Jual Milagros disini
Loading...

Bukan Sekedar Enak Dipandang

Catatan Asep Haryono

Sejak jatuhnya pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ8501, praktis nyaris di semua channel TV di Indonesia, swasta pada khususnya, berebut perhatian pemirsanya dengan menurunkan laporan terbaru perkembangan Evakuasi Air Asia QZ8501.  

Mulai dari laporang langsung dari Bandara (Soetta, Pangkalan Bun), laporan dari Rumah Sakit, laporan dilapangan embed dengan Tim Gabungan Basarnas hingga acara dialog dan tanya jawab.  Semakin sering saja para tokoh, bahkan tim Basarnas sendiri sering tampil di Televisi bak Selebriti.  Semoga anggapan saya ini salah.

Media dalam hal ini, media pandang dengar (Audio Visual) seperti TV memiliki magnet yang sangat kuat untuk menyajikan berita breaking news atau straight news secara real time langsung kepada pemirsa / penontonnya.   Beda dengan media cetak (koran dan majalah) yang tidak dapat mengimbangi betapa dinamisnya Breaking News media Televisi ini.


Penampilan sang penyaji berita (News Anchor) juga tidak luput dari perhatian masyarat sebagai pemirsa atau penontonnya.  Komunikan dalam hal ini para news anchor tidak hanya dituntut harus berpenampilan menarik tetapi juga harus mampu mengimbanginya dengan kemampuan menyajikan dan membaca berita dengan kesalahan zero NOL alias tanpa cela. Busana para penyaji berita seharusnya tidak boleh lengah. Penampilan yang sopan sesuai dengan adat ketimuran harus menjadi salah satu perhatian utama

News Anchor RCTI
News Anchor RCTI.  Foto Asep Haryono
News Anchor TV One.  Gambar dari Internet
News Anchor TV One.  Foto Asep Haryono
News Anchor TV One.  Foto Asep Haryono


Busana Yang Nyaman
Untuk mempersempit bahasan artikel ini saya batasi dari sudut pandang Busana atau outfit yang dikenakan oleh News Anchor nya.  N
amun sayang sekali tidak pernah saya melihat News Anchor-nya terutama pihak wanitanya yang Muslimah dan mengunakan Hijab.  Penyaji Berita yang Hijaber nyaris tidak pernah saya lihat di semua channel Televisi.  Kalau program Acaranya di TV Swasta tentu banyak sekali yang menghadirkan Pembawa Acara yang Muslimah dengan Hijab sebagai pembedanya.

Justu pernah saya melihat pembaca berita di salah satu TV Swasta yang terlalu ketat sehingga memperlihatkan (maaf) lekuk lekuk tubuh sang wanita penyiar berita nya.  Sungguh tidak nyaman melihat "pemandangan" seperti ini.  Idealnya kan tentu sudah ada perias sang Penyiar dan Manager yang mengurus Wardrobe para pembaca beritanya.  Mengapa tidak perhatikan mengenai kepatutan dan kesopanannya terlebih dahulu?

Sebagai contoh "Berita Islam Masa Kini" dari Trans TV ,  hingga acara Dakwa Islam seperti "Islam itu Indah" dengan ustad Maulana nya, "Hijab Stories" dan masih banyak lagi.   Saya sudah merasa senang dengan semakin banyaknya pembawa acara yang Muslimah.  Namun khusus untuk program Prime Time yang menyedot banyak penonton ini mengapa belum ada satu pun News Anchor (pembaca berita) yang Muslimah berHijab sesuai dengan Syar'i.    

Apakah Produser Berita merasa ragu jika menghadirkan pembaca Berita Muslimah dengan Hijab sebagai pembedanya?  Apakah Produser acara takut kalau rating TV nya kan merosot drastis jika menghadirkan Pembaca Berita (News Anchor) Muslimah?   


Ini tahun 2015, mengapa tidak dcoba dahulu, merubah nya menjadi sesuatu yang berbeda, dan berani.   Dengan Hijab tidak akan mengurangi Substansi nya menyajikan berita dan informasi kepada Masyarakat.  Dengam Hijab tetap Cantik, mempesona tanpa meninggalkan Syari sesuai dengan tuntunan Agama Islam..   Ini pendapat saya saja.   Saya menghargai perbedaan sudut pandang. Mari kita diskusi :)  (Asep Haryono).

36 comments:

  1. yang pasti itu pakaian dari seponsor bukan endors

    ReplyDelete
    Replies
    1. ohya bener bener. Itu promosi iklan dar sponsor, busana yang mereka pakai memang dari sponsor perusahaan pakaian

      Delete
  2. Kalau saya sih dengerin beritanya, jarang fokus sama pembawa beritanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benar sekali. Terima kasih sudah memberikan sudut pandangnya. Apa pun itu selalu dihormati dan dihargai Semakin berbeda cara pandang semakin meriah diskusi ini. Saya senang

      Delete
    2. kalo saya pengennya wonder woman yang jadi pembawa beritanya

      Delete
    3. Kalau Wonder Woman yang jadi pembaca beritany, wah saya juga pengen liat HIheiheiheihieeh

      Delete
  3. Kalo akupak tahunya pas berita olahraga *Franda :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Nasirullah Sitam : Heihiehe oh ya. Saya kadang suka juga sama Chacha Anisa hieieie. Opppss kelepasan deh ih

      @Zach Flazz : Nah nah terobosan baru tuh. Bole bole ditindak lanjuti

      Delete
    2. kan nggak boleh membeda2kan katanya

      Delete
    3. Nah itu dfa
      Poin Bangeddddddddddd

      Niru bang Zach Flazz

      Delete
  4. kesalahan zero NOL alias tanpa cela
    kirain tanpa cela-na

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah kalau tanpa Cela-na bisa HOROR. Kalau sudah begini saya tidak perlu lagi susah susah mlorotin celananya hiehiheiheee

      Delete
    2. masih kepake jurusnya ya Kang?
      nggak bosen?

      Delete
  5. terbukti kan di sini masih sekularistik.
    nggak berani nampilin pembawa acara yang berkerudung
    tri utami yang udah berkerudung aja nyerah coba
    semoga ke depan ada terobosan nih stasiun tv yang nggak sekular mulai tampil

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Zach Flazz : Saya juga kaget juga. Tri Utami yang sudah anggun dan cantik menggunakan HIJAB tiba tiba melepaskannya, Walaupun ini HAK preogratifnya namun tidak urung mengundang pertanyaan para netter

      Delete
  6. Semoga bisa terlaksana ya pak... Bagaimana dengan salam pembuka dan penutupnya pak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo salam sih kayaknya mulai ada yang pake deh

      Delete
    2. @Mas Huda : Ini kadang juga sudah ada yang mulai pakai. Dalam beberapa take scene yang saya liat sesekali ada yang mengucapkan Salam. Namun demikian kita tunggu saja perkembangannya. Aspek bisnis masalah RATING berita juga masih menjadi acuan mereka

      @Zach Flazz : Nah poin bangedssssss

      Delete
  7. aku selalu melihat tampilannya juga kok, kadang kalo kurang sopan aku ganti hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah eheiheihe. Biasanya sih kalau cowok (Kaum Cecowo) suka liat fisiknya, wajahnya bin parasnya Hiehiheiehieiee, Biasa deh udah dari "sono" nya gitu kali ya. Hayuuu siapa yang meras Cecowo di sini?

      Delete
  8. betah liat britanya, kalo yg bawaiin enak dipandang :)

    ReplyDelete
  9. pembawa berita kebanyakan ngak pakai jilbab,,,
    klo ada itupun hanya beberapa ...

    ReplyDelete
  10. liat pembawanya enak,,beritanya juga fokus...ehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hieiheie apalagi kalau pembaca beritanya ganteng atau cantik. Waaa fokus nya nambah

      Delete
  11. selama masih sopan oke saja kalau saya pak
    takut ratingnya turun pak kalau hijaber
    apalagi kalau siempunya tv nya ...ya begitulah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih pandangannya. Hayuu siapa lagi yang mau berbagi dan berdiskusi. Saya menghargai perbedaan dari berbagai sudut pandang

      Delete
  12. betul pak, saya setuju.

    ReplyDelete
  13. dulu ada anchor met*o tv yang memutuskan berkerudung, tapi sayangnya dipecat

    ReplyDelete
  14. busana yang enak dipakai ya yang nutup aurat. enak dipandang pula, gak bikin hati seeeerrrr serrrrr, hihi

    ReplyDelete
  15. Harus punya pengetahuan dan wawasan yang luas terhadap berita yang ditayangkan disamping penampilan ya mas?

    ReplyDelete
  16. Kalau Reporter sih banyak yaa pak. Oia pernah ada reporter TV One yang jilbabnya syar'i. keren deh.. adem aja gitu ngeliatnya hehe

    ReplyDelete
  17. Emang jarang ya pembawa berita yang berkerudung.. :(

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog