Jual Milagros disini
Loading...

SUAP

Tag : Opini - Asep Haryono | SUAP - Powered by Blogger
Catatan Asep Haryono
Sebenarnya Penulis sudah kepengen menulis tentang BPJS dan Rencana Kenaikan Harga BBM yang sedang booming dalam pekan terakhir ini.   Mungkin disimpan saja dahulu deh.  Hari ini penulis mau coba menulis singkat saja tentang SUAP dalam pengertian penulis yang awam ini.   

Untuk informasi lengkap apa dan bagaimana SUAP itu lengkap dengan contoh kasus, definisi dan batasannya silahkan para sahabat Blogger untruk eh salah untuk searching melalui mesin pencari Google baik Indonesia dan atau Google berbau Keju alias Google Internasional.  Kata kuncinya (keyword) nya bisa "suap" dan lain sejenisnya. So eh jadi penulis tidak perlu membahasnya lagi di sini.

Sejak anak anak tentu sudah biasa di SUAPIN oleh ayah bunda.   Penulis tentunya juga demikian waktu masih BALITA dahulu. Sekarang juga masih BALITA namun dengan batasan yang berbeda. Kalau jaman kecil dahulu pengertian dari BALITA adalah  Di bawah usia Lima Tahun, kini BALITA orang tua sekarang artinya "DiBawa Usia Lima Puluh Tahun". Hiehiehiee.   Jadi SUAP sudah hal biasa bagi anak anak usia BALITA  ini. 

bagi duit
BAYAR  : Umumnya ada Uang ada Barang.  Pedoman standar Bisnis di jaman modern ini. Namun UANG tetaplah punya kelebihan yang konon bisa digunakan sesuai kemauan pemiliknya.  Foto Asep Haryono

Yang penulis tangkap dari pemahaman awam tentang kata SUAP ini adalah usaha dari seseorang dengan atas nama pribadi dan atau lembaga melakukan pembayaran kepada pihak lain dengan tanpa mengharap dananya dikembalikan dengan maksud untuk memperlancar maksud dan tujuannya.   Besaran nominal SUAP: dalam pemahaman penulis adalah nominal yang disepakati oleh kedua belah pihak dan atau oleh yang bersangkutan sendiri selaku SUAPER (pelaku Suap).



Hiehiehie  Mudah mudahan dengan posting di Blog kesayangan ini tidak lantas Penulis ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ya.  Misalnya minggu lalu saat Penulis membeli Mamang Bakso yang lewat di depan Rumah.  Harga standar semangkuk Bakso di bandrol Ceban alias Rp.10.000,- (Sepuluh Ribu Rupiah).  Porsi seharga Ten Thousand rupiahs (Sepuluh Ribu Rupiah).ini sudah termasuik seporsi Bakso dengan 6 (enam) butir bulatan Baksonya.

Nah karena mau banyak bulatan pentolnya, penulis pun "menambah" atau "mengiming imingi" si Mamang Bakso dengan menambah dana lagi sebesar Rp.5.000,- (Lima Ribu Rupiah).  Maksudnya sudah jelas agar Bulatan Baksonya ditambah lagi.  Terserah mau ditambah berapa lagi bulatan Baksonya sama si Mamang. Terserah policy si mamang Bakso aja.   Setelah dibayar di muka totalnya jadi Rp.15.000,- (l;ima Belas Ribu Rupiah).  Hasilnya? Bakso pesanan sudah menjadi 10 (Sepuluh) bulatan Bakso.  


Kemudian case (kasus) kedua adalah Jadual Ronda.  Di komplek saya memang sedang giat giatnya Ronda Komplek atau Siskamling.  Dalam komplek, ada banyak Blok mulai dari Blok A sampai Blok D.  Kebetulan Penulis "habitat" nya di Blok C.  Dapat "jatah" Piket Ronda sebanyak 1 (satu) kali dalam sebulan.  Dari pihak ketua RT / RW Blok C memang "mewajibkan" warga komplek untuk Ronda sesuai dengan jadualnya masing masing.   Bagaimana kalau nda ngeRONDA? Boleh. Bayar Rp.20.000,- (Dua Puluh Ribu rupiah) sebagai "ganti" ronda.  Bagaimana kalau nda bayar?  Urusan administrasi dipersulit. Nah loh  (Asep Haryono).

43 comments:

  1. kalau ronda malam2 hati2 ya mas...suka ada kunti yang ngikutin lho...bener

    ReplyDelete
    Replies
    1. pertamax saya amankan... izin patroli

      Delete
    2. Hiwiwhiw iya kah. Hihiehe KUnti ya. Hiyyyyyyyyyyyy Syeeemmm. Kalau Kunta gimana ya. Uuuiii. Sleamat atas Pertamax nya sudah diamankan ya

      Delete
    3. Saya keduanya aja mas

      Delete
    4. Tinggal nunggu yang KELIMAX aja deh saya hahaha

      Delete
    5. nih saya panggilin gendruwonya.

      Delete
    6. Huaaaaaaahahahahahaaa
      Gaya Gendruwooo

      Delete
  2. beda juga sama se SUAP nasi,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalagi sama SUAPa DIA

      Delete
    2. bedalagi sama kereta api uapnya mas Agus

      Delete
  3. beda juga sama se SUAP nasi,,

    ReplyDelete
  4. Ini yang biasanya menjadi penyakit ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener kadang kadang sih

      Delete
    2. penyakit koreng dong lebih keren

      Delete
    3. penyakit bola-bola e lebih keren parahnya

      Delete
  5. di perumahanku nggak ada ronda malem gituan kang,,,ya juga gak ada bayar denda,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah iya kah? Wah asyik lah. Kompleknya sudah aman tentunya hihihi

      Delete
    2. nggak ada maling tapi banyak hantu perlu dirondain nggak?

      Delete
    3. @zachflazz : Wahahaha Hiehiehie. Kalau HANTU nay udah kaya Farah Quiinn pada takut nda ya

      Delete
  6. iya Kang, soal suap kalo digeneralisir, jadinya kemana-mana loh. artinya semua pihak potensial bisa kena case yang bernama suap. tak terkecuali ngasih tips ke tukang parkir misalnya. impactnya, besok lagi dia bakalan bener2 menjaga motor kita. nah, suap kan namanya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @zach flazz : Betul bangeds. Hal seperti ini memang harus dikikis rame rame. Budaya AMPLOP milsanya di setiap mengurus KTP di Kelurahan juga harus diberantas habis sampai ke akar akarnya

      Delete
  7. ya ampun itu orang satu kampung ditulis semua?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, pasti bingung ya? ya iya lahh, wong itu komen saya buat postingan sebelumnya.

      Delete
    2. Mbahahahahahahahahahahahaha, Mabahhahahqa
      Heiheiheiheiheiheiheie|. Salah kamar nih yee

      Delete
  8. Mbahahahahahahahahahahahaha, Mabahhahahqa
    Heiheiheiheiheiheiheie|

    Salah kamar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komen sendiri di komen.
      Wahahahahaa

      ini "SUAP" atau "KORUPSI" Komen
      Ya hiehiehiehiee

      Delete
  9. suap yang mengarah pelanggaran hukum pakai istilah sogok-menyogok saja kang,
    misal sogoan maut si madun :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Thanjawa Arif : Hahahaa woww. Sogo sama SEGO lain ya. Kalau SEGO mah makan ya. Hiehihee. Dasar ngga tau Bahasa Jawa ya ginilah

      Delete
  10. Yang nyuap sama yg disuap emang udah sejoli, rada susah juga sih mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Mba Susi : Hiyaaaaaaaa heiheihe iya kalau udah dua SEJOLI gitu susah ya. Suka sama SUka ujung ujungnya apa coba

      Delete
  11. Disekitar saya juga banyak yang bikin SIM motor pake suap
    Biar nggak pake ujian.

    Abisnya lamaaaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhhaah iya sama. Dulu juga saya pernah NEMBAK buat bikin SIM heiheiheiee. Lumayang juga kelar dalam 1 hari heihiehiheiheiheiee

      Delete
  12. Di sana masih ada tradisi siskamling, ya. Tapi kalau enggak bisa ikut ujung-ujungnya juga duit, he-he.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hiahihi iya masih mas Namanya juga INDONESIA ya tentu ada SISKAMLING.

      Delete
  13. suap.... memang ngeri melihatnya, ini terjadi karena banyak faktor. ya, saya turut bersedih semoga mereka juga sadar semua...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Susah kalau MENTAL nya juga urusan duit melulu yang ada dipikirannya

      Delete
  14. kalau dulu sih anak-anak yang suka disuapin tapi sekarang,,??? hehee

    ReplyDelete
  15. Aku kadang masih minta suap sama Mama :P

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog