Jual Milagros disini
Loading...

Kesabaran Di Jalan

Catatan Asep Haryono

Banyak hal hal di jalan raya yang bisa menguji kesabaran anda. Percayalah. Ini nyais terjadi setiap hari bahkan untuk kota kecil seperti kota Pontianak, ibukota propinsi Kalimantan Barat ini.  Yang namanya disipling berlalu lintas di jalan raya relatif masih jauh panggang dari api. Masih jauh dari harapan. 

Yang paling sering saya liat nyaris setiap hari adalah menunggu di lampu merah.
Semua orang Insya Allah sudah hafal yang atas 3 (tiga) Warna dalam traffic light yang sudah kita kenal bahkan sejak kita duduk di sekolah dasar.   Lampu Merah istilah yang sering digunakan oleh para pengendara kendaraan. 

Padahal dalam konteks yang sebenarnya masih ada 2 (Dua) warna lainnya dalam lampu lalu lintas itu  yakni Kuning dan Hijau namun orang lebih mengenalnya sebagai Lampu Merah.  Jadi begitu disebut lampu merah yang lampu lalu lintas yamg ada 3 warna itu. Jarang ada orang menyebut berhenti di Lampu Hijau atau Lampu Kuning. Hal ini masuk akal karena warna Merah dalam Traffic Light mempunya arti berhenti.

 
Ah sudahlah ini hanya bermain kata kata saja.Disiplin berkendaraan warga kota Pontianak yang penulis rasakan memang harus ditingkatkan lagi.  Kesabaran dalam menunggu lampu berubah menjadi warna HIJAU sebagai tanda boleh melanjutkan perjalanan nyaris sering diabaikan begitu saja.  Padahal lampu masih menyala Merah namun kendaraan sudah banyak yang ngacir duluan sehingga sering menimbulkan kemacetan.  Belum lagi banyak yang berhenti melewati garis marka.  Padahal Undang Undang yang mengatur hukuman bagi pelanggar batas Marka sudah siap mengintai jika tidak diindahkan.
sabar
SABAR : Jika sudah lampu menyala berwarna hijau baru boleh melanjutkan kendaraan.  Dan jangan lupa berada di belakang garis marka jalan ya.  Ingat Dsiplin lalu lintas.  Foto Asep Haryono

Ini kan sudah jelas dalam Undang Undang No. 22 Tahun 2009 yang mengatur tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan,  terutama terangkaum pada Pasal 287 (2) juncto Pasal 106 (4) huruf a, b tentang rambu-rambu lalu lintas dan berhenti di belakang garis stop. Pidananya adalah kurungan dua bulan penjara atau denda sebesar Rp 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah).  Sudah jelas dasar hukumnya bagi para pelanggar Garis Marka.  Informasi lebih lengkap bisa search di Google ya.

Kadang hal sepele yang terjadi di Jalan pun bisa menguji kesabaran kita.  Sebaiknya para pengendara kendaraan roda dua atau pun bukan roda dua (baca : Mobil) bisa lebih bersabar dan menahan diri jika mendapat perlakuan tidak menyenangkan di jalan raya. 

Mungkin nyaris kena serempet kendaraan lain, ada penyeberang jalan seenaknya , apa saja yang bisa memantik emosi anda.  Jangan mudah terpancing Emosi atas ulah tidak disiplin sebagian orang di Jalan Raya.  Menahan diri untuk tidak mengeluarkan makian, atau sumpah serapah jika mengalami hal yang tidak menyenangkan di jalan Raya. (Asep Haryono)
..


37 comments:

  1. DAFTAR absen saya disini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah iya nih Selamat sudah diabsen. Kebetulan saya lagi nonton YouTube "mash duna lain" eiehiehheiheiieie seruuhhhhhhhhhhhhhh

      Delete
    2. saya langsung mau periksa kuku nih.

      Delete
  2. Tentunya kesabaran di jalan harus kita patuhi agar lebih kesan nya saling menghargai sesama pemakai jalan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener seali. Sering sekali emosi tidak bisa terkontrol saat berkendaraa di jalann raya Itu yang harusnya kita jaga bersama sama Lancar jalannya karena patuh pda peraturan lalu lintas

      Delete
    2. seali apa sekali kang?

      Delete
  3. Sebagian kota besar sekarang aneh pak, kalau kuning bukannya hati-hati malah dikebut biar nggak kena lampu merahnya :-(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itulah yang disinyalir menjadi salah satu sebab banyaknya terjadi kecelakaan lalu lintas yang belakangan ini marak terjadi.

      Delete
    2. asyiknya tuh kalo mobil dan motor dibuat dari bantal.

      Delete
  4. surabaya ga pernah sepi juga.. emang harus sabar, apalagi bulan2 kemaren cuaca ga mendukung.. panasnya minta ampun..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Surabaya ya. DUh duh markas besar Jawa Pos News Network itu ada di Surabaya. Saya ingin sekali mampir ke kota Surabaya. Nunggu undangan atau dari Sponsor aja deh hiehiehiheie. Ada yang mau nda ya? Mau nabok sayah :P

      Delete
    2. surabaya kan kotanya power metal.

      Delete
  5. Kesabaran di jalan raya, termasuk di perempatan atau pertigaan trafik light justru sering diabaikan dengan berbagai alasan mas Asep...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Uda Awak : Iya yang sering emmang saat terjadi pemberhentian di lampu merah. Ada banyak pelanggaran di lampu merah

      Delete
    2. pertigaan? pasti ada warteg!

      Delete
  6. sola bgtu di jakarta lbh parah kang ... :)
    mobil, motor angkot semuanya gas pol ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. terutama angkot metromini, mau nantinya nyungsep ke urusan belakangan yang penting gas pol ngebut kejar setoran hahahahaaa....

      Delete
    2. @Fiu : Iya bener banged. Jakarta sebagai barometernya ya hihihihi

      @Marnes Kliker : Heiheih eiya saya kadang takut juga sama sopir yang ugal ugalan gitu, Ngebu. Seyemm juga

      Delete
    3. sola apa solo Mas Fiu?

      Delete
  7. kalo saya patuh lalu lintas mas :D
    soalnya banyak polisi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heiheiheie ini namanya "disiplin karena ada pak pulisi HIheiieiehiehieee

      Delete
  8. Padahal dendanya mayan gede juga ya kang, tapi tetep aja masyarakat kita mah masih acuh tak acuh, blom lagi resiko dari segi keselamatan... memprihatinkan memang, masih minimnya kedisiplinan dan kesabaran serta masih minim akan taat aturan rambu2 lalu lintas, sepertinya hal seperti ini seakan-akan menjadi kebiasaan buruk dan sudah menjadi cultur masyarakat kita...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Marnes Kliker : Iya persis sekali. Mental para pengguna kendaraan di Indonesia pada umumnya masih perlu ditingkatkan lagi. Indikatornya mudah sekali di liat. Berbagai pelanggaran lalu lintas di jalan raya kerap terjadi bahkan untuk hal yang paling mudah sekalipun

      Delete
    2. Kang marnes, Kang Asep ini memang udah gede kan. ABG.

      Delete
  9. hey nggak boleh ngacir tuh ingat rambu ya, kan gak mau dibilang buta warna,,,hayoooo yg sadar donk kapan kalo seperti ini terus,,,eh btw kang asep nggak pernah main ke aku lagi??lgi sakit ya kang atau????

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mba Dwi. Iya ada kendala banged. Selain banyak kegiatan di kantor, menerma banyak kunjungan tamu mulai dari relasi bisnis, rekan mitra usaha, mitra perusahaan, perushaan periklanan, pemasaran produk, tamu perhotelan sampai kunjungan wakil DPR MPR Jakarta di graha Pena.

      Cukup menyita waktu untuk Blogwalking. Makanya maksud saya membuar artiek sekaligus 20 artikel untuk masa tayang 20 hari ke depan maksudnya salah satunya adalah itu tadi. ihihihi

      Makasih sudah diingatkan

      Delete
  10. wahh bener Kang, apalagi di area Bekasi-Jakarta-Bogor-Tangerang, kesabaran itu harus tercermin dari usus yang panjang dan muka yang kerap ketekuk tanpa sadar deh.

    ReplyDelete
  11. Buat di ajak tertib kok pada susah ya
    Padahal buat keselamatan bersama :)

    ReplyDelete
  12. Kalo sy mah, alon alon asal kesalon kang
    Eh.. kelakon :)

    ReplyDelete
  13. harus tahan emosi mas, musti sabar yang penting keselamatan lebih diperhatikan mas,ingat semboyannya, jangan pertaruhkan nyawamu dengan kepuasan sesaat..

    ReplyDelete
  14. seperti kata pak Jokowi, udah saatnya warga negara kita di revolusi mentalnya. salah satunya ya seperti kata Kang Asep, mesti sabar di jalan, jangan nylonong seperti tdk ada hari esok.

    ReplyDelete
  15. Dijalanan itu memang media tes mental kesabaran mas.. apalagi jika dalam keadaan buru-buru, jalanan macet lagi :D

    ReplyDelete
  16. Aku tergantung mood, Kang.. Kalok lagi bagus, ya sabar. Tapi kalok lagi jelek, ya wassalam aja lah. Bahahah :D

    ReplyDelete
  17. Di jalan kita memang harus sabar. Kalau gaksabaran, bakalan bisa cilaka kita di jalan. Di jalanan itu kan bahaya bingits..

    ReplyDelete
  18. iya bang, kadang di lampu merah malah banyak yang main serobot, kalau udah tabrakan aja orang disalahkan dan gak mau kalah lagi. saya pernah juga pas lampu merah A. Yani dekat kantor pajak, pas lampu merah saya berhenti, tapi dibelakang main klakson aja, padahal tuh angka masih menunjukkan angka 7 pada detik berhentinya. langsung saja saya teriakin "bising, kayak kau jak yang punya jalan dan kepentingan". gak tau terima atau gak, tapi kayaknya memang perlu disadarkan bang. makasih infonya.

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog