Jual Milagros disini
Loading...

Tabligh Akbar dan Tasyakuran

Catatan Asep Haryono


Kabut asap yang melanda kota Pontianak beberapa minggu terakhir ini memang sudah berada dalam ambang batas yang mengkawatirkan. Dinas kesehatan Propinsi Kalimantan Barat bahu membahu dengan Pemkot Pontianak mengkampanyekan dan mensosialisasikan dampak Kabut Asap bagi setiap warganya.  Anak anak sekolah mulai dari PAUD sampai kelas VI SD kini sudah kembali beraktifitas seperti biasanya setelah sekolah (belajar mengajar) mereka diliburkan selama kurang lebih 1 minggu.

Kabut asap yang melanda kota Pontianak pada khususnya dan juga kota kota lainnay di seluruh Indonesia bukanlah "hukuman" dari Allah SWT.  Seperti yang disampaikan oleh Rektor Universitas Tanjungpura, Prof. Thamrin Usman DEA, dalam sambutannya di acara pembukaan Tabligh Akbar dan Tasyakuran yang berlangsung kemarin (Ahad, 20 September 2015) di Halaman Auditorium Universitas Tanjungpura.

"Bencana kabut asap ini bukanlah takdir Allah SWT" tegas Pak Thamrin. "Kabut yang melanda kota Pontianak dan sekirarnya ini bahkan di seluruh Indonesia adalah perbuatan kita juga, perbuatan manusia.  Siapa yang membakar lahan? Tentu diri kita sendiri,. Manusia sendiri yang membakar lahan lahan sehingga bencana kabut asap ini muncul semua karena ulah kita sendiri" tegas Profesor Kimia yang menjabat rektor UNTAN itu dengan berapi api.

"Ada 3 golongan yang doanya langsung dijabah oleh Allah SWT : Pertama, doanya orang yang berpuasa hingga dia berbuka, kedua: doanya orang yang dizhalimi dan teraniaya, dan yang ketiga adalah doanya dari para pemimpin yang adil"  kata Pak Profesor Thamrin Usman DEA.   " Saya yakin Hujan yang turun dari langit yang dicurahkan oleh Alloh SWT pasti berasal dari salah satu atau mungkin semuanya dari 3 golongan itu" tegas Pak Thamrin Usman dengan penuh semangat. 

Menjadi Tasyakuran
Dengan turunnya hujan yang membasahi bumi Lintasan Khatulistiwa beberapa hari terakhir ini membuat pihak panitia penyelenggara Tabligh Akbar dan Tasyakuran yang digagas oleh Masjid Raya Mujahidin Pontianak yang digelar
yang berlangsung kemarin (Ahad, 20 September 2015) di Halaman Auditorium Universitas Tanjungpura "mengubah" susunan acaranya dari yang semula akan menyelenggarakan Sholat Istisqa (Shalat Istisqa adalah sholat untuk meminta diturunkannya Hujan kepada Allah SWT).menjadi Tasyakuran dan Tabligh Akbar.

"Janganlah kita menyalahkan orang lain yang menyebabkan datangnya bencana Asap kabut yang melanda kota Pontianak ini, marilah kita instropeksi diri sendiri terlebih dahulu, ingatlah setiap kali telunjuk kita menunjuk ke orang lain, ada 3 jari lainnya yang menunjuk kepada diri kita sendiri"  kata Pak Ustad Lukmanulhakim yang menjadi pemberi materi utama dalam gelaran acara Tasyakuran dan Tabligh akbar kemarin itu.


KHIDMAT :   Pelaksanaan Tabligh Akbar dan Tasyakuran Alhamdulilah berlangsung aman dan lancar kemarin (Ahad, 20 September 2015) di Halaman Auditorium Universitas Tanjungpura.  Foto Asep Haryono
KHIDMAT :   Pelaksanaan Tabligh Akbar dan Tasyakuran Alhamdulilah berlangsung aman dan lancar kemarin (Ahad, 20 September 2015) di Halaman Auditorium Universitas Tanjungpura.  Foto Asep Haryono

DOA :   Banyak jamaah yang menitikan air mata memanjatkan doa ke hadirat Allah SWT agar bencana yang menimpa bangsa Indonesia agar segera berakhir.  Suasana haru tersirat jelas dalam gelar doa bersama Tabligh Akbar dan Tasyakuran  di Halaman Auditorium Universitas Tanjungpura kemarin.  Foto Asep Haryono
DOA :   Banyak jamaah yang menitikan air mata memanjatkan doa ke hadirat Allah SWT agar bencana yang menimpa bangsa Indonesia agar segera berakhir.  Suasana haru tersirat jelas dalam gelar doa bersama Tabligh Akbar dan Tasyakuran  di Halaman Auditorium Universitas Tanjungpura kemarin.  Foto Asep Haryono

BAGIKAN AIR :   Pelaksanaan Tabligh Akbar dan Tasyakuran kemarin (Ahad, 20 September 2015) di Halaman Auditorium Universitas Tanjungpura cukup membuat dahaga.  Petugas pun sigap membagikan air minum kepada jamaah, Foto Asep Haryono
BAGIKAN AIR :   Pelaksanaan Tabligh Akbar dan Tasyakuran kemarin (Ahad, 20 September 2015) di Halaman Auditorium Universitas Tanjungpura cukup membuat dahaga.  Petugas pun sigap membagikan air minum kepada jamaah, Foto Asep Haryono

SPONTAN :   Dibagian akhir Tabligh Akbar dan Tasyakuran Ahad, 20 September 2015 di Halaman Auditorium Universitas Tanjungpura adalah pengumpulan donasi spontan dari Jamaah.  Masya Allah indahnya beramal Sodaqah.  Foto Asep Haryono
SPONTAN :   Dibagian akhir Tabligh Akbar dan Tasyakuran Ahad, 20 September 2015 di Halaman Auditorium Universitas Tanjungpura adalah pengumpulan donasi spontan dari Jamaah.  Masya Allah indahnya beramal Sodaqah.  Foto Asep Haryono
BAGI MASKER :   Dua relawan cilik ini dengan sabar dan cekatan membagikan Masker kepada Jamaah Tabligh Akbar dan Tasyakuran yang mulai berdatangan satu per satu di Plaza Auditorium Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak.    Foto Asep Haryono

Pak Ustad itu mencontohkan kisah seorang kakek yang berjanggut namun diberi terasi oleh cucunya dan ditempelkan di jenggut sang kakek tanpa sepengetahuannya saat sang kakek itu tertidur lelap.  Begiti sang kakek bangun diciumnya bau Terasi di kamar tidurnya.  Begitu juga saat sang Kakek pergi ke kamar mandi masih tercium bau Terasi.  Begitu juga saat sang kakek pergi ke ruang tamu juga masih bau terasi.  Kakek itu menyimpulan semua ruangamn dalam rumahnya bau terasi. Padahal, tegas Pak Ustad Lukmanulhakim, terasi itu ada dalam dirinya sendiri.   Dirinya sendirilah yang bau terasi.


Penggambaran ini, Tegas Pak Ustad Lukmanulhaqim, menjadi bukti yang jelas.  Sudah seharusnta kita (manusia) instropeksi diri sendiri terlebih dahulu sebelum menyalahkan orang lain.  "Seperti yang ditegaskan oleh Pak Rektor UNTAN tadi, bencana kabut asap ini adalah ulah dari kita sendiri, dan sudah saatnya kita jangan bermanja manja kepada Allah SWT"  tegas Pak Ustad Luqmanulhakim.  Justru sebaiknya  kita lebih banyak bersyukur kepada Allah SWT.  Semoga dengan banyak bersyukur Allah SWT akan menambah karunia dan rezeki NYA bagi kita semua.  Amin ya Rabbal Alamin (Asep Haryono). 

12 comments:

  1. Indahnya berbagi dan tasyakuran bersama kerabat maupun yang lainnya jadi tambah beriman kepada sang maha pencipta :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Wida Zee : Subhanallah. MEmang indah sekali yang namanya kebajikan, kebersamaan dan silaturahmi. Maaf saya baru datang di Blog ini. Kangen juga sama kawan kawan semuanya. Insya Allah BW kembali seperti biasanya. Makasih atas kunjungannya mba Wida

      Delete
  2. Amin semoga Allah SWT menambah karunia dan rezeki NYA kepada kita semua :)

    ReplyDelete
  3. semoga yang beramal sodaqah ikhlas :)

    ReplyDelete
  4. setuju kang...
    sebelum menyalahkan orang lain ada baiknya kita mesti instropeksi diri dulu,karena kebenaran itu relatif

    ReplyDelete
  5. tabligh akbarnya sesuai dengan namanya nih kang.
    meriah banget

    ReplyDelete
  6. sekarang udah hujan belum kang?

    ReplyDelete
  7. Tasyakuran
    Berarti terimakasih kepada Tuhan
    Duantaranya karena turun hujan
    Bersihkan asap sebesar awan...

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog