti ini sepertinya kota Pontianak harus banyak belajar dari kota lainnya di Indonesia.

Budaya antri misalnya.  Sederhana dan remeh saja.  Namun saya kerap kali mendapatkan banyak warga kota Pontianak tidak atau kurang memiliki rasa keperdulian kepada sesama dalam hal antri.   Lampu lalu lintas yang berwarna merah pun masih terus diterobos.  Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa lampu lalu lintas memilik makna dan arti.  Lampu berwarna merah itu berarti semua pengendara berhenti, dan boleh melanjutkan kendaraannya jika lampu lalu lintas sudah menyala warna Hijau.  Jika anda ke Pontianak sekarang bisa dengam mudah melihat pelanggaran ini nyaris setiap saat.  Saya jamin anda akan banyak kesempatan menyaksikan ini.

Masih banyak lagi segudang masalah yang merupakan "pekerjaan rumah" yang harus segera diatasi oleh Bapak Walikota Pontianak beserta jajarannya.  Maraknya kasus kejahatan predator pada anak anak yang sedang booming sekarang ini patut diwaspadai oleh kita semua, dan ini bisa menjadi warning bagi bapak Walikota Pontianak untuk bisa mewujudkan daerah atau wilayah yang ramah lingkungan terhadap anak dan keluarga.  Juga dalam hal pelayanan publik seperti PDAM dan PLN yang sering tidak menunjukkan kinerja baiknya. Seringnya terjadi pemadaman tidak jelas juga sering dikeluhkan masyarakat.  Pekerjaan rumah sudah banyak dan menanti untuk diselesaikan.

Selamat Hari Jadi Kota Pontianak ke 244 tahun.  Mari wujudkan kota Pontianak sebagai kota yang bersih, teduh, nyaman serta aman bagi seluruh warganya.  Aminn (Asep Haryono).

8 comments:

  1. selamat untukk kota pontianak ,,, semoga makin jaya .... aamiin ,,,

    ReplyDelete
  2. walaupun telat dikit, saya tetep ngucapin DIRGAHAYU PONTIANAK yang ke 244 kang

    semoga makin maju dan bisa menuju masyarakat gemah ripah lohjinawi

    ReplyDelete
  3. wah bandara Supadio nya makin keren kang.jadi mirip juanda

    ReplyDelete
  4. koq foto skateboardnya kang asep nggak dipasang sih?

    ReplyDelete
  5. masak saya kudu ngomong sendiri sih.
    kemana adminnya coba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga ada adminya mas, lagi mancing dia :) wkwkwkw

      Delete
  6. saya ngucapin selamat juga untuk kota pontianak < terus berjaya

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog