Jual Milagros disini
Loading...

Mary Jane Viesta Veloso Dan Filiphina

Catatan Asep Haryono

Tuntas sudah pelaksanaan Eksekusi Mati terhadap 8 (Delapan) para terpidana mati yang saya ikuti melalui siaran Televisi Swasta tadi malam hingga pukul 01.45 WIB dinihari.  Sungguh mencekam dan benar benar tontongan yang sangat tidak menyenangkan.  Menyaksikan prosesi para terpidana mati itu meregang nyawa ditembus timah panas para regu tembak.  Walaupun tidak ditayangkan secara live proses regu tembak melaksanakan "tugas" nya namun dari deskripsi atau gambaran proses pelaksanaan melalui animasi sudah dapat dibayangkan keadaan yang sebenarnya.

Salah satu dari 9 (Sembilan) orang terpidana Narkoba yang divonis mati bernama Mary Jane Viesta Veloso. Dia, Mary Jane, adalah seorang wanita berkebangsaan Filipina atau orang lazim menyebutnya dengan The Filiphines Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa banyak pekerja imigran di Luar negeri yang bersaing dengan tenaga kerja Indonesia (TKI) adalah negaranya Aquino ini.    Keuletan dan kerja kerasnya ditunjang dengan kemampuan Bahasa Inggrisnya banyak memikat majikan asing yang memperkerjakannya.

Mengapa Mary Jane di Vonis Mati oleh Pengadilan Indonesia?   DETIK com sudah merilis informasinya dalam laman websitenya tertanggal  28 April 2015.    DETIK Com menulis bahwa Mary Jane Viesta Veloso ditangkap aparat pada tahun 2011 yang lalu dengan barang bukti Heroin yang ditengarai beratna mencapai  2,6 kg heroin.   Mary Jane Viesta Veloso ditangkap di Bandara Internasional Adi Sucipto, Yogyakarta.

Singkat cerita setelah melalui proses sidang yang melelahkan secara maraton di dan oleh Pengadilan Sleman , Demikian tulis DETIK COM ,
Mary Jane Viesta Veloso akhirnya dijatuhi vonis hukuman tembak sampai mati di Pulau Nusakambangan.  DETIK COM menyebutkan lokasi daripada eksekusi Mary Jane Viesta Veloso akan dilaksanakan di LP Besi, Pulau Nusakambangan.    

Saya sendiri belum pernah trip ke pulau ini,
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Sydney Morning Herald pada halaman website resminya memuat pernyataanterakhir sang terpidana mati Mary Jane Viesta Veloso yang ditujukan sepertinya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo.

"Sebagai seorang Ibu, saya memiliki anak anak yang masih kecil kecil dan masih memerlukan cinta dan kasih sayang seorang Ibu" demikian kata
terpidana mati Mary Jane Viesta Veloso yang suratnya dikutip oleh Sydney Morning Herald pada halaman website resminya pada tanggal 28 April 2015. 

1 (satu) jam menjelang eksekusi tersebut, datang kabar yang mengejutkan,   Dalam tayangan TV yang saya liat sampai dini hari tadi disebutkan bahwa Presiden Republik Indonesia,  Joko Widodo , memerintahkan Jaksa Agung untuk menunda atau membatalkan eksekusi terhadap Mary Jane Viesta Veloso.    Karena ada bukti baru datang dari negara Mary Jane Viesta Veloso bahwa saksi kunci (pelaku utama) yang menjebak Mary Jane Viesta Veloso menyerahkan diri di Kepolisian Filiphina .   

 

Mendapat Gelar KUYA
Filiphina, demikian nama negara asal sang terpidana mati  
Mary Jane Viesta Veloso   Saya memang belum pernah satu kali pun berkunjung ke negara itu.  Walaupun saya secara fisik memang belum pernah satu kalipun berkunjung ke negara Filiphina namun saya banyak mendapat informasi mengenai negara Filiphina melalui buku buku di perpustakaan , Majalah Pariwisata dan juga dari website atau Internet.

Namun jauh sebelum sekarang, di Era taon 2000 an yang lalu, saat saya masih bekerja serabutan di Warung Internet (Baca : Warnet), banyak sahabat sahabat chatting saya waktu itu menggunakan MIRC Dalnet yang berasal dari negara negara bagian The Filiphines seperti Cebu , Midanao, Bacolod dan Manila. Waktu itu nick MIRC saya @borneo wah sudah lama sekali memang. 
Bahkan teman teman saya dari Filiphina memberi gelar di depan nama saya.  Entah maksudnya becanda atau serius, saya tidak ada pemikiran untuk nebak maksud mereka memberi "gelar" di depan nama saya, "KUYA".   Dalam bahasa Tagalog Filiphina kata "KUYA" itu berarti Big Brother atau Abang Tertua.  Saya masih belum percaya.

Taon 2000 an waktu itu jamannya surat menyurat biasa.  Itu tuh yang ada peranglonya.  Waktu itu saya masih belum kenal (belum tau)  apa itu Yahoo, Gmail atau apa saja Surat Elektronik (Surel).   Internet memang sudah saya ketahui waktu itu, terbukti saya sudah kerja di warnet namun saya belum buat Email waktu itu. Belum buat (Email) atau Belum tau atau juga belum kepikiran buat Email.   Taunya ya Ceting gitu aja.

Nah dari ceting dengan teman teman dari The Filiphines inilah , saya mendapat penjelasan bahwa "Kuya" adalah kosa kata dalam Bahasa Tagalog mereka memang benar artinya "Bog Brother" atau abang Tertua.   Emma M Cabatigan yang beralamat di Pedro Permites Road, Tibanga, Iligan City, Mindanao, mengirimkan sebuah Kamus Bahasa Tagalog-English.


Kamus Tagalog - Inggris
Ini bukti kalau kamus Bahasa Tagalog - Bahasa Inggris yang saya terima dari rekan saya di Mindanao, The Filiphines.  Foto Asep Haryono
Konferensi MDGS di JW Marriott Jakarta
Dengan Bendera The Philippines.   Foto ini diambil oleh teman saat saya mengikuti Konferensi MDGS di JW Marriott Jakarta tahun 2010 yang lalu.  Foto Istimewa


Dari situlah saya banyak paham kosa kata Tagalog.  Jadi dengan berbekal sapaan praktis Bahasa Tagalog inilah saya banyak disukai oleh Turis atau teman konferensi yang kebetulan berasal dari The Filliphines.

Kalau banyak orang yang suka K-Pop Korea,  lalu ada yang demen Demam Jepang , maka saya senang dengan hal hal yang "berbau" The Filiphines.  Banyak lagu lagu berbahasa Tagalog yang walau saya belum tau maknanya saya sukai.  Bahkan lagu barat lawas yang cukup terkenal "Child" yang dinyanyikan oleh Freddie Aguilar versi dalam Tagalognya "Anak" menjadi salah satu lagu yang super duber saya sukai.  Bernama lengkap Ferdinand Pascual Aguilar adalah musisi dunia juga berasal dari Isabel, the Philippines
Mary Jane Viesta Veloso
Mary Jane Viesta Veloso
Gambar dari Televisi
Pernah suatu ketika, ketika saya menghadiri Konferensi MGDS di JW Marriott Jakarta tahun 2010 yang lalu, di saat jamuan makan siangnya saya berbaur dengan perwakilan dari the Filiphines.  

Saya dekati salah seorang peserta wanitanya.   "Hai. Mahal Kita" sapa saya kepada sang Bule dari Filipina itu.   "Oh Really? Thank You"  kata dia tertawa.    "Mahal Kita" dalam Bahasa Tagalog berarti "Saya cinta kamu" atau "I Love You".   Hiehiehiee.  Manjr juga nih kamus.  Begitu gumam saya dalam hati.


"No no.  I am just learning your Tagalog.  I am sorry" gitu kata saya buru buru "meralat" maksud dari perkataan atau sapaan saya itu.   Teman dia kebetulan cewek juga nyeletuk "Hey Asep your face looks  like Brad Pitt'   Huaaaa  Gubrak *Pingsan.     Ini pasti fitnah.  Hahaha.     Dia menjelaskan kalau wajah saya  amat mirip dengan salah seorang Senator dari negara mereka.   Amin aja deh. 

Kembali kepada pembatalan eksekusi Mary Jane Viesta Veloso ini saya secara pribadi menyambut gembira.   Ada bukti baru datang dari Filiphina yang mengabarkan saksi kunci (tersangka utama) yang menjebak Mary Jane sudah menyerahkan diri. Ini berarti Mary Jane akan menjadi saksi dan harus kembali ke negara asalnya guna membongkar jaringan Narkoba di negara itu.

Mungkin karena emosional saja karena saya punya banyak sahabatr dari negara tersebut, dan sangat suka dengan apa saja yang "berbau' The Pilipphines.  Saya harap dengan adanya bukti baru ini bisa meringankan vonis hukuman Mati yang diterima
Mary Jane Viesta Veloso menjadi Hukuman SeUmur Hidup.  Kalau perlu Mary Jane Viesta Veloso di BEBAS kan dari segala tuduhan.  Mahal Kita Kaibigan (I love you myfriend)  #MaryJaneLives     (Asep Haryono).


15 comments:

  1. jadi cewe itu dijebak ya, kayanya kalo dibatalkan bakalan seneng banget.kalo dihukum mati bagai mana yah perasaan anaknya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Hendri Hendriyana : Iya katanya sih begitu, Mungkin karena lugunya, Mary Jane kurang teliti terhadap Koper yang dibawanya. Semoga dengan adanya Bukti Baru ini bisa meringankan vonis matinya menjadi hukuman seumur hidup. Kalau perlu BEBAS

      Delete
  2. Berharap sindikat perdagangan manusia bisa diberantas sampai akar-akarnya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga gitu ya, Soalnya dari BNN menyebut ada sekitar 40-50 orang Indonesia yang mati sia sia karena Narkoba

      Delete
  3. Kayaknya mas asep nonton berita ini sampai tamat ya, hehe aku malah ketiduran nonton berita ini -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihiehi bisa aja mba Ai. Iya kebetulan aja sampai tamat hingga selesai. Soalnya sekalian kontrol air PDAM di rumah sih, Macet macet kalau nda di tungguin HIehiheiheihiehiehiehieee

      Delete
  4. Replies
    1. Alhamdulillah. Singkat sekali komentarnya, Heiheiheihiehiehei Just kidding. Becanda aja. Makasih sudah mampir ya

      Delete
  5. Wah saya ga nnton mas ketiduran :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heiheie iya kah Kawan kawan saya juga banyak yang ketiduran saat akan dilaskanakannya acara ini Bangun bangun semuanya sudah selesai HIehiheiheiheiheiheiheieeiehehieh

      Delete
  6. Cepat atau lambat kebenaran akan terungkap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benar sekali. Kebenaran cepat atau lambat akan segera terungkap ke permukaan

      Delete
  7. Kok ada kata bagong di bahasa tagalog ya pak...apa ini termasuk false friend?

    ReplyDelete
  8. memang membingungkan, tapi bisa saja itu rekayasa negara Filifina untuk menyelamatkan warganya. Masa seorang gembong narkoba rela menyerahkan diri secara cuma-cuma, bisa saja itu adalah permainan belaka. ahhh

    ReplyDelete
  9. Pelaku utama menyerahkan diri? Atas dasar apa? Rasanya ngga logis ya Bang, pasti si Marry Jane ini orang penting di Filipina makanya harus diselamatkan.. Yah, at least kayak Fredi Budiman..

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog