Jual Milagros disini
Loading...

Menjadi Seorang Jurnalis Warga

Kepada Yth :
  • Sahabat Blogger di mana saja 
  • Di Seluruh Indonesia
  • Di Luar Negeri 
  • dan Di Luar Angkasa


Pada suatu ketika Penulis yang memang sejak beberapa tahun yang lalu tercatat sebagai pegawai atau staf Sekretaris Redaksi di sebuah harian terkenal di Kalimantan Barat.  Pernah suatu ketika Penulis mengajukan application untuk menjadi seorang Reporter atau Jurnalis.  Namun dengan bijaknya Penulis dianggap tidak memenuhi kualifikasi atau persyaratan untuk bisa diterima menjadi seorang wartawan atau Jurnalis.  Salah satu syarat penolakannya adalah  faktor "U" alias faktor usia (umur),

Dengan usia Penulis sekarang ini menurut pandangan Pemimpin Redaksi (bapak Pimpinan saya di kantor-red) sudah tidak layak lagi.  Batasan ideal calon jurnalis (reporter) memang tidak disebutkan oleh beliau.  Namun kalau boleh dikira kira adalah antara 25 - 30 tahun.  Usia muda.  "Saya selalu mendorong yang muda muda untuk menjadi Wartawan, kalau perlu saya suruh (jadi wartawan)" tegas Pimred saya waktu itu.  Penulis segera cerminkan diri, memang sudah menjadi sejarah : Penulis sudah tidak muda lagi.  Kalau ini memang fact (kenyataan) yang tidak dapat diingkari.


report
BERITA : Seorang siswa magang sedang membuat berita sederhana dalam training menulis berita yang baik yang baru baru ini diselenggarakan di kantor.  Foto Asep Haryono


Pupus sudah asa untuk menjadi seorang Jurnalis (wartawan) sebuah media surat kabar.  Sudah tidak mungkin dan tidak akan ada lagi kesempatan untuk itu.  Peluang sudah tertutup kah? Secara teknis memang demikian adanya.  Namun seiiring dengan perkembangan Teknologi Informasi yang amat cepat dalam satu dekade ini, paperless atau media tanpa kertas alias cyber community berbasis Internet tetap membuka peluang yang sangat lebar.   Menjadi seorang Jurnalis Warga.


Kini Penulis kembali memiliki semangat.  Dasarnya memang suka melaporkan peristiwa yang dilihat dan dialami sendiri dalam bentuk publikasi di blog, secara tidak langsung Penulis sudah memenuhi syarat sebagai seorang Jurnalis Warga.  Suatu platform berbasis Internet dan Sosial Media untuk berbagi cerita dan informasi kepada masyarakat tanpa ada sekat birokrasi. 

Kini setiap warga negara Indonesia bisa menjadi seorang Jurnalis Warga.Kini setiap orang bisa berbagi cerita, melaporkan aneka peristiwa yang dirasakannya, di alaminya, dihadapinya, dan dibagikan kepada masyarakat melalui publikasi di Sosial Media, dan blog pribadi.  Bak memiliki "surat kabar" sendiri, 

Penulis bisa mempublikasikan tulisan, pokok pikiran, dan ide kepada Masyarakat.  Sharing begitu kira kira.  Apakah hanya sampai di sini saja?  Tentu saja tidak.


Walaupun tidak mendapat SK (Surat Keputusan) "pengangkatan" sebagai seorang Jurnalis Warga, setiap masyarakat yang melaporkan "liputan" nya dan berbagi melalui akun Sosial Media dan Blog nya sebaiknya memenuhi kaidah dasar Jurnalistik.   Dengan prinsip dasar "reportase" ala Jurnalis sungguhan yakni 5 W+ 1 H yang harus sedapat mungkin dipenuhi oleh seorang Jurnalis Warga.  Yaitu Who, Where , Why, When , What  dan How.   Itu sudah lebih dari cukup

Walaupun kini masyarakat sudah bisa meniadi seorang Jurnalis Warga (Citizen Journalist) dengan mempublikasikan tulisannya masing masing melalui sosial media dan blog pribadi, bukan berarti Bebas tanpa ada aturan main,   Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sudah mengintai kita semua    Jangan takut akan "ancaman" Undang Undang ITE yang menurut pakar Telematika Bapak Onno W Purbo sebagai "Over Dosis" itu, sebaiknya Jangan bablas dalam memposting artikel, tulisan maupun status di sosial media masing masing.(Asep Haryono).


62 comments:

  1. ada rubrik itu di koran...apa ya lupa >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya turut baca dan simak saja duluartikel ini tetap offtimis aja ya Pak Asep :)

      Delete
    2. @ARgaliTHA : Citizen Journalism barangkali ya. Hiehiehiehie. Kali lah. Mohon saya dikoreksi jika salah kutip

      @Saud Karrysta : Hahahah tumben kali ini nda PERTAMAX. Hiehiehe soalnya Pertamax nya sudah direnggut dengan indah oleh mba ARgaliTHA

      Delete
  2. menjadi seorang jurnalis ini sangat menyenangkan sebenarnya. banyak kejadian yang bisa di liput dan disampai ke orang-orang dengan media sosial atau pun blog yang lebih mudahnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Ehwansah Jailani : Namanya Jurnalis Warga atau bahasa kerennya Citizen Journalist. Kita semua bisa menjadi seorang Jurnalis warga. Sebagai bagian dari dunia, setiap masyarakat bisa berbagi cerita kepada dunia dengn plarform cyber sekarang

      Delete
  3. kayaknya yang menolak itu ada faktor U juga mas....usil....jadi kita juga harus U.....usah dipikir. sabar ya bang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Mbah Dinan : Iya saya sih santai aja. Mereka kan bos kita. Kita kerja sama mereka. Mereka bebas mengatur dan membuat aturan. Faktor U ini sebenarnya masih dalam perdebatan di berbagai tulisan di media masa. Ukuran U tidak selalu diartikan sebagai hal negative. Manusia tidak bisa disamakan dengan barang yang jika sudah lapuk usianya harus segera dibuang. Manusia tidak bisa diperlakukan sebagai itu

      Delete
  4. Sabar saja Pak Asep mungkin kegagalan adalah Keberhasilan yang tertunda. yang penting tetap semangat aja ya Pak Asep

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Saud Karrysta : Hahahaha bagi sebagian orang makna KEGAGALAN tetaplah GAGAL. Tidak bisa dininabobokan dengan Keberhasilan yang tertunda. KALAU atau GAGAL tetaplah menyakitkan walau dibungkus dengan kata kata yang Indah dan menghibur diri iheiheiheiheiheihee

      Delete
  5. wah keren rasanya ya mas jika sampai dapat sk sebagai jurnalis warga :)

    saya pingin bisa jurnalis juga, tapi sayangnya hanya bisa menulis di blog juragan cipir hehehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Indri Lidiawati : Hhahahaa iya belum ada SK nya nih yang jadi Jurnalis Warga. Hahahaha. Sama seperti UDARA,. Nggak ada yang jual UDARA ya. Beda sama Air. Air masih bisa dibisnikan. Kalau udara? Bisa sih jual Oksigen hiheihiheee

      Iya sama saya jadi Penulis Blog aja deh
      Heiheihehiee

      Delete
  6. wah ternyata ada yang jadi wartawan toh...

    ReplyDelete
  7. mesti bijak yah dalam posting, meski bebas tetap ada batasannya...

    pengen banget jadi jurnalis..daripada susah mending jadi jurnalis blog sendiri sekalian jadi bossnya ..haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Wong CrewChild : Iya sekarang platform online bisa dengan mudah diunggah siapa saja, kapan saja dan dimana saja Bijaksanalah dalam menggunakan platform media sosial ini.

      Iya Jurnalis Warga seperti wartawan juga. Tapi Wartawan media sosial alias Jurnalis Warga . Hahahahahhaa. Jadi Jurnalis Warga kita lah Pimred sekaligus redakturnya

      Delete
  8. Bagi yang punya kemauan, Faktor U itu sepertinya bagian dari diskriminasi U, karena bagi yang tidak terjebak oleh Faktor U itu belum tentu punya kemauan dan kualitas yang setara atau lebih tinggi dari yang terjebak oleh Faktor U itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Sam : Ada yang bilang mereka yang memegang prinsip faktor U bisa menghambat adalah pola pikirannya kelompok Borjuis, dan Kapitalis. Menganggap Umur manusia disamakan umur barang. Barang yang sudah lapuk harus dibuang atau disingkirkan

      Delete
  9. iya kang betul,,emang sih bebas nulis di media manapun,,tapi juga harus hati2 ya,,gara2 nulis di medsos yg aneh2 juga bisa merugikan diri kita sendiri,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba bener sekali. Sudah banyak sekarang tren orang yang menggunakan Media Sosial untuk saling menjelekkan, mengirimkan pesan keburukan, dan juga menjatuhkan. Undang Undang ITE sudah mengintai

      Delete
  10. sama kang, saya juga dulunya pengen jadi jurnalis, tapi malah kecemplung di kampus, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah kecemplung yang enak di mana coba? Heiheieie Kecemplung rezeki kali ya Hiehiehiehiheiee. Makasih sudah mampir ya. Salam kami sekeluarga di Pontianak

      Delete
  11. Pantas aja mas Asep ditolak jadi reporter atau jurnalist...Soalnya, mas Asep sudah banyak pengalaman jurnalisnya. Cocoknya buat mas Asep menjadi anggota Dewan Redaksi, minimal koordinator liputan, mas..hehehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Uda Awak : Hahahaha masa iya sih? Tapi gak apa lah. Jadi Jurnalis Warga juga ok bangeds. Sekarang sayalah "redaktur" sekaligus "pemimpin redaksi" untuk Tabloid jurnal Online saya sendiri. MBhahahahahhahahahaa

      Delete
  12. Semangat aja pak :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oya Insya Allah akan selalu bersemangat dan berenergi setiap hari hihihiheie

      Delete
  13. Ya menulis itu bebas
    tapi ada aturan jadi batas
    agar tidak bablas
    karena Jika ada yang panas
    bisa-bisa penulis di balas
    dengan hukum yang jelas...

    :)

    ReplyDelete
  14. sejak saya punya hp android, sekarang jadi sering mengambil moment2 tertentu lalu saya buat reportase

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow keren keren. Kreatif sekali. Tidak banyak orang seperti itu loh. Berjibaku mengambil foto atau obyek di lapangan, lalu dibuat tulisan dan reportasenya sendiri, lalu dibagikan (share). Itu benar benar seorang Jurnalis Warga sejati

      Delete
  15. aku sedang menjalani kuliah jurnalis semoga saja deh umur nya pas hehehe, semangat pak asep jadi jurnalis warga nya yang tetap idealis dan independent.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya mau jadi wartawan atau reporter ya. Hieiehiee Kalau tertarik boleh kok melamar di Harian Pontianak Post. Selesaikan dahulu kuliah S1 nya ya. Kami tunggu dengan gegap gempita di sini. Hihheiieiehiehiehiehiehiee

      Delete
  16. cita cita dulu pengen jadi jurnalis atau wartawan televisi ga kesampaian, mas asep beruntung sekali yah, biasanya jurnalis pinter pinter lho kayak mas asep hehe.. kalau aku statusnya bukan jurnalis warga ya..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Santika Fadilah : Semua blogger bisa disebut sebagai seorang "Jurnalis" yakni Jurnalist warga. Setiap masyarakat boleh menceritakan apa yang dialaminya, dilihatnya dan dibagikan kepada masyarkat bak seorang wartawan sungguhan. Itulah Jurnalis Warga Mba adalah reporter di koran Blog mba sendiri. Mba sudah jadi seorang Jurnalis Warga Kita semua begitu

      Delete
  17. Iya Mas Asep, sejak menekuni blog, secara nggak langsung saya jadi citizen journalism. Reporter. Walau tanpa menyandang embel-embel dari instansi terkenal huhuhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah iya bener bangeds. Kita semua adalah "reporter" di koran Blog nya masing masing. Kita di sini semuanya menyandang sebagai Citizen Journalist alias Jurnalis warga

      Delete
  18. kudu hati-hati juga ya mas menjadi seorang jurnalis..

    ReplyDelete
    Replies
    1. o ya bener. Suka dukanya pasti ada. Tapi kalau bisa sih yang suka nya aja dibanyakin heieihiehieee

      Delete
  19. Dulu sering buat reportase2 tapi skarang sudah nggak lagi. Sibuk urusin pekerjaan kantor.. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah iya kah? Sama donk saya juga kadang kalau sudah datang M (malas) nya ya udah bisa prei ngeblog dua minggu

      Delete
    2. Iya bang. Apalagi klo lagi kejar tayang dan numpuk kerjaannya... Hehehee

      Delete
  20. jangan menyerah mang asep :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, Terima kasih atas dukungan morilnya Semoga saya tabah menjalaninya. HIheiheheihee

      Delete
    2. menyerah emang sekutu apa?

      Delete
    3. Hahahah siapa yang ada kutuan ya

      Delete
  21. saya termasuk blogger yang di luar angkasa bukan?

    ReplyDelete
  22. Cieeeeee cieeeeee wartawan baru ni yeeeeee... hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahhahah iya Wartawan Blog whahaha Alias Jurnalis Warga wkwkwkwkwkww

      Delete
  23. Muito bom o seu blog, estive a percorre-lo li alguma coisa, porque espero voltar mais algumas vezes,deu para perceber a sua dedicação em partilhar o seu saber.
    Se me der a honra de visitar e ler algumas coisas no Peregrino e servo ficarei radiante.
    E se gostar e desejar comente.
    Que Deus vos abençõe e guarde.
    Abraço.Peregrino E Servo.
    http://peregrinoeservoantoniobatalha.blogspot.pt/

    ReplyDelete
    Replies
    1. What a hell? What are you doing in my blog man?
      Please delete your comments here. Your comments are not appropriate in every way. If you have time please do so unless I will delete it myself

      Delete
    2. Ngomongin saya ya
      Dosa loh

      Delete
  24. wah, kalau saya sepertinya tidak masuk dan layak pak menjadi seorang jurnalis, soalnya saya pribadi mengakui bahwa saya tidak memiliki skill dalam menulis

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Arie Gondes : Ah merendah aja nih iheiheiee. Gak papa kok santai aja. Wartawan kami yang beneran jurnalis juga banyak yang backgroundnya bukan wartawan

      Delete
  25. salam dari surabaya,

    wah mau juga dung kang asep, diajarin teknik membuat artikel yang benar dan bagus.

    bener sekali kang, menulis itu menjadi menarik ketika ada suatu capaian/keinginan yang ingin dicapai. misal untuk dokumentasi peristiwa penting, keilmuan, atau cerita-cerita menarik lainnya.
    mengenai ITE, saya juga masih bingung, sampai batas mana seseorang dianggap melanggar aturan ITE, misal posting dengan kata "bla bla bla". ^_^V. cheers
    tetap semangat menjadi jurnalis kang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya terima kasih. Semoga undang undang ITE kita ini tidak membuat masyarakat menjadi takut untuk melaporkan ketidak beresan pelayanan masyarakat ya Soalnya jangan sampai KELUHAN dianggap menghina atau menjelakkan nama, pencemaran nama dan lain sebagainya.

      Delete
  26. wah asyik juga nih bisa jadi jurnalis warga, jadi nya bisa meliput apa saja kegiatan warga di tempat tinggal kita ya pak ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kita semua di sini sudah dianggap senagai Jurnalis Warga, Siapa saja boleh melaporkan apa yang dialamim di rasakannya, dan dilihatnya dan dibagikan kepada masyarakat

      Delete
  27. menjadi jurnalis di media sendiri saja pak,bebas tanpa hambatan dan tanpa gaji pula ,wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Mas Rip : Hahahaha iya kah? Kalau Gajian dari Google Adsense gimana donk? Gaji juga ya

      Delete
  28. Sanking byknya akun sosmed ..lupa sama paswdnya kang
    Ya udah lah oret2 di blog sendiri sambil nunggu sk nya jadi $ beneran :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Budi Purnomo : hahahah iya kah? Saya juga punya email lebih dari satu, Banyak diantara email email saya itu passwordnya sama

      Delete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog