Jual Milagros disini
Loading...

Haruskah Rokok Dilarang

Catatan Asep Haryono

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan kita, Ibu Susi, yang terkenal nyentrik itu sudah mengumumkan akan berhenti atau setidaknya mengurangi kebiasaan buruknya merokok.  Beliau meminta maaf secara pribadi karena aksinya merokok di atas kapal KRI Barakuda saat operasi penenggalaman Kapan pencuri ikan muncul di sosial media.   Merokok sekali merokok adalah isu lama yang sudah kita ketahui.

Walau dampak buruk akibat kebiasaan Merokok sudah banyak diketahui oleh masyarakat namun tetap saja masih ada ratusan bahkan mungkin jutaan orang Indonesia yang tidak mau berhenti dari kebiasaan merokok.    Kita tidak mungkin menyuruh orang untuk mematikan asap rokoknya di area yang sudah diperkenankan merokok.  Beda rasanya jika orang Merokok dikawasan bebas Asap Rokok barulah kita boleh melarang mereka.  

Saya pernah punya pengalaman saat naik kendaraan umum Koasi dari Inkopol (Kranji) menuju Cilitan Jakarta Timur beberapa tahun yang lalu.  Dalam Koasi tersebut ada banyak penumpang berada di dalam kendaraan itu.   Seingat saya ada 4 wanita, dan sisanya adalah laki laki.  Salah satu penumpang dalam kendaraan itu merokok.  Asapnya memenuhi ruangan dalam mobil.   Beberapa penumpang menutup hidungnya.   

Merokok
Merokok Tidak Baik untuk kesehatan diri dan kantong anda. Bukan masalah anda merokok. Anda seorang perokok juga tidak masalah. Tapi jika orang lain menderita karena asap rokok yang anda timbulkan berarti anda cari masalah.  Sumber Foto Riau Aktual

Beberapa lainnya membuka jendela kendaraan dengan maksud untuk mengusir sang asap rokok keluar melalui jendela yang sudah dibuka itu.   Kebetulan di depan saya ada seorang Perwira TNI yang keliatan jelas dari Pangkat di atas pundaknya, dan busana yang dia kenakan.   Bapak itu meminta Pemuda perokok dalam mobil itu untuk mematikan rokonya dengan suara tegas.  Pemuda itu mungkin takut dan akhirnya mematikan rokoknya.

Serba Salah
Berbagai bentuk kejahatan rokok sudah banyak yang tau. Berbagai informasi mengenai bahaya Merokok dan dampaknya bagi kesehatand diri dan lingkungan juga sudah banyak tersebar di berbagai media.  Masyarakat sudah paham dampak buruk Asap Rokok dan Kebiasaan merokok bagi kesehatan.  Berbanding lurus dengan para penggemar rokok atau perokok menyebar dan ada dimana mana disekeliling kita.  


Ini memang dilema.   Kita tidak mungkin , sekali lagi, melarang orang untuk merokok karena rokok sendiri dijual bebas di mana mana.  Rokok merupakan salah satu produk yang banyak memberikan kontribusi yang positif bagi rakyat.  Sudah bukan rahasia lagi banyak Beasiswa Olah raga dan even even olah raga nasional seperti Bulu Tangkis yang banyak mencetak atlit Bulutangkis yang ditakuti dunia semuanya berkat dukungansponsor Rokok.   

Ini adalah fakta yang tidak bisa kita tolak.   Perusahaan rokok di tanah air menyumbang banyak bago kemajuan dunia Olah Raga Bulutangkis di Indonesia.  Tidak perlu saya sebutkan nama produk Rokoknya. Saya kira sahabat semuanya sudah tau.   Belum lagi perusahaan Rokok menyerap ratusan hingga ribuan tenaga Kerja.    Selain Pajak rokok nya yang sangat besar dan memberikan pemasukan devisa yang aduhai bagi APBN Negara.  Kalau sudah begini perusaan Rokok bak Hero (pahlawan) Bangsa.

Menurut Hasan Aoni Azis, sekretaris Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia mengatakan bahwa jika rencana Pemerintah menaikkan tarif cukai rokok berpengaruh negatif bagi Industri rokok nasional.   Beliau mengatakan hal ini karena dampaknya akan sangat besar bagi perusahaannya.  "Saat tarif cukai naik, beban produsen akan naik, sebab perusahaan harus menambah setoran cukai ke Pemerintah" tegas Hasan.  (Tabloid KONTAN, halaman 15 tanggal 6 Februari 2015).

Andai perusahaan Rokok pada bangkrut alias Gulung Tikar.  pasokan pemasukan devisa dalam bentuk cukai rokok kepada negara akan terhenti.    Perusahaan rokok tutup maka otomatis mereka akan "merumahkan" (PHK-red)  ribuan karyawannya.  Ini akan berdampak semakin bertambahnya angka pengangguran di Indonesia.   Semakin banyak pengangguran akan semakin rumit lagi pesoalan bangsa yang akan timbul.

Anda mau berhenti Merokok?
Alhamdulillah saya sendiri tidak atau bukan perokok baik Aktif maupun pasif.  Malangnya saya yang bukan atau tidak perokok ini juga "menikmati" atau di "paksa" menikmati asap rokok dari perokok yang ada di sekitar saya.  Misalnya saat di ruang tunggu publik seperti Halte, ada banyak perokok di sekitar saya.  Tidak mungkin saya meminta orang untuk mematikan rokoknya. Bisa bisa saya dimarahin orang.  Nekatisme itu namanya.


Agak susah juga saya menuliskan bagaimana atau adakah cara atau kita untuk berhenti merokok. Tentunya untuk mendapatkan data yang valid saya harus melakukan wawancara secara langsung kepada mereka yang sekarang ini perokok.   Ada banyak memang kawan kerja saya yang diwaktu senggangnya tidak bisa meninggalkan kegemarannya merokok.  "enak Sep habis makan lalu merokok sadaaaap. Coba deh" kata seorang kawan saya yang tidak mau disebutkan namanya itu.  Hah, saya disuruh coba?   Tidak la yawwww


Dalam buku "Anda Mau Berhenti Merokok Pasti Berhasil" yang ditulis oleh Dr.R.A.Nainggoland, cetakan ke 19 Terbitan Indonesia Publishing House Bandung, Cetakan  ke 19 Tahun 2012 - ISBN  979-504-017-0,  dalam Bab IV - Cara cara berhenti Merokok disebutkan ada beberapa caranya agar kebiasaan Merokok bisa dihentikan.  Menurut
Dr.R.A.Nainggoland kebiasaan merokok bisa dihentikan dengan cara  
  1. Yakin dahulu bahwa anda bisa berhenti merokok
  2. Hindari teman teman yang perokok
  3. Menjauhi Rokok itu sendiri
  4. Buatlah diri anda sibuk
  5. Minumlah Air Bening Sebanyak Banyaknya.
  6. Pembersih Tubuh Dari Luar
  7. Makanlah Makanan Yang Sederhana
  8. Berjalan Jalan Ke Luar Rumah Setelah Makan.
  9. Cukup Waktu Tidur Dan Istirahat.
  10. Percaya Allah Dapat Menolo

Nah apakah jika Sahabat sudah melaksanakan hal hal yang disebutkan dalam
buku "Anda Mau Berhenti Merokok Pasti Berhasil" yang ditulis oleh Dr.R.A.Nainggoland, itu akan berdampak kepada penurunan Daya Beli rokok sehingga mengakibatkan "kepulan" Bisnis penjualan rokok di Indonesia akan cenderung menurun?   Apakah kelak para perokok Indonesia pada mau insaf dan berhenti Merokok akan banyak menyebabkan Produsen Rokok jadi bangkrut dan gulung tikar?

Jika , misalnya saja, sudah tidak ada lagi perokok atau minimal jumlah Perokok di Indonesia menurun tajam bisa diperkirakan angka penjualan Rokok akan anjlok sangat tajam.  Produsen Rokok akan bangkrut,  Otomatis Perusahaan rokok akan gulung tikar dan Mem PHK ribuan karyawannya.    Sehingga secara tidak langsung anda turut "berpartisipasi" dalam menciptakan Pengangguran baru di Indonesia.  Apakah anda akan menerima tuduhan tersebut?  

Sahabat jangan cemberut dahulu kalau dituding demikian.  Pemerintah sendiri juga patut dipertanyakan kembali komitmennya untuk tetap menaikkan pemasukan ke kas negara untuk tidak terlalu fokus pada menaikkan Cukai Rokok dalam proyek yang dinamakan "
dana bagi hasil cukai dan tembakau" atau dikenal dengan DBHCT ini.   Apakah sahabat sudah tau informasi ini?   Ya Dana Cukai dinaikkan dan diambil oleh Pemerintah Pusat dan kemudian dibagikan lagi kepada pemerintah daerah.   Luar biasa. 

Dengan kata lain Propinsi Daerah turut "menikmati" uang yang dibagikan oleh negara dari hasil pendapatan kenaikan Cukai yang terhimpun dalam program "Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau" ini.   

Dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 44/PMK.07/2013 tentang Alokasi Sementara Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Tahun Anggaran 2013 terdapat rincian alokasi Sementara Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Tahun Anggaran 2013.    Dibawah ini adalah propinsi daerah yang "menikmati" dana  Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau yang meliputi daerah sebagai berikut (Dalam Rupiah) :
  1. Provinsi Aceh. (8.197.520.523)
  2. Sumatera Utara.  (14.516.850.607)
  3. Sumatera Barat. (6.855.084.756)
  4. Jambi. (4.410.011.497)
  5. Sumatera Selatan. (4.178.513.786)
  6. Lampung. (6.811.069.075)
  7. Jawa Barat. (169.123.027.219)
  8. Jawa Tengah. (458.724.812.958)_
  9. Daerah Istimewa Jogjakarta. (16.754.942.271)
  10. Jawa Timur. (855.240.890.747)
  11. Kalimantan Tengah. (3.785.428.816)
  12. Sulawesi Tengah. (4.307.713.440)
  13. Sulawesi Selatan. (11.297.604.543)
  14. Sulawesi Utara. (3.561.487.443)
  15. Bali. (10.230.018.243)
  16. Nusa Tenggara Barat (NTB). (176.014.627.962)
  17. Nusa Tenggara Timur (NTT). (6.406.292.057

Dari tabel penerimaan tiap propinsi daerah , nama Propinsi Kalimantan Barat tidak tercantum sama sekali.   Menurut informasi dari berbagai sumber menyebutkan Propinsi Kalimantan Barat tidak terdapat satu pun Pabrik Rokok.    Dari tabel di atas jelas di sini bahwa Propinsi Jawa Timur menetak penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Rokok dari Pemerintah yang terbesar

Apakah daerah daerah yang mendapat transfer dana Pemerintah dari hasil Cukai Tembakau ini adalah mereka yang memiliki Pabrik Rokok di daerahnya masing masing?   Bagaimana dengan pertanyaan saya : Haruskah Rokok Dlarang?  Anda mau berhenti Merokok?. (Asep Haryono).

29 comments:

  1. dilema memang mas, satu sisi kita menginginkan hidup sehat bebas rokok disatu sisi pemerintah juga akan menanggung beban..
    perokok jika ingin berhenti tidak perlu diberi pengumuman atau nasihat, kesadaran dari hati nurani mereka lah yang akan membawa perokok itu mau berhenti atau tidak.. 2 tahun yang lalu suami saya perokok aktif, entah kenapa tidak ada hujan, tidak ada badai, tanpa saya nasehati, suami saya berhenti total dengan sendiri..
    jadi untuk berhenti rokok hanya kesadaran dari hati nurani mereka..
    bytheway,, penyumbang beacukai terbesar jawaTimur ya.... :(

    ReplyDelete
  2. dilarang sih keknya tidak perlu kg asep ,,, manusia sejatinya sudah bisa memilih dan memilah dg sendriya tanpa hrus dilarang ,,, :)

    yg ada semkin dilarang justru smkin timbul kontroversi yg menguat pula ...

    Jadi mw meroko atau tidak lihat kndisi fisik kita, biar tidk mendzolimi bdan kita sendri ,,, dan tttp jaga etika pula ,,, antar si perokok dan yang yg non perokok ,,, :)

    ReplyDelete
  3. jadi solusinya bagaimana nih Kang As..!?? heiheihei...!

    seandainya ada jenis rokok hologram mungkin bisa ya Kang As?..

    pikiran si perokok dialihkan, tp tidak serta merta berhenti.. perusahaan rokok pun demikian.. tetap memproduksi rokok dan menjual sebagaimana biasanya..

    heihei.. asal sj inih Kang As..!.. nda nyambung..soalnya DILEMATIS sekali.. tp.. apa yg diutarakan Mas Ganteng di atas patut dijadikan acuan "mendzolimi diri sendiri' #sok imut..

    Kalo tidak salah.. pernah pelarangan merokok inih digelontorkan oleh MUI.. apa benar ituh Kang As..!, soalnya informasi seperti inih jarang masuk redaksi sy.. beda dgn Kang As.. yaa bisa dibilang informasi terupdate bisa ditau.. heiheihei..#pinjam istilahnya ya Kang..dikiiiiit sj ..!! heiheiheihei..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ditegaskan kata #Sok imut ituh sy ya..?. jgn salah sangka.. hehehe

      Delete
  4. Ya jangan dilarang
    Karena petani dan pabrik rokok tak dilarang
    sebab banyak rezeki yang datang
    dari rokok yang mereka jual ke orang

    ReplyDelete
  5. Menurutku gak harus dilarang juga mas, kayaknya butuh keputusan kayak pemerintah di luar negeri aja. Jadi setiap yang mau merokok perlu pikir-pikir dulu. Alhamdulillah, bapak berhenti merokok sejak tahun 1995, tahun kelahiranku.

    ReplyDelete
  6. jawa timur juaranya yah..
    di kota saya bertebaran pabrik rokok

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya suka kalo liat kota2 di jawa timur.

      Delete
  7. hahaa..... saya setuju pak kalau rokok dilarang, pabriknya ditutup sekalian. tembakau jangan dibikin rokok aja, ada produk olahan tembakau lain kok selain rokok. saya dari kediri, ada gudang garam (surya).. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. brrt di kedir (gudang garam) hrus didtup juga nih ,,heheh

      Delete
  8. waduh.... saya ini salah satu perokok berat :) pernah berhenti cuma 1 bulan :)

    ReplyDelete
  9. tergantung pemerintah saja sih bang...karena menurut saya selama ini pemerintah tidak pernah tegas dalam menangani masalah rokok...saya juga seorang perokok, tapi kalau pemerintah mau menghentikan merokok di tempat umum...alangkah bagusnya sekalian menghentikan perusahaannya...menurut abang gimana?

    ReplyDelete
  10. rokok itu sudah seharusnya dilarang. demi generasi muda! tapi sayangnya, pemerintah lebih sayang sama pajak ketimbang generasi muda...

    ReplyDelete
  11. Masalah rokok selalu menarik bagi saya.

    Baikah Kang Asep yang rajin menabung, suka cuci kaki sebelum tidur dan tidak sombong, sekarang saya mau curhat ajah. Pergaulan di masa sekolah telah membawa saya pada rokok. Dulu saya sempat menjadi perokok aktif.

    Dulu saya juga aktif dalam olahraga, khususnya volly. Yang saya rasakan, saat latihan saya sering mengalami penurunan stamina. Dengan porsi latihan yang cukup berat saat itu, nafas saya sering tersengal. Sesak. Sejak saat itu saya putuskan untuk berhenti merokok, karena waktu itu saya yakin bahwa kebiasaan merokok itulah yang menjadi penyebab terbesar stamina yang tidak prima. Saya total berhenti merokok sejak tahun 2008 hingga sekarang. Dan saya sangat menikmati keputusan saya itu.

    Berhenti merokok bukan mustahil. Pasti bisa. Saya sudah membuktikannya. Tapi dengan syarat : motivasi untuk berhenti merokok harus berasal dari diri sendiri. Makanya saya tidak pernah meminta atau membujuk siapapun untuk berhenti merokok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah ternyata ngasih komen bener itu bikin pening kepala ya?! Yaudah, kita kacrut lagi ajah.

      Delete
    2. saya rasa pendapat mas Rudy ada benarnya
      #pura2 mikir

      Delete
  12. Aku malah bingung sendiri, kok bisa berhenti merokok ya. Iseng-iseng merokok aktu SD - SMP - SMA- kuliah, tahun 2010 sampai sekarang berhenti total tanpa ada yg menyuruh

    ReplyDelete
  13. saya pernah mengurangi kebiasaan merokok tapi tetep kang lama-lama tetep aja ngerokok.susah juga.kalo ga ngerokok tubuh merasa kurang tenaga..

    ReplyDelete
  14. padahal merokok itu kan merusak diri sendiri yang merokok, tapi teuteup aja dilakukan. Biarpun keluar larangan, tetap saja tidak takut. Mungkin harga rokoknya harus dinaikkan 1000 persen...bingung juga mengatur orang lain yang tidak sadar buat kesehatan sendiri, dan juga bisa mengganggu kesehatan orang lain dengan asapnya..

    ReplyDelete
  15. Rokok ini memang Dilema ya. Gak mungkin juga melarang orng lain dgn paksa utk gak merokok. Tapi kalau di biarkan, ya trpaksa menghirup asapnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. disetrap aja yuk yang pada ngerokok

      Delete
  16. saling mengerti sajalah :)
    yang tidak merokok jangan melarang orang lain merokok dan kalian yang merokok hargailah orang lain yang tidak merokok...

    ReplyDelete
  17. Kang Asep, hati-hati di jalan ya
    semoga perjalanan ke Yogya lancar dan semua dikaruniai kesehatan yang sangat baik

    ReplyDelete
  18. Sebetulnya gak usah di larang hhehe, karena di dalam bungkus rokok sendiri sudah ada peringatan dari pemerintah tentang Bahaya Merokok .. tinggal tergantung bagaimana masyarakat menanggapinya :)

    ReplyDelete
  19. Ya mesti dilarang. Lha, wong di bungkus rokoknya aja udah ada peringatan.

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog