Jual Milagros disini
Loading...

Cara Mudah Membayar PBB

Catatan Asep Haryono


Sebagai warga negara yang baik, membayar kewajiban atas jasa yang sudah diterima dari neagra adalah hal yang seharusnya dilakukan.  Listrik misalnya.  Semua peralatan di rumah tangga modern pada saat sekarang ini sudah lumrah menggunakan listrik dari negara. Oleh karena itulah warga negara wajib membayar atas jasa yang sudah diterimanya dari negara dalam bentuk pembayaran iuran tagihan listrik setiap bulannya.  Begitu pula dengan PBB atau Pajak Bumi dan Bangunan.

Seperti yang sudah saya lakukan beberapa minggu yang lalu.  Membayar PBB rumah saya di lokasi pembayaran PBB yang terletak di kantor Dispenda (Dinas Pendapatan Daerah) di Kantor Kubu Raya (KKR) yang terletak di jalan Ahmad Yani 2 mengarah ke Bandar Udara Inrernasional Supadio, Kalimantan Barat.   Informasi lokasi pembayaran ini saya dapatkan setelah bertanya terlebh dahulu kepada salah satu rekan kerja saya (yang kebetulan seorang wartawan-red).   Dari dialah akhirnya saya bisa tau tempat atau lokasi pembayaran PBB.

Bagaimana caranya?
Ahayyy mudah sekali.  Tadinya saya kaget juga begitu datang ke kantor Dispenda di kantor KKR itu karena banyak orang bersliweran sana sini mengisi formulir ini itu.  Ah jangan jangan saya juga diharuskan mengisi formulri segala.  Kalau cuma mengisi bio data sih masih mendingan la kalau pertanyaannya lebih teknis gimana coba. Saya aja bingung. Mana di tas saya cuma bawa KTP, SIM doangan.  KK atau Kartu keluarga tidak bawa.  Kalau isi pake data dari KK ya balik lagi donk ke rumah.  


Untung aja proses pembayaran PBB nya mudah bingid.  Cuma dengan menunjukkan NOP atau Nomor Objek Pajak saja sudah bisa dilayani.   Cuma waktu saya datang ke kantor Dispenda itu saya tidak ambil nomor antrian seperti yang lainnya.  Entah saya yang malas ngantri atau memang tidak tau kalau harus ambil Nomor antrian.   Langsung aja merangsek ke loket Pembayaran. Wahahahahaha.   Jangan ditiru ya. Hehiehiehiehiee



ANTRE :  Ambil nomor urut terlebih dahulu kemudian duduklah dengan tenang.  Nama akan dipanggil sesuai urutannya.  Foto Asep Haryono
ANTRE :  Ambil nomor urut terlebih dahulu kemudian duduklah dengan tenang.  Nama akan dipanggil sesuai urutannya.  Foto Asep Haryono

LUNAS :  Tanda lunas bukti setoran PBB biasanya saya gantung di dekat lemari. Bergabung dengan tanda lunas tagihan lainnya seperti PLN. PDAM, Ronda Malam , dan lain lain.  Foto Asep Haryono
LUNAS :  Tanda lunas bukti setoran PBB biasanya saya gantung di dekat lemari. Bergabung dengan tanda lunas tagihan lainnya seperti PLN. PDAM, Ronda Malam , dan lain lain.  Foto Asep Haryono

Dadaaaaaaaaa.   Hasil nekatisme rupanya manjur juga.  Begitu saya berhadapan langsung dengan Kasir atau Loket pembayaran khusus PBB, saya pun langsung memberikan NOP atau Nomor Objek Pajak rumah saya,.  Petugas pun langsung mencek NOP rumah saya itu di layar komputerya.  Tidak sampai 1 menit akhirnya tercetak angka Rp.52.000,- (Lima puluh Dua ribu rupiah) untuk PBB tahun 2015 ini.   Cukup terjangkau juga ya.


Setelah diketahui berapa angka yang harus dibayar, maka saya pun kembali duduk menunggu dipanggil sama petugas.  Tidak sampai 2 menit NOP PBB rumah saya pun disebut, dan saya pun maju dengan gagahnya untuk membayar pajak PBB ini.  Alhamdulillah lunas sudah.   Saya pun meminta Salinan SPPT (Surat Penerbitan Pajak Terhutang) selain surat Tanda Lunas setoran Pajak.  Mudah bukan? Memang ada Cara Mudah Membayar PBB.  (Asep Haryono).

5 comments:

  1. waduh mas harus ngantri dong :D . pengalamannya buat belajar saya karena saya belum pernah mengalami, suatu hari jika sudah mempunyai tanggungan pasti bakal mengalami bukan :)

    ReplyDelete
  2. Bayar PBB mudah sekali
    Asal mau ambil nomor antri
    Bisa santai tak harus lama berdiri
    Nunggu panggilan berbunyi...

    ReplyDelete
  3. saya belum punya rumah, jadi gak perlu bayar PBB, paling bayar pajak kendaraan :)

    ReplyDelete
  4. warga negara yang baik...mantap

    ReplyDelete
  5. alamatnya dimana ya mas tempat bayar pbb di kubu raya

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog