Jual Milagros disini
Loading...

Disiplin Mengisi Bensin Di SPBU

Catatan Asep Haryono


Bagi sahabat blogger yang sudah memiliki kendaraan roda dua maupun roda lebih dari dua dimanakah biasanya mengisi bahan bakarnya? Baik Bensin, Solar atau apa saja bahan bakar.  Apakah dipinggir jalan atau langsun ke stasiun pengisian bahan bakar Umum atau biasa disebut dengan SPBU?   Kalau pertanyaan ini diajukan kepada saya tentu akan saya jawab lebih suka mengisi Bensin atau bahan bakar di SPBU. Mengapa?

Pertama, dengan mengisi Bensin atau bahan bakar di SPBU relatif lebih terjaga kualitas atau mutu Bensinnya.  Saya tidak mengatakan kalah mengisi Bensin eceran di pinggir jalan itu kualitasnya tidak baik.  Saya tidak mengatakan demikian.  Banyak juga kawan kawan saya yang punya usaha jual bensin di eceran, dan saya tahu mereka penjual (bensin) yang jujur.  Nah preferensi saya mengisi bensin Insya Allah selalu di SPBU.


Kedua , mengisi Bensin di SPBU juga relatif lebih bisa diketahui takarannya.  Dengan tarif bensin yang sekarang ini, dengan hanya mengeluarkan selembar uang bernilai Rp.10.000,- (Sepuluh Ribu Rupiah) saja bisa dapat lebih dari 1 (satu) meter.    Masih banyak lagi alasan lainnya yang semuanya mendukung untuk mengisi bahan bakar di SPBU.   Kini terpulang kepada sahabat semuanya, mau isi Bensin dimana?  Di SPBU silahkan. Di pinggir jalan ya silahkan juga

Namun selalu saja saya temui kebiasaan buruk para pengantgri Bensin di SPBU ini yang sudah lama ingin saya bagikan di sini,.  Beberapa kebiasaan yang dilakukan para pengendara kendaraan yang mengantri mengisi Bensin di SPBU yang menurut pendapat saya tidak santun dan berpotensi menimbulkan bahaya.  Diantaranya sebagai berikut :



Disiplin Mengisi Bensin Di SPBU
Petugas SPBU sedang mengisi Bahan Bakar di sebuah Mobil.  Sedang menulis apa mba?  Fokus ya sama pelanggan.  Jangan asyik sendiri. Bahaya mengintai.  Foto Asep Haryono


  1. Menerima Panggilan Handphone
    Ini yang sering saya liat dan saya selalu berdebar debar melihat ulah para pengantri Bensin di SPBU ini.    Sudah jelas ada larangan menggunakan Handphone (Menerima panggilan atau menelpon-red) karena berpotensi menimbulkan gelombang yang bisa berakibat fatal terjadinya ledakan.    
    Saya pernah menegur anak sekolah (dari pakaian sekolahnya putih abu abu mungkin setingkat SMU-red).  Saya tegur untuk mematikan HP nya karena berada di dekat dispenser SPBU.  Begitu tau dirinya ditegur , dia pun langsung mematikan HP nya dan dimasukkan kembali ke dalam tas sekolah nya
  2. Mengantri Dengan Dirigen
    Beberapa memang saya perhatikan mengantri juga namun membawa banyak dirigen,  Saya tidak tau motif dan alasannya membeli sebanyak itu.  Apakah itu dari para pengecer SPBU di pinggir jalan,  aksi penimbunan bensin? Saya tidak tau persis, dan saya juga tidak mau menebak nebak.  Namun yang jadi fokus utama saya adalah antrian umum roda dua dan roda tidak dua sebaiknya diprioritaskan terlebih dahulu
  3. Antri Dengan Tertib
    Belajar dari Kasus Florence Sihombing si "ratu SPBU" yang sempat menjadi trending topic itu. Beliau sempat menjadi seleb mendadak karena aksi serobotnya saat mengantri Bensin di sebua SPBU di kota Jogjakarta.  
    Florence mengantri bensin tidak dijalur yang seharusnya diperuntukkan untuk pengendara motor melainkan masuk ke antrian pengendara Mobil.  So eh jadi antrilah sesuai dengan kendaraan anda masing masing.  Jadi jika sahabat membawa motor maka antrilah di bagian kendaraan roda dua atau motor. 
  4. Petugas SPBU Mengobrol
    Ya pernah beberapa kali saya melihat petugas SPBU yang justru asyik mengobrol ke seama petugas SPBU sambil selang bensinnya diarahkan ke tanki kendaraan para pelanggannya.    Kebiasaan ini tidak santun dan cenderung berbahaya walaupun ng0brolnya itu sendiri tidak dilarang.  Masa mau ngobrol saja tidak boleh. Ya boleh saja mengobrol silahkan, asal sesuai pada tempatnya.
    Pernah saat giliran saya diisi tanki bensin di motor saya, sang petugas asyik mengobrol kepada petugas SPBU di sebelahnya, dan tidak fokus mengarahkan selang bensinnya ke lobang tanki motor saya.  Akibatnya saya tegur langsung.  Soalnya nyaris bensinnya tumpah ruah kemana mana.  Ini akibatnya kalau ngobrol tidak pada tempatnya

Saya kira inis aja dahulu catatan catatan dari prilaku kita sendiri saat antri di SPBU.   Semoga kebiasaan yang kurang baik ini bisa sedikit demi sedikit dikurangi atau berubah menjadi baik.   SPBU adalah wilaya yang sensitif atas kebakaran dan ledakan.  Jadi waspadalah dan hati hati jika berada di daerah daerah sensitif seperti di SPBU ini (Asep Haryono).

12 comments:

  1. Kalau aku ngisi bensinnya di warung makan pak :-)
    *ngisi perut biar bisa kuat gowes :-D

    ReplyDelete
  2. Saya paling sering dapati petugas SPBU ngobrol, terus kalau isi minyak Full, selalu dibulatkan seribu, misalnya 22.257, dibulatkan 23.000....surplus 743, jika 100 orang seperti itu...ntar untungnya untuk siapa ya?

    ReplyDelete
  3. maaf,bukan membandingkan....
    tapi gak ada salahnya mencontoh hal yg baik.

    di malaysia tempat untuk mengisi minyak (spbu-indonesia) tidak ada petugas yg melayani proses pengisian minyak ke tangki,artinya kita harus mengisi sendiri.
    jadi saat kita datang,trus masuk ke konter pembayaran untuk membayar dan menyebutkan nomer pam minyak dimana motor kita di parkir,misalnya kita mau isi bensin yg kebetulan berada di pom 10,ya kita tinggal bayar,ambil resit (bukti pembayaran) trus kita keluar konter tinggal ngisi sendiri.

    namun demikian,meski tidak ada petugas yang membantu mengisi,semua pembeli tetap antri pada posisinya dengan baik.

    ReplyDelete
  4. untuk no 1 di atas perlu edukasi lagi kang. kalo sampe kejadian ada yang terbakarkan gimana gitu ya.

    ReplyDelete
  5. Sepertinya faktor keselamatan banyak dikesampingkan disini, mungkin nunggu baru ada kejadian baru jera kali ya? Saye pun biase sawan2 gak kalau pas ngisi ade pengendara yang menelepon menggunakan hape. Padahal udah jelas ada larangan tertempel didekat situ. Tapi seharusnya para petugas SPBU juga tegas dengan aturan, jangan malah dibiarkan. Hhhmmm...

    ReplyDelete
  6. Semoga saja kang asep kebiasaan yang kurang baik ini bisa sedikit demi sedikit berkurangatau berubah menjadi lebih baik :))

    ReplyDelete
  7. kurang tertib, biaanya yang suka bikin saya kesal. Tapi, sekarang ini, beberapa pom bensin yang saya datangi, sudah ada jalur khusus mobil dan motor. Buat saya itu bagus, karena kadang kalau disatuin, motor suka motong jalur

    ReplyDelete
  8. Aturan dan disiplin di SPBU sebenarnya untuk kelancaran dan keamanan juga ya mas? Namun sering juga terjadi pelanggaran...

    ReplyDelete
  9. kadang aku benci sama operatornya kang...kadang mereka yg nggak adil...kadang memilih bobil duluan..padahal kita yg pake sepedamotor udah lama mengantri....

    ReplyDelete
  10. iya benar tuh peraturan di spbu untuk kelancaran dan kemanan saja mas, :D

    ReplyDelete
  11. sudah hampir dua tahun tidak pernah masuk pertamina nggak pernah antri juga sih pak maklum kota kecil

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog