Jual Milagros disini
Loading...

Kurang 1 Huruf

Tag : Opini - Asep Haryono | Kurang 1 Huruf - Powered by Blogger
Catatan Asep Haryono

Baru baru ini saya melihat sebuah plang parkir kendaraan di sebuah Restoran di bilangan Paris I Pontianak Kalimantan Barat.   Paris di sini memang mempunyai kemiripian yang amat tinggi dengan Paris ibukota Negara Perancis.  Namun Paris di Kota Pontianak merupakan kepanjangan dari Parit Haji Hussin.  Ya nama sebuah jalan yang ada di kota Pontianak.   Ada 2 (dua) Paris sebenarnya. Paris I, dan Paris II.

Nah plang yang saya maksudkan di sini adalah Plang Parkir Gratis.  Tentu maksudnya sudah dipastikan bertuliskan "Parkir Gratis",.  Namun tertulis dalam Plang Tersebut adalah "Pakir Gratis".  Ternyata kurang 1 (satu) huruf.   Seharusnya tertulis "Parkir Gratis" tentunya. Saya sempat mengabadikan plang tersebut milik sebuah Restoran di Paris I yang berhasil saya unggah di halaman ini.  Simak fotonya di bawah ini :


Plang ini sudah bertengger cukup lama.  Bahkan dari bulan kemarin papan plang kurang 1 (satu) huruf ini masih dibiarkan melenggang begitu saja.  Sampai foto ini diunggah pada hari ini plang kurang 1 huruf ini masih bebas still at large (berkeliaran-red).  

Mungkin bagi yang seklias saja memandangnya tidak akan keliatan, namun jika sahabat blogger jeli maka akan terlihat jelas bahwa plang informasi nya ternyata kurang 1 (satu) huruf.  Sebaiknya segera dibenahi hurufnya. Bahasa Indonesia adalah bahasa kebanggan kita semuanya. Mari berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.  Cieeeeeeee   (Asep Haryono).

13 comments:

  1. Hahahahaha....
    Jadinya PAKIR bukan PARKIR. :D

    "Baris pertama pada halaman ini digunakan sebagai patokan......."

    Bingung dengan paragrafnya. Apa hubungannya ya Kang? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah itu "marka" atau patokan saya dalam setiap menulis. Hiehiehiehe. Itu arahan untuk saya sendiri dalam setiap artikel yang ditulis ada patokan atau "rambu rambu" nya. heiheihee. Itu belum selesai diketik maksudnya sih,. Baru "patokan" aja heihiehiehiehiee. Sekarang sudah lengkap artikelnya hiehiehiee

      Delete
  2. itulah hebatnya bahasa lokal. sebenarnya itu tidak salah kalau menurut bahasa lokal sana. memang huruf jarang digunakan. ribet dan susah diucapkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Djangkaru Bumi : Hiehie iya juga sih. Local expression ya. Tapi yang ini jelas kurang 1 huruf Ini Bahasa Indonesia yang sederhana,. Hiehiheie. Yang buat plangnya kurang teliti hihihihi

      Delete
  3. Hal kecil bisa membuat salah persepsi ya Kang. he,, he, he,,,

    ReplyDelete
  4. karena kesalahan makanya jadi unik bang. mungkin maksudnya orang yang fakir bisa parkir gratis. makanya ditulis pakir gratis. hehehee

    ReplyDelete
  5. itu memang sengaja dikurangi satu huruf, krn kalau ditambahi satu huruf lagi tempatnya gak muat hehehe :D menghemat tempat maksudnya :)

    ReplyDelete
  6. hhaaaaahaaa sepertinya pas ngeprint opratornya lagi mulessss

    ReplyDelete
  7. Karena gratis, ya dikurangi hurufnya satu...hehehehe...

    ReplyDelete
  8. Wah Kang Asep ini cukup jeli banget ya, saya malah gak kefikiran kalo hal seperti ini aja bisa dijadikan sebuah postingan

    ReplyDelete
  9. Dimaklumin sih.. Asal ngga melenceng aja artinya :P

    ReplyDelete
  10. kira-kira itu disengaja atau gak sih hurufnya kurang 1. soalnya aku sering banget nemuin penulisan yang salah di pedagang yang ada di Bus, contohnya aja pocari ditulis pokari, mizone ditulis mejon.. hehe.. jadi ketawa sendiri kalau baca tulisannya :D

    ReplyDelete
  11. hahahaha iyaya kurang 1 huruf aja tuh,,,ngantuk yg biking kang

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog