Jual Milagros disini
Loading...

Bedah Buku Tafsir Irsyadi

Catatan Asep Haryono
"Hamba Allah harusnya bisa memanfaatkan apa yang ada dalam dirinya untuk bisa berbakti dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, untuk selalu berdampingan dengan Allah SWT minimal dengan ayat ayat Allah SWT yakni dengan mengkaji , mempelajari dan mengamalkan Al Quran dan Hadist Rasulullah SAW"  demikian kata Bapak Ustad Dr.H, Atabik Lutfhi , MA saat memberikan kajian Islam sekaligus pengantar Bedah Buku beliau yang berisi dan berjudul "Tafsir Irsyadi" di Masjid Raya Mujahidin Ahad , 3 Mei 2015..  

Beliau menekankan bahwa Allah SWT lebih mencintai hamba hamba NYA yang giat mempelajari Al Quran dan kemudian mengajarkannya dan mengamalkannya kepada sesama manusia lainnya.  Dalam Islam sendiri juga mengenal apa itu teori RESONANSI.  


"Ini artinya semangat jamaah masjid Mujahidin yang dimuliakan Allah SWT ini dalam mempelajar Al Quran dan Mengamalkannya Insya Allah akan juga memberikan getaran dan efek yang positif menuju Baldatun Thoyobantun Warrabun Ghafur" kata Ustad Dr.H, Atabik Lutfhi , MA

Hidayah Allah, kata  Ustad Dr.H, Atabik Lutfhi , MA , terbagi dalam 2 (dua) kelompok besar.  Pertama adalah bersifat TEORITIS.   Ini berarti bahwa Allah SWT memberikan seseorang hamba NYA atau siapa saja yang dikehendakinya berupa keinginan dan kemauan untuk mengkaji dan  mempelajari sesuatu ilmu pengetahuan dan memberikannya semangat dan dorongan untuk terus belajar dan mempelajarinya,  "Itulah yang dinamakan Teoritis sifatnya" kata beliau.

Sedangkan yang Kedua adalah bersifat TAUFIQ.  Ini berarti bahwa Hambab Allah SWT diberikan kemudahan kemudahaan yang tidak dapat diperkirakan oleh manusia, karena Allah SWT sendiri yang langsung memberikan sugesti, semangat, dan juga inspirasi serta apreasiasi kepada siapa saja yang giat mempelajari Al Quram, dan berbuat kebaikan untuk terus menggali dan konsisten dalam mempelajari dan mengamalkannya.  Tegas
Ustad Dr.H, Atabik Lutfhi , MA

Suaana saat berlangsungnya Bedah Buku Tafsir Irsyadi
Jamaah Masjid Raya Mujahidin penuh sesak dan khusyu menyimak uraian Bedah Buku Tafsir Irsyadi dari pembicara utamanya  Ustad Dr.H, Atabik Lutfhi , MA.  Foto Asep Haryono
Suaana saat berlangsungnya Bedah Buku Tafsir Irsyadi
Pembicara utamanya  Ustad Dr.H, Atabik Lutfhi , MA. saat memaparkan hikmah dari intisari bukunya "Tafsir Irsyadi".  Beliau mengambil DOKTOR nya di Universitas Kebagsaan Malaysia.   Foto Asep Haryono
Suaana saat berlangsungnya Bedah Buku Tafsir Irsyadi
Dengan bangga saya perlihatkan buku "Tafsir Irsyadi " yang baru saja dibedah langsung oleh penulisnya  Ustad Dr.H, Atabik Lutfhi , MA.   Saya mendapat tanda tangan beliau di buku.  Alhamdulillah  Foto Istimewa
Suaana saat berlangsungnya Bedah Buku Tafsir Irsyadi
Spanduk acara Bedah Buku "Tafsir Irsyadi" dari pembicara utamanya  Ustad Dr.H, Atabik Lutfhi , MA.  Kajian rutin Bulanan Masjid Raya Mujahidin Pontianak Foto Asep Haryono

   
Ustad Dr.H, Atabik Lutfhi , MA juga mencontohkan beberapa keluarga sejak jaman Nabi memang banyak menuai kontroversi terutama kepada anak anaknya.  "Jaman Nabi Nuh misalnya, anaknya yang tidak patuh kepada orang tuanya dan menolak naik ke dalam kapal bahteranya, dan akhirnya kandas dan dibinasakan oleh Allah SWT" tegas beliau.   "Ini menandakan bahwa Saleh tidaknya sang anak adalah HIDAYAH dari Allah SWT"  tegas beliau.  

Oleh karena itulah para orang Tua, tegas
Ustad Dr.H, Atabik Lutfhi , MA,  berkewajiban untuk mendidik dan mengarahkan anak anaknya untuk taat dan patuh kepada Allah SWT dan Rasulnya.  Jika sang anak menjadi Saleh maka kedua orang tuanya lah yang akan mengenakan JUBAH kemuliaan dari Allah SWT.  "Oleh karena itu paling enak jadi orang tua ya" canda beliau.   Statemen terakhir beliau ini mengundang senyum dan tertawa para jamaah yang hadir.


Sebagai penutup dari Bedah Buku "Tafsir Irsyadi" ini , Bapak Ustad Dr.H, Atabik Lutfhi , MA, menekankan pentingnya memberikan Kebaikan dan kebajikan bagi sesama.  "Jika kita diberikan kebaikan dari orang lain maka balaslah kebaikan itu lebih dari yang dia berikan kepada mi atau minimal sama dengan yang dia berika" tegas Ustad Dr.H, Atabik Lutfhi , MA.   

Begitu juga dengan Manusia yang berbuat jahat, maka Allah SWT akan membalas kejahatan itu dengan hukuman yang setimpal.  "Pengecualian bagi Hamba Allah SWT yang berbuat kebaikan, maka ganjaran atas keaikan itu tidak ada batasnya , tidak ada limitnya" kata beliau.   Ada yang memiliki buku "TAFSIR IRSYADI" beliau?   Saya sudah, dan bahkan dapat tanda tangan 
Bapak Ustad Dr.H, Atabik Lutfhi , MA   Perasaan nda ada yang nanya deh   Geer ih .(Asep Haryono).

18 comments:

  1. Replies
    1. nah,sekarang baru baca artikelnya

      Delete
  2. @Reo Adam : heiheihei makasih sudah mampir ya mas Reo Adam. Saya cuti ngeblog nyaris seminggu Maklum banyak kegiatan di duna nyata Hiehiheiheie. Matur Suwun mas Reo Adam sudaih mampir

    ReplyDelete
    Replies
    1. hem...
      baru cuti seminggu mas,lah saya ini kadang berbulan-bulan puasa gak ngeblog hehe

      Delete
    2. Huaaaaaaaaaaa TErnyata ada yang lebih lama cutinya dari saya Hihihiiheiheiheihee

      Tossssssssssssss

      Delete
    3. asik....
      dapat klepon gak nih?

      Delete
  3. Jika sang anak menjadi Saleh maka kedua orang tuanya lah yang akan mengenakan JUBAH kemuliaan dari Allah SWT.

    PR buat kita nih para ortu (termasuk saya) agar lebih baik lagi mendidik anak-anaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Reo Adam : Benar sekali mas Reo Adam. Orang tua yang akan dimintakan pertanggungawabannya atas didikan dan arahan untuk anak anaknya Ini kata penceramah, Bukan kata saya

      Delete
    2. iya mas....
      tapi menyampaikan lagi ilmu yang kita dapat itu jauh lebih baik dan manfaat.
      daripada disimpan di kulkas....hihihie

      Delete
  4. Wah bagus juga bukunya itu pak

    ReplyDelete
  5. buku bagus ya, pak. dijualkah di toko buku?

    ReplyDelete
  6. bukunya dijual pas acara apa dijual di toko-toko buku juga?

    ReplyDelete
  7. Sepertinya buku tafsir irsyadi banyak mengandung ilmu yg bermanfaat ya....

    ReplyDelete
  8. Artikel ini memberikan wawasan terbaru buat saya, wacana pembahasan ini sangat bermanfaat. Terimakasih :)

    ReplyDelete
  9. enak kata - kata ini

    "Jika kita diberikan kebaikan dari orang lain maka balaslah kebaikan itu lebih dari yang dia berikan kepada mi atau minimal sama dengan yang dia berika" tegas Ustad Dr.H, Atabik Lutfhi , MA.

    ReplyDelete
  10. saleh tidaknya sang anak bergantung pada Hidayah,
    hidayah juga selayaknya dicari jika si anak sudah dikenalkan dengan konsep Tauhid..

    ReplyDelete
  11. Bagus itu bukunya
    *padahalbelumbaca hehe

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog