Jual Milagros disini
Loading...

Pengalaman Menerima Transfer LLG

Catatan Asep Haryono


Punya bisnis online memang memerlukan ketelitian dan kewaspadaan yang cukup tinggi. Walau sistim keamanan berlapis selalu diperlukan dalam melakukan transaksi bisnis online dan ataupun mengurus pembayaran dengan cara transfer antar bank.   Pengalaman yang saya alami ini semoga bisa menjadi bahan informasi tambahan dan atau sebagai share pengalaman keseharian kita yang sering berurusan dengan online banking.  

Permasalahan
Bermula dari jasa desain blog pesanan salah satu customer saya yang berada di kota Medan (Sumatera Utara).  Beliau adalah salah seorang pengusaha di kota Medan yang kebetulan mempercayakan pembangunan blog bisnisnya kepada saya.  Informasi pemesanan (order) pembuatan Blognya sendiri dari komunikasi antara saya dengan dia melalui Blackberry Message atau biasa dikenal dengan BBM.

Setelah harga disepakati dan blog bisnis berhasil dibuat, kemudian urusan bayar membayar secara otomatis dilakukan.   Metode pembayaran (method of payment) sendiri selama ini menggunakan transfer antar bank dari bank pengirim milik klien saya BCA Cabang medan dengan rekening saya sebagai rekening penerima pembayaran dia Bank Permata cabang Pontianak.   Dari beberapa kali transaksi antar bank saya biasa mengirim/menerima pembayaran transfer selalu menggunakan rekening Bank Permata saya.


Masalah timbul saat Aganjagar (Bukan nama sebenarnya-red) mengirimkan pembayaran atas produk pembuatan Blog bisnis yang berhasil dibuat dengan harga yang disepakati adalah Rp.750.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh ribu Rupiah).  Pembayaran via transfer antar bank.  Aganjagar ini mengirim melalui Internet Banking dengan jenis transfer LLG ke rekening saya sebagai penerima Bank Permata Pontianak.     Beliau transfer pada tanggal 14 Oktober 2015.   Rekaman trasnfernya tercantum dibawah ini


Bukti transfer dikirim ke rekening saya
Bukti transfer dikirim ke rekening saya 

Sayangnya sampai pada tulisan ini naik tayang di blog kesayangan saya ini dana kiriman Pak Aganjagar ini belum diterima.   Sudah lebih dari 5 (lima) kali saya cek di ATM dana kiriman beliau
Rp.750.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh ribu Rupiah) belum juga diterima.   

Akhirnya pak Aganjagar mengirimkan bukti bahwa dana Rp.750.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh ribu Rupiah) sudah terdebet dan termutasi dari rekeningnya dengan status success.  Artinya dana sudah terpotong dari saldonya.  Namun saya juga tidak kalau sengit dengan menyuguhkan bukti dari konfirmasi saya di Bank BRI kalau dana Rp.750.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh ribu Rupiah) kiriman dari Pak Aganjagar belum masuk.  Kalau sudah begini sama sama ngotor, sama sama punya bukti yang kuat.   Lalu uangnya ada dimana sekarang?.


Transfer LLG
Sebenarnya apa itu transfer LLG?  Dari beberapa literatur situs perbankan yang saya liat diketahui bahwa transfer LLG merupakan singkatan/Kepanjangan dari Lalu Lintas Giro. Maksudnya adalah proses pengiriman uang melalui teknik transfer rekening antar bank yakni transfer dari rekening kita sebagai pengirim yang ditujukan kepada atau ke rekening penerima dibank lain melalui mekanisme kliring. 


Kliring dalam bahasa Indonesia ini seperti plesetan dari kata Bahasa Inggris Clearing yang artinya lebih kurang pengecekan (clear).   Bank melakukan proses clearing atau pengecekan apakah jumlah saldo yang akan ditransfer itu cukup atau tidak.  Prosesnya sendiri konon memakan waktu antara 2 - 5 hari kerja untuk sampai ke Rekening Tujuan seabagi rekening Penerima.  Persoalan bisa bertambah runya, mengingat jadual eksekusi Kliring ini harus menyesuaikan dengan jadual kliring Bank itu sendiri.  Jika hari itu tidak ada jadual Kliring walaupun dana sudah terdebet (termutasi) tetap tidak akan diteruskan ke rekening penerima.

Pemecahan Masalah
Setelah permasalahan saya sudah jelas selaku penerima, saya belum menerima kiriman uang
Rp.750.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh ribu Rupiah) kiriman dari Pak Aganjagar via Online Banking dengan sistim Lalu Lintas Giro sudah jelas,  saya pun bergegas mendatangi Bank BRI yang berada di jalan Gajah Mada Pontianak.    Saya pun memaparkan kronologis permasalahannya seperti yang sudah saya tulis di bagian atas.

Adapun solusi yang ditawarkan oleh Bank BRI saya adalah sebagai berikut :
  1. Karena Bank nya beda, maka kiriman uang dari BCA kepada rekening penerima Bank Permata memerlukan bank penampung sementara (Pihak III).  Dan jadual daripada masing masing bank dalam melakukan validasi clearing bisa berbeda beda, sehingga hal ini berpotensi menyebabklan kiriman tidak bisa cepqt sampai ke rekening penerima.  Beda halnya jika Bank nya paralel atau sama : BCA - BCA bisa lebih cepat lagi.
  2. Saya diminta untuk memberi kabar kepada pihak pengirim uang (dalam hal ini bapak Aganjagar di Medan) agar membuat laporan kepada Customer Service bank BCA tempat beliau mengirimkan uang.  Laporannya adalah dana sudah terdebet dan sudah termutasi namun dana belum sampai ke rekening tujuan (Bank saya,. Permata di Pontianak).
  3. Berdasarkan laporan dari bapak Aganjagar itu maka pihak BCA pusat akan melakukan clearing ulang, yakni pengecekan kembali.  Jika ditemui dalam 5 hari dana yang dikirimkan ke rekening penerima belum sampai maka transaksi dianggap tidak berhasil dan dana dikembalikan ke saldo rekening Bapak Aganjagar.   Alternatif lainnya jika persoalannya adalah jadual clearing yang berbeda antar bank, maka pihak BCA akan meneruskan dana itu ke rekening penerima hingga batas maksimal 14 hari kerj.

Memang beda dengan teknik transfer dengan teknik RTGS (Real Time Gross Settlement) yang pada intinya adalah proses pemindahan uang dari rekening pengirim kepada rekening penerima real time atau saat itu juga.  Konon teknik yang ini banyak disukai Nasabah karena kecepatan pemindahan dananya lebih cepat dari teknik LLG walaupun biaya administrasi yang dikenakannya jauh lebih mahal. Untuk transfer LLG bisa kena biaya kirim antarqa 5000-6500 rupiah, sedangkan dengan RTGS bisa 30 ribu rupiah

Adakah sahabat Blogger mengalami hal yang sama atau seperti yang saya alami ini? Silahkan berbagi pengalaman agar bermanfaat bagi kita semuanya.  Selamat berbagi (Asep Haryono).

18 comments:

  1. wahhh ,,,, bgi2 rejeki nih ,.,,,hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Fiu S : ALhamdulillah. Makasih mas Fiu. Mohon mangap eh maaf saya sudah jarang nulis dan BW. HIiehiehiehiehe. Insya Allah aktif lagi segera. Waspadalah Waspadalahhhhhhhhhhhhhh

      Delete
    2. ahahahaha ,,,,, waspada ???? gk mw plorotin celana kn ? wkwkwkwkwkwkwk

      Delete
    3. lalu saya kesini mau ngapain dong?
      waspada juga gituh?

      Delete
    4. @Kang Yanto: waspada dan siaga.. :)

      Delete
  2. kalo rtgs kan biaya transfernya kan mahal 30rb cmiiw
    kalo llg murah bahkan beberapa bank gratis biayanya kalau punya account
    kalau liat ini sepertinya memang bca sebagai bank penerima yang belum cairin uang kliringnya masih dipos kliring ^^
    kalau dari pihak bri sudah clear... tinggal difollow up ke bcanya..karena transaksi sudah masuk ke mutasi sayangnya uangnya belum..
    semoga cepet selesai ya ^^
    *berusaha melihat dari mantan org bank xD

    ReplyDelete
  3. wah ternyata system Lalu Lintas Giro lebih ribet yakang.
    jadinya kudu bolak balik ke ATM dong.
    saya juga baru ngeh tentang jenis transfer ini nih

    ReplyDelete
  4. Waw... hebat nih akang kita yang satu ini

    ReplyDelete
  5. kalau pakai Rekening yang sama mungkin bisa cepet ya kang... kalau gitu akang buat rekening BCA aja biar cepet :)

    ReplyDelete
  6. saya sendiri baru denger istilah Transfer LLG ini pak hehehe... berarti kalo misalnya kita transfer uang lewat bank ke bank yg lain atau sesama bank itu termasuk LLG juga bukan ya pak ? ....

    ReplyDelete
  7. Walah jarang yang nransfer Pak Asep, cuman dari kantor aja kalo pas gajian hehehe..:), makanya sama kaya Mas @Eka, saya barusan dengar istilah transfer LLG..

    ReplyDelete
  8. itu dari BCA ke BRI kan ya, kalo lewat atm memangnya gak ada di daftar ya untuk tranfer langsung ke BRI

    ReplyDelete
  9. kebagian sya belum ada mas asep :(

    ReplyDelete
  10. nyimak aja ya kang asep :)

    ReplyDelete
  11. belum pernah ngalamin kaya kang asep

    ReplyDelete
  12. Terus setelah ini saya jadi paham bahwa Pak Asep punya bosnis pembuatan website. Boleh saya tahu alamat web bisnisnya di mana, Pak? Siapa tau saya bisa jadi konsumennya, hihihi...

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog