Jual Milagros disini
Loading...

Pegadaian Oh Pegadaian

Catatan Asep Haryono

Menjelang memasuki minggu datangnya bulan Ramadhan 1436 Hijriah ini berbagai informasi komersial atau iklan produk barang dan jasa sudah bersliweran di mana mana baik di media cetak maupun elektronik. Fenomena yang lazim terjadi di hari hari menjelang memasuki awal bulan Ramdhan sudah umum terjadi.  Tawaran Konsumtif yang menggiurkan

Urusan sama Pegadaian bukan hal yang baru bagi saya.  "Jam terbang" saya dengan Pegadaian sudah lumayan. Hehehe. Sudah cukup berpengalaman dalam urusan kredit kredit seperti ini.  "Kalau nda nekat seperti ini kapan lagi bisa punya barang" pikir saya waktu itu.   Ssemoga pengalaman ini tidak diikuti oleh kalian ya. Tidak keren kalaw kebanyakan utang melulu bisa bisa nanti hidup kita semakin galau karena tiap hari mikiran utang dan bagaimana cara membayar atau melunasi (hutang).

Pegadaian, suatu lembaga keuangan semi pemerintah yang "dilahirkan" untuk memberikan bantuan pinjaman uang kepada masyarakat dengan mudah, tanpa harus buka rekening.

Cukup dengan menjaminkan barang yang dijadikan jaminan, maka uang yang dibutuhkan sudah bisa berpindah tangan. Pegadaian, mahluk manis yang dibutuhkan orang dan dicari cari orang menjelang Ramadhan atau menjelang lebaran seperti sekarang ini. Mengapa kita perlu Pegadaian jika hanya untuk mendapatkan uang?


Inilah tanda bukti kredit pegadaian tampak depan. Scan by Asep Haryono
SURAT BUKTI KREDIT :  Inilah tanda bukti kredit pegadaian tampak depan. Scan by Asep Haryono
Inilah tanda bukti kredit pegadaian tampak depan. Scan by Asep Haryono
Tampak Belakang


Sejak saya duduk dibangku kuliah  saya sudah "berkenalan" dengan pegadaian. Saat itu saya kekuranga uang untuk mudik ke kampung dengan menggunakan Kapal Lawit (Sangat kondang saat itu kapal ini buat mudiknya para mahasiswa era 90 an-red). Nah saat itu kiriman wesel dari orang tua terbatas, dan jadilah saya harus “menyekolahkan” Mesin Tik saya waktu itu ke Pagadaian biar “pinter”

Taun demi taun berlalu, dan barang yang saya jadikan jaminan untuk meminjam uang dari Pegadaian semakin bervariasi hingga melebar kepada barang jaminan Emas (cincin, gelang, dan lain sebagainya. Enaknya meminjam dana atau uang dari Pegadaian ini adalah tidak perlu repot buka rekening tapi cukup dengan hanya menyerahkan barang yang akan dijadikan agunan atau jaminan untuk meminjam uang dari Pegadaian.

Jika emas maka akan diperiksa dulu kadar Emasnya dengan teknik dan alat yang canggih yang dimiliki Pegadaian. Konon alat ini lebih akurat ketimbang memeriksa kandungan emas dari toko toko emas yang ada dipasaran, dan pegadaian lebih akurat pemeriksaannya kata orang sih begitu. Jadi kalau memeriksa berapa kadar gram Emas yang kawan kawan beli atau punya, bisa minta cek di kantor Pegadaian. Katanya sih

Setelah kita menyerahkan barang yang akan dijadikan agunan (jaminan) tersebut, maka dari pihak penaksir Pegadaian akan memberikan angka atau nilai rupiah maksimum dari barang tersebut. 

Kita meminjam dana sebaiknya dibawah angka taksiran dari penaksir, misalnya saja Emas kita dihargai penaksir seharga Rp.450.000,- (Empat Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah), maka jumlah pinjaman yang ideal harus dibawah angka itu. Jadi bolehlah anda meminjam dana Rp.400.000,- (Empat Ratus Ribu Rupiah). Misalnya loh. Nah uang itu sudah siap anda gunakan. Mudah sekali bukan?

Ancaman Dilelang
Nah dalam setiap proses transaksi yang sudah disetujui, maka anda akan menerima surat gadai atau surat Bukti Kredit. Nah dalam surat bukti kredit dari Pegadaian itu mencantumkan informasi identitas nasabah (Keren kan biar pun minjem duit tetap mendapat gelar “nasabah” yang berbau bank gitu-red), informasi Barang Jaminan, lengkap dengan Nilai Taksiran, Jumlah Pinjaman beserta tanggal jatuh tempo pelunasan. Mengapa pelunasan bukannya cicilan?

Dalam dunia gadai menggadai di pegadaian, tidak dikenal istilah “cicilan” atau bayar mencicil sebagaimana yang sudah diterapkan dengan manis oleh perusahaan leasing seperti FIF, Adira Finance dan lain sebagainya.

Walaupun substansinya sama urusan pinjam meminjam uang, namun Pegadaian tidak mengenal istilah cicilan atau bayar mencicil seperti dalam FIF dan Adira Finance. Jika saya meminjam dana dari Pegadaian maka harus dikembalikan sejumlah yang dipinjam tanpa dikurang sedikitpun. Tanpa mencicil

Jadi jika sudah memasuki jatuh tempo pelunasan, maka kita seharusnya bergegas mendatangi kantor cabang Pegadaian tempat transaksi dilakukan. Proses pengambilan atau penebusan barang pun harus yang bersangkutan dengan membawa identitas yang masih berlaku. 


Saya mengalami pengalaman kurang berkesan saat menebus barang gadaian istri saya di pegadaian. Walaupun satu rumah, satu komplek dan satu KTP, tetap tidak dapat diwakilkan harus yang bersangkutan. Kalaw diwakilkan harus ada surat kuasa dan lain sebagainya. Agak kaku memang, tapi peraturan ya peraturan. Saya pun mematuhi ketentuan itu. 

Andai kita lupa tanggal jatuh tempo pelunasan atau pengambilan, pun tidak perlu kuatir sebab dari kantor Pegadaian biasanya akan memberi tahu kepada nasabah jatuh tempo dan mengingatkan untuk segera dilunasi.

Andai kawan kawan tidak ada duit saat pemberitahuan jatuh tempo penebusan barang pun tidak perlu kuatir karena bisa diperpanjang “nafas” nya hanya membayar biaya ulang gadai.
Jika tidak dapat diperpanjang atau lupa diperpanjang, siap siap aja barang jaminan anda akan dilelang (Asep Haryono)


9 comments:

  1. Kalau barang gadai kita sudah diperingati akan dilelang, apakah ada surat yg datang ke alamat KTP?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Revieta Melati Wahyuputri : Biasanya sih dalam surat gadai memang sudah tercantum tanggal berapa dan kapan barang akan dilelang

      Delete
  2. Salam kenal...mohon pencerahannya pak...Kalau kita top up pinjaman bisa gak y pak..?? Saya ada gadai emas..nilai taksir dari pegadaian yg bisa di cair kan adalah 10jt tapi pada saat itu saya hanya mengambil 5 juta...nah sekarang kalau saya mau top up hutang saya bisa gak yah ( tambah nilai hutang dgn jaminan emas tersebut ) ...terima kasih

    ReplyDelete
  3. Kalo misalnya di surat tertera bahwa barang akan di lelang tanggal 1,sedangkan kita membayar nya jg tanggal 1 apakah masih bisa barang jaminan nya tidak jadi di lelang?

    ReplyDelete
  4. saya blm pernah memakai jasa pegadaian mas... yg pernah sich jasa leasing sepeda motor ... Mana yg lebih rendah bunga nya Mas ???

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Oyong Ilham : Kalau saya sih dua duanya sudah ada pengalaman hheheiehiee. Soal bunga mana yang lebih rendah bingung juga saya Kalau bunga malah pada kompetitif satu sama laimnya sih

      Delete
  5. Emang berguna banget deh pegadaian kalau lagi kepepet :)
    dulu pernah gadaikan laptop gara2 gaji belum dibayar sama bos. Kalau ga salah tahun 2008

    ReplyDelete
  6. Kalo mau buat surat kuasa buat menebus barang itu harus di ketik manual bermaterai atau hanya menulis surat kuasa di belakang tanda bukti gadai? Kan di belakang tanda bukti sudah ada tu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah hadir di artikel ini. Saya sendiri belum pernah membuat surat seperti itu. Kalau nebus barang ya harus membawa orang yang bersangkutan atau si pemilik barang. Sebaiknya mba tanyakan langsung kepada unit Pegadaian setempat dimana barang itu disimpan atau di gadai.

      Namun dalam pemahaman saya yang awam sih SURAT KUASA yang dimaksud tentu dibuat sendiri, diketik atau di print komputer. Saya belum pernah liat ada formatnya yang resmi dari pihak pegadaian

      Delete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog