Jual Milagros disini
Loading...

Tanggapan Kasus Penyerangan Charlie Hebdo

Catatan Asep Haryono

Ditengah carut marutnya dunia penerbangan Indonesia dengan isu baru peninjauan kembali Tarif Murah, dan ramainya pemberitaan Proses Pengangkatan Ekor pesawat Air Asia QZ8510, ada berita di luar negeri yang menyayat hati dunia.   Penyerangan Teroris terhadap Kantor Berita/Majalah Charlie Hebdo di Paris, Ibukota Negara Perancis/

Saya sudah melihat sendiri tayangan VIDEO penyerangan teroris pada Kantor Majalah Charlie Hebdo itu di Youtube, dan membaca artikel dan beritanya di beberapa situs nasional seperti DETIK COM dan lain sebagainya.   Penyerangan teroris terhadap Majalah tersebut menelan korban Jiwa sebanyak 12 (Dua Belas) orang termasuk Pimred Majalah tersebut.

Dalam harian Kompas Edisi hari  Sabtu 10 Januari 2015 juga banyak memberitakan kasus Peyerangan tersebut. Perkembangan terakhirnya yang saya baca di koran tersebut terduga teroris tersebut tews dalam suatu penyergapan di sebuah kantor Percertakan.

Penyerangan Charlie Hebdo
Cuplikan dari Video penyerangan Teroris terhadap Charlie Hebdo.  Seorang petugas keamanan sudah terkapar dan menyerah lamgsung dieksekusii oleh pelaku teroris    Gambar dari Detik Com

Tidak perlu jauh jauh sampai ke Perancis, di Pontianak sendiri, dimana secara kebetulan saya juga bekerja di salah satu Media Cetak di kota Pontianak, kasus penyerbuan dari warga masyarakat  tertentu yang tidak senang pada saat diberitakan yang jeleknya memang kerap terjadi.  Seperti yang pernah terjadi di sekitar tahun 2003 kalau tidak salah saat itu kantor kami juga diserang sekelompok orang atas nama masyarakat tertentu yang tidak puas akan pemberitaan kami. Saya mengalami kejadian itu saat itu


Selama kurang lebih 1 (Satu) bulan kantor kami dijaga ketat oleh puluhan Polisi bersenjata lengkap, dan nyaris setiap hari kami kami yang karyawan pun tidak luput dari pemeriksaan aparat keamanan.   Pernah juga ada sekelompok orang atas nama masyarakat tertentu yang merasa di "wakili" nya juga menyerbu kantor kami sambil membawa alat alat tajam.   

Saya yang waktu itu belum bergabung mendapat kabar ini dari senior senuor saya    Saat terjadi kejadian tersebut orang orang yang tidak puas akan suatu pemberitaan yang ditulis oleh wartawan kami mengancam akan membully wartawan yang menulisnya.  Beruntung saja aksi ini bisa diredam, dan hal hal buruk atau mengerikan tidak sampai terjadi.  Hal ini menunjukkan bahwa menjadi seorang Jurnalis (Wartawan) itu berat tantangan dan resiko nya.

Walaupun banyak suka duka nya jadi Wartawan (Jurnalis/Reporter), dalam negara Hukum di Indonesia, sudah ada mekanisme nya jika masyarakat tidak senang akan suatu pemberitaan sebuah media tidak boleh langsung menghakimi sendiri atau memakai Undang Undang PIDANA.  Dalam dunia Jurnalistik ada Hak Jawab yang diatur dalam Undang Undang Pers dan Dewan Pers.  Hak Jawab bagi masyarakat, dan Hak Jawab bagi Media yang bersangkutan. 


Indonesia bukanlah Paris atau Perancis.  Walaupun sebagian orang menganggap kasus Penyerangan Majalah Charlie Hebdo ini ada unsur Politiknya, namun MEDIA tetaplah Media.  Kasus kasus pemuatan Kartun yang dianggao menghina suatu agama tertentu memang kerap terjadi.  Beberapa diantaranya hanya dikecam, dikutuk dan di demo besar besaran yang berujung pada permintaan pembekuan atau pembredelan kantor beritanya.

Hal ini jelas membuktikan bahwa isu SARA adalah salah satu hal yang paling mudah meyulut kegalauan di masyarakat.  Siapa pun pasti tidak akan terima jika agama dan keyakinannya digambarkan dalam kartun yang menghina dan merendahkan. Isu SARA harus dihindari oleh semua Media cetak dan elektronik karena "ongkos" nya terlalu mahal   (Asep Haryono).

33 comments:

  1. Emang berita yang jelek di publikasikan di pontianak mengenai apa yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada pinrsipnya jika ada hal yang tidak berkenan karena pemberitaan, masyarakat boleh mengajukan keberatan, dan HAK Jawabnya.

      Delete
    2. inilah yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat gan...danmereka enggan untuk bertanya...padahal kekerasan bukan jalan untuk penyelesaian suatu masalah.

      Delete
    3. nah ini dia point banget semuanya

      Delete
    4. berarti bisa ya kang asep seperti itu...

      Delete
  2. Betul kang Asep, menjadi jurnalis itu berat tantangannya tapi entah kenapa saya tertarik di bidang ini. Semoga blog bisa mengantarkan saya pada bidang ini.

    Postingan request kang Asep tentang pekerjaan udah di posting bagian pembukaanya, belum tenang kerja di perusahaann game :)

    ReplyDelete
  3. Betul Pak, harusnya tidak ada media yang mengngkat isu sara.

    ReplyDelete
  4. Seharusnya, ada kebebasan tersendiri untuk Wartawan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentu bebas yang sesuai dengan kaidah pers dan jurnalistik se dunia

      Delete
    2. @penghuni 60: wartawan memang bebas, namun sebebasnya wartawan tetap harus ada etika dan rasa kemanusia yang adil dan beradab dalam tugas mereka....itu yang penting diterapkan.

      Delete
    3. wartawan itu identik dengan Kang Asep jadinya ya

      Delete
    4. film k-drama tentang wartawan Pinocchio seru mas lagi on-going sinetronnya tayang seminggu sekali baru sampai episode 17 sekarang

      Delete
    5. @Zach Flazz : Wahahahahahahaha Wartawan dari Hong Kong

      @Makinoedin : Oh ya. Wah saya belum nonton tuh heiheieiee

      Delete
  5. Aku kurang update berita ini, Om. Ehehehe

    ReplyDelete
  6. pontinaka bukan paris walau ada jalan paris. sementara yang kadang mewakili atau atas nama rakyat yang berdaulat kadang menyerang karena tidak mau dijelekkan, padahal mereka tidak berkaca dengan kejadian tingkah mereka selama ini. semoga saja mereka sadar akan kejadian yang telah lewat ya gan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Mbah Dinan : Hahha aiyayayaya. Iya ada Jalan PARIS. Saya selalu lewat PARIS setiap hari heihiehiehiehee. Harusnya media seperti Mereka harusnya jangan bikin sensasi seperti itu. Mau menaikan rating atau ada niat lain?

      Delete
  7. Serem banget, Kaaang T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Beby Rischka : Iya serem bangedss

      @Zach Flazz : Teri lagi ya

      Delete
  8. Replies
    1. @Gambar Pacul : Iya benerr

      @Zach Flazz : hahahaha. Teri ya

      Delete
  9. media dalam menyampaikan berita harus imbang dan akurat, jangan menyebar fitnah dan kebencian. Jangan berdalih kebebesan berpendapat atau berseni.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali. Namanya Cover Both Side. Dari yang ditulis sama yang menulis saling memberikan klarifikasi dan kros cek. Ini memang ada ketentuannya

      Delete
  10. media itu hendaknya menyampaikan informasi yg benar jujur dan apa adanya, nggak usah dibesar-besarkan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe Justru yang sering terjadi sekarang ini Blow Up besar besaran dari media tertentu.

      Delete
  11. masalahnya, ajalah pimpinan charlie hebdo itu menghina rasulullah Kang, muslim mana yang ridho rasulullah dihina?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pribadi juga kesal dengan sikap seperti itu. Mungkin kekesalan saya ini juga dirasakan oleh lainnya. Saya tidak terima

      Delete
  12. Benar pak Asep, siapapun tdk bakal terima bila agamanya dihina... semut sj marah klo diinjak, apalagi ini agama...darah pasti mendidih..tp tak seharusnya jg cara2 kekerasan digunakan.

    ReplyDelete
  13. Ini video membuktikan fake shooting... tidak ada recoil padahal senjata ditenteng, sedang tahan pundak saja pundak geser kebelajang, tidak ada residu asap dari moncong senjata dan dari tempat keluarnya selongsong peluru, tidak ada selongsong peluru yg keluar dari aka tersebut... jadi polisi tersebut tidak ditembak baik dikepala yg kemudian diralat ditembak didada..media ramai2 blow up video ini... tapi kemudian ditarik... tanpa analisa lebih lanjut..dan ada video salah satu reporter ditempat kejadian keceplosan "The blood on the ground which have been put there....... " darah yg dengan sengaja "diletakan"... Buat saya Hebdo telah dijadikan Tumbal untuk agenda tertentu oleh pihak2 yg "bermain" dengan memanfaatkan data Intelegent dari negara2 Eropa dan Jazirah arab... Yg paling gampang dituduh dan disukai adalah Islam dengan ISISnya, Alqaedanya, Talibannya, Hamasnya, padahal tidak semua organisasi tersebut murni pergerakan Islam...

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog