Jual Milagros disini
Loading...

Peraturan Dibuat Bukan Untuk Dilanggar

Catatan Asep Haryono


Bisa Mengikuti sebuah kompetisi atau lomba Blog apa pun dan siapa pun penyelenggaranya, dan jika berhasil menang sungguh merupakan hak yang membanggakan sekaligus menyenangkan.  Apalagi jika perjuangan yang sudah diberikan dengan susah payah berbuah manis. 

Menang dalam sebuah lomba Blog misalnya, mau menang nomor berapa saja bahkan pemenang hadiah hiburan sekalipun, sungguh sangat menyenangkan.  Tidak disangka dan tidak dinyana kalau akhirnya salah satu pemenangnya adalah diri kita. Bukankah hal itu menjadi sesuatu kenangan yang indah untuk dikenang bukan?

Namun terkadang berbeda dalam prakteknya dilapangan.  Sering didapati antara peraturan Lomba Blog yang sudah ditetapkan oleh Dewan Juri dan harus dipatuhi oleh para peserta ternyata tidak dipatuhi oleh Dewan Jurinya sendiri.    Peraturan Lomba Blog yang dibuat oleh Dewan Juri memang Sepihak dan harus dipatuhi oleh para peserta.  Saya kira semua orang sepakat bahwa para peserta harus mematuhi ketentuan yang dibuat Juri.  Saya rasa semua dari kita sepakat untuk hal yang satu ini.

Saya mencoba memaparkan pengalaman mengikuti sebuah Lomba Blog yang diselenggarakan oleh salah satu koran terbesar di Indonesia yang saya rasakan kurang sesuai dengan kenyataan.  

Batas 500-1000 kata
Inilah yang saya coba bahas dalam tulisan saya kali ini.   Dalam peraturan Lombanya tertulis jelas di sana "500-1000 kata".  Apa yang ada dalam pemikiran anda jika membaca peraturan lomba Blog dengan ketentuan ini?   Saya sendiri sebagai peserta mengasumsikan bahwa karya peserta adalah antara 500-1000 kata.   Dengan demikian asumsi saya adalah jika karya peserta melebihi 1000 kata maka otomatis dianggap gugur.   Saya rasa asumsi saya ini berlaku umum.  Jika tidak sesuai ketentuan Juri ya otomatis Gugur.

Namun setelah hasil pengumuman pemenang diumumkan kepada publik.  Saya mendapati bahwa karya para Juara I, II, dan III semuanya melanggar ketentuan Juri 1000 kata.   Semuanya menulis artikel di atas antara 1000-1500 kata.   Apa yang ada dalam benak pikiran anda mendapati kenyataan seperti ini?    

Peraturan Juri jelas terpampang 500-1000 kata, namun karya para Juara I, II, dan III menuliskannya antara 1000-1500 kata.   Menurut anda , apakah karya para Juara I, II, dan III itu melanggar ketentuan Dewan Juri?   Melanggar?  Tentu saja tidak.   Setidaknya itu jawaban Juri ketika saya mempertanyakannya.   Akal logis saya tentu tidak bisa menerima mentah mentah kenyataan ini


saya ditengah
KENANGAN :  Momen saat Penulis (tengah) ketika bertanding dalam lomba Desain Blog Pemkab Kubu Raya Tahun 2012 kemarin.  Saya Juara Pertama dalam lomba Desain Blog ini 
Foto dari Panitia

Namun Dewan Juri dengan bijaknya menyampaikan bahwa peraturan lomba yang tercantum 500-1000 kata adalah "batas antara" agar karya para peserta tidak terlalu pendek dan juga tidak terlalu panjang.    Komponen kata ini bukan lah satu satunya kriteria juri melainkan ada kriteria lainnya yang harus di patuhi seperti  orisinalitas, kesesuaian ide, dan juga penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai ejaan EYD.   Juri menyebutkan jika peraturan yang terakhir ditetapkan secara penuh, maka akan banyak karya peserta berguguran karena banyak yang tidak sesuai dengan ejaan EYD.


Tunggu dulu.  Sebelum kita melangkah lebih jauh, dituntaskan dahulu yang satu ini.   Juri menyebut kriteria 500-1000 kata agar karya peserta tidak terlalu panjang atau terlalu pendek.   Dalam asumsi saya panjang atau pendeknya karya peserta seharusnya tidak menjadi pembenaran peraturan ini tidak masalah dilanggar.  Peraturan dibuat tidak atau bukan untuk dilanggar.   

Jika karya peserta terlalu panjang, kan Juri bisa memangkas, memotong atau memperpendeknya menjadi maksimal 1000 kata tentu dengan tidak mengurangi substansinya.  Sehingga pada saat diumumkan semua karya peserta yang berhasil menang semunya sudah sesuai dengan kriteria Juri.  Tidak memancing kesalahpahaman dan atau salah pengertian seperti yang saya alami, dan mungkin juga bagi peserta lainnya

Kurang Sosialisasi
Saya mempunyai pandangan bahwa sebaiknya Juri menyampaikan kepada para peserta, bagaimana pun caranya, bahwa ketentuan 500-1000 kata itu tidak bersifat multak.  Karya yang dikirim para peserta jika terlalu panjang melebihi ketentuan 1000 kata akan dipangkas, dipotong atau diringkas tanpa mengurangi substansinya.  Dan saya rasa itulah "tugas" daripada Dewan Juri dalam memeriksa karya para peserta yang berpartisipasi di dalamnya.


Nah persoalan muncul hanya kesalahpahaman saja.   Kurang dikomunikasikan.  Beberapa panitia lomba Blog memang menyediakan kontak jika para peserta lomba masih kurang jelas terhadap peraturan yang dibuat oleh Juri.   Namun jika halaman kontak tidak diperkenankan ini berarti Juri tidak dapat diganggu gugat, keputusannya bersifat FINAl dan tidak diadakan surat menyurat.  Saya rasa semua orang tentu setuju bahwa keputusan Dewan Juri lomba Blog mana pun harus dihormati dan dijunjung tinggi oleh peserta.

Jadi saya merekomendasikan kepada penyelenggara lomba Blog berikutnya untuk tidak bermain main dengan kriteria lomba yang dibuatnya.  Para peserta sudah pasti akan selalu mematuhi apa pun ketentuan yang dibuat oleh Dewan Juri.  Dan jika dalam prakteknya lapanagn ternyata peraturan yang dibuat Juri itu tidak multak, sebaiknya juga disosialisasikan sehingga tidak terjadi kesalah pahaman yang saya rasakan seperti ini.

Para peserta  sudah mematuhi ketentuan dewan Juri 500-1000 kata.  Dan jika ada karya peserta yang dikirim ternyata artikelnya melebihi batas 1000 kata dan dianggap sebagian peserta lain sebagai "pelanggaran" tentu tidak bisa disalahkan anggapan itu.   Karena secara logika memang demikian.  Tidak sesuai Juri ya dicoret.  Logika sederhana ini pun bahkan bisa dipahami oleh pelajar SD sekalipun.

Siapa siapa yang salah?   Tidak ada yang salah dalam hal ini sebenarnya.  Hanya kurang sosialisasi saja.  Komunikasikan saja.    Juri punya Hak dalam menentukan pemenang lomba sesuai dengan kriterianya.  Keputusan dewan Juri lomba Blog manapun tetap dihormati dan dipatuhi oleh para pesertanya sebagai keputusan yang bersifat Multak, Final dan tidak dapat diganggu gugat apalagi diadakan surat menyurat.  Bagaimana pendapat anda mengenai hal ini?  Silahkan berbagi (Asep Haryono)

Port Folio

21 comments:

  1. Banyak yang seperti ini, pak. Beberapa teman saya pun merasakan hal yang sama

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Nasirullah Sitam : Oh ya benar kah>? Memang banyak kejanggalan sebenarnya yang hanya karena kurang sosialisasinya saja Saya pernah diprotes kenapa saya bisa menang lomba desain blog, padahal masih banyak karya peserta lain yang jauh lebih canggih dari saya. Itulah Juri, Multak dan FINAL

      Delete
  2. Jikalau peraturan yang dibuat tidak sesuai yang disosialisasikan untuk apa mengadakan peraturan. kalau begitu memang benar dong peraturan itu dibuat untuk dilanggar, melihat juaranya juga kan tidak mengikuti aturan :D
    viss kang

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Awan Irawan : Logika sederhana memang tidak bisa menerima,. Tidak sesuai ketentuan juri yang di coret atau "jalan tengah" nya ya dikurangi Nilainya. Sekarang tinggal kearifan lokal saja. Agar tidak ada salah paham dan salah pengertian. JURI tetap Nomor 1 MUTLAK dan tidak dapat diganggu gugat

      Delete
  3. wah salut plus kagummmm guumm...ama prestasinya yang seabgreg. Sini mas ciprati satu kepiawaian menulisnya hehehee :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Christianty Putriarty : Ah masa sih seabreg? Alhamdulilalh deh. Terima kasih. Ya cuma ada sedikit pengalam saja. Berbagi pengalaman gitu deh. Jadi kalau sudah begini kan enak sharing dan menambah wawasan jam terbang hieiiehiheiee

      Delete
  4. Untuk alasan ini biasanya Penjurian lebih mengutamakan ketajaman tulisan. Menurut sya sih jika peraturannya 500-1000 kata, berarti boleh dari 1000 kata, dengan catatan tidak ada embel2 kalimat agar peserta tidak menulis terlalu pendek dan terlalu panjang.

    Tapi, yang namanya juri kan udah bersifat final keputusannya, jika kita cermati, apapun hasilnya...mengikuti lomba atau kontes blog itu baik untuk mengasah kemampuan menulis, meskipun tidak menang.

    Ah, kang asep udah banyak menang kontes ya.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Daniel Nagata : Iya benar sekali. Dari sinilah letak kesalahpahamannnya. Hanya karena kurang komunikasi saja,. Yang namanya JURI tetaplah harus dihargai dan dihormati keputusannya yang FINAL dan bersifat Mutlak

      Delete
  5. Kalau hasil udah keluar sih ya saya cuma bisa ngikhlasin, ga mau protes ke panitia, karena biasanya ga bakal ada perubahan. Tapi kalau masih saat batas lomba ya saya upayakan tanya ini-itu dulu kalau sekiranya ada peraturan yg kontradiktif kayak gini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Arif Abdurahman : Memang sebaiknya juga begitu. Tapi memang beda sih tiap penyelenggara lomba yang satu dengan yang lainnya. Ada yang membuka diri untuk tanya ini itu seputar syarat lomba dan ada yang tidak

      Delete
  6. Ini namanya juri yang gak mau repot dan gak mau pusing....

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Wahab Saputra : Hiehieie ada ada aja. Memang berat juga ya kalau jadi JURI. Ada banyak yang harus diperhatikan dan tidak sekedar menilai suatu hasil karya juga. Karena banyak peserta yang kritis

      Delete
  7. Ya emang gitu sih, juri yang punya keputusan dan mereka yang berhak menentukan. Terkadang dilema juga kalo ikutan kompetisi yang peraturannya sedikit random. Walopun hadiahnya begitu menggiurkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Arif Munandar : Semoga semuanya ini menjadikan kita semua tetap kritis dan teliti. Sehingga dari mulai penyelenggaraan lomba hingga akhri acara tidak menimbulkan persoalan hukum kelak dikemudian hari

      Delete
  8. Betul sekalian benar
    Peraturan bukan untuk dilanggar
    Agar acara berjalan lancar
    Hingga tuntas sampai bubar

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Anisayu Nastutik : Hiehiehiehiiee terima kasih sudah menyampaikan puisinya yang indah di hari ini ya mbak, GHiehiehiheiheieee

      Delete
  9. namanya juga juri mas, yang bikin aturan kan juri sendiri

    ReplyDelete
  10. peserta selalu menjadi korbannya
    kurangnya sosialisasi ya begitu

    ReplyDelete
  11. Kadang-kadang lomba blog menjadi bagian dari strategi marketing penyelenggaranya...selama tujuan tercapai...terkadang fairplay dikesampingkan. Tapi tentu tidak semua seperti itu....tetap semangat aja...hari ini kalah...besok-besok masih ada kesempatan untuk menang. Meskipun saya tidak menafikkan kalau kita merasa dipecundangi dengan tindakkan kurang sportif emang bikin kesel.

    ReplyDelete
  12. saya baru terjun akhir2 ini untuk lomba,,, mungkin saya akan menemukan peristiwa tersebut :D

    ReplyDelete
  13. Juri itu susah ditebak

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog